Tuesday, July 31, 2012

Dee, July rempong sedunia

31 Juli 2012, penghujung Juli penuh warna, hari rempong sedunia. Ceritanya manager Dee dari minggu lalu ada rencana ngirim Dee buat training di Doha selama 2 minggu, jadi visa-nya udah diurus sejak minggu lalu. Tetapi tiba-tiba hari ini baru dikasih tahu kalo jadwal terbangnya itu hari ini, soalnya training di mulai hari Rabu pagi waktu Doha. OMG! Belom siap-siap, kerjaan masih banyak, bagaimana ini. Visa udah issued, flight langsung di-booking oleh sekretaris direktur, allowance udah diurus, izin sudah diurus dan saatnya transfer knowledge ke kolega, soalnya banyak kerjaan yang harus Dee awasin dan selesaiin sesuai dengan deadline. Benar, ribet dan kerjaan banyak bener.

Ya udah deh, halangan pertama adalah uang allowance dari kantor, harus ditransfer ke rekening kantor, dan Dee belum buka rekening, yaudin deh bikin rekening dulu (kira-kira 30 menit), selanjutnya adalah dana segar kebanyakan di BCA, tapi cuma bisa tarik IDR 5,000,000.- per hari, yang di BNI dana pas-pasan, duit LADY GAGA belum di-refund! SIAL udah 4 bulan gitu! Balikin duit IDR 9,000,000!! Perampok si BigDaddy. Kalo tarik semua, artinya kena biaya rekening BNI bisnis-nya, soalnya ada minimal saldo, yaudin minta ditransfer cici dulu, nanti kalo dah pulang baru diganti. Masalah ini pun beres.

Nah, mau nukar bank note-nya kemana? Dana cash udah di tangan, saatnya jadiin ke USD, mau nukar di money changer, ternyata mereka tidak memiliki bank note sebanyak itu, yang kepikiran adalah Bank Panin, rate bank note terbaik, walaupun rate karyawan di kantor sama saja, tapi malas aja sih balik ke kantor lagi. Yaudah deh, minta bantuan Dendra buat tukar bank note di Panin. Masalah ini pun beres.

Masalah selanjutnya adalah packing, dalam waktu sejam, aku harus packing untuk keperluan business trip 2 minggu, ini pengalaman pertama buat Dee, walaupun mendadak, tapi tetep kudu eksis, alhamdulillah udah beli luggage 4 wheels baru kemaren, kalo ga apa kabar dunia persilatan ini. Packing pun berjalan lancar, dengan asal masukin pakaian kerja, celana kerja, jas, syal. Beberapa short pants, jeans, shirt, kaos, tidak lupa dalaman. Aku senang space lebar begini, apalagi dapat bagasi 32kgs :)) Masalah packing beres tepat pukul 14:00.

Setelah mandi, nunggu taxi, taxi-nya belum nongol juga, padahal udah 14:30, kesasar kayaknya. Yaudin nelpon ke pool-nya lagi, udah sejam yang lalu tuh bapak muter-muter, akhirnya tuh bapak nongol juga pukul 14:45, keluar ke Tanjung Duren, macet banget @_@ 15 menit susah bergerak, nyampe di gerbang tol Pluit 15:10, nyampe di bandara 15:20. Masalah macet pun kelar.

Selanjutnya check-in. Jeng-jeng... Masalah utama pun dimulai, aku belum tukeran nomor telepon dengan kolega, gimana mau menelepon dia? Yaudin deh, pas check-in kasih tahu officer-nya, barengin ama kolega, ternyata dia sudah masuk duluan. Setelah cek dan ricek, tanggal lahir di visa Dee tidak sama dengan di passport! MATEEEEK! *panik

Cepat-cepat telepon ke kantor, kata resepsionis-nya secretary lagi meeting dengan direktur, "MBAK INI PENTING MBAK, TOLONG DISTURB MEETING-nya" *berasa keren banget, ganggu meeting direksi. Mbak-nya pun panik sejadi-jadinya, mungkin dia teriak-teriak kali di ruang meeting. Yaudin, Dee nunggu kabar di counter Qatar Airways. Selanjutnya, boss Dee yang menelepon, suruh tunggu, lagi diurusin, untuk pengubahan dll. Tapi kayaknya tidak bisa, suruh pulang aja. Tunggu sebentar, si sekretaris telpon lagi, sudah tidak bisa diubah, suruh pulang. Ah, ga jadi ke Doha.

Tunggu dulu, masalah belum kelar! Iya rempong banget, sumpah deh.. Udah deh, Pukul 15:50, Dee keluar dari terminal 2D, cari taxi buat pulang kembali karena sudah disuruh pulang. Taxi melaju perlahan, Dee cuma ketawa-ketawa sambil ngobrol-ngobrol ama teman, goblok banget tidak mengecek tanggal. Tiba-tiba bos Dee telpon, disuruh sama direkturnya balik lagi ke airport, bijiiik, gimana muter balik di tol? Emang ada? Buru-buru kasih tau supirnya yang sudah jadi pembalap F1, cari-cari bolongan di jalan tol buat muter balik, alhamdulillah ketemu juga, dengan kecepatan penuh, sang supir membalap ke bandara. Tahu tidak sih, ternyata dia mau ngerampok, minta dibayar IDR 200,000! Ciiiih! Ga mau bayar semahal itu.. Mau ambil, kalo tidak Dee ga bayar sama sekali! Masalah dengan supir pun kelar.

Selanjutnya adalah recheck-in di Qatar Airways, Dee nelpon pak direktur, terus ngomong dengan supervisor Qatar Airways-nya, mereka tidak membolehkan walaupun head immigration Qatar sudah diberitahu dan akan memperbolehkan masuk ke Doha, walaupun dengan tanggal lahir yang salah, soalnya itu bukan data yang mandatory. Tapi, supervisor-nya minta bukti, statement hitam di atas putih. Kemudian, pak direktur kirim email ke Dee, statement dari pihak Qatar. Dee harus nyari tempat buat email + ng-print. By the way, pada tahu ga sih, di terminal international itu cuma ada satu warnet, yang nyediain satu laptop dengan harga IDR 65,000 per 30 menit pertama, dan IDR 35,000 per 15 menit berikutnya! Parah banget sih tarifnya!!! Ah mendingan ngopi di coffee shop, sambil nikmatin wifi gratisan, mumpung bawa laptop. Masalah email kelar.

Selanjutnya adalah ke kantor Qatar Airways, sesampai disana, jeng jeng jeng, cuma ada satu orang petugas, yang lain masih ngurusin flight QAxxx pukul 17:40, flight saya yang seharusnya, Dee disuruh balik lagi setelah buka puasa, kira-kira pukul 19:00. Masih 2 jam lagi dong, yaudin telepon boss kabarin semuanya, telepon cici, telepon bonyok kasih tahu all things, kemudian makan di Old Town Coffee, nikmatin wifi, siapin dokumen segala macam yang dikirimkan oleh pak direktur. Semuanya sudah direkap, biar lebih gampang ditunjukkan ke pihak Qatar Airways.

Pukul 18:40, Dee ke kantor perwakilan Qatar Airways, sudah rame banget, semuanya udah balik dengan seragam pink dan lagi buka puasa. Dee langsung ketemu dengan manager on duty-nya, sebut saja pak Q. Dee jelasin duduk perkaranya, Dee jelasin kalo head of immigration Doha telah memberikan izin untuk masuk, apapun yang bisa meyakinkan mereka untuk meng-allow, walaupun rasanya mustahil tanpa suatu statement tertulis yang ditandatangin. Dan hasilnya, bisa ditebak, mereka tetap tidak memperbolehkan Dee check-in flight 00:10, jadi kesimpulannya adalah Dee balik lagi ke Jakarta! :))

Nyari taxi lagi, 2x bolak balik bandara, nelpon sana-sini kasih tahu kalo tidak jadi berangkat. Bayangin besok gimana dikantor yah? Udah pamitan mau pergi lama, eh muncul lagi :))

Dear readers, selama ini kalo segala macam urusan jalan-jalan diurusin, tidak pernah beres, makanya Dee lebih prefer semuanya urus sendiri, soalnya Dee akan cek dan ricek berkali-kali, kalo diurusin, yah mau terima beres, malas ngecek dan tadi emang mendadak banget + kerjaan masih banyak, jadi yah masa ngurus visa bisa salah input tanggal?! :))

Buat pembelajaran? Belajar belajar ga pernah kapok, itu sih emang DEE BEGO! :))

Btw, buat yang nyepik-nyepik kalo Dee berimajinasi doang, ini tak kasih bukti yah :p

Seharusnya yang dibawah itu tanggal lahir, kayaknya petugasnya siwer gitu, masukin copy paste pake tanggal expire date passport, jadinya yah ga sesuai dengan tanggal lahir sebenarnya



Sunday, July 29, 2012

Dee, Bukan Terong Biasa

Masak, hal yang menyenangkan  bagi sebagian orang, tapi menjadi malapetaka bila salah memasukkan bumbu atau tidak sesuai dengan lidah pencicipnya. Sayur, tentu saja bukan menjadi bahan utama untuk makanan yang luar biasa. Daging ayam, ikan, kambing, sapi, babi, udang, kepiting, siput, escargot ataupun sumber protein lain akan selalu menjadi pilihan pertama bahan dasar masakan.

Kali ini Dee akan share resep masakan, bukan dengan daging-dagingan, tetapi dengan bahan utama Terong. Iya terong aka eggplants, pasti tidak pernah terpikirkan untuk menjadi masakan utama yang 'wah'. Atau kebanyakan orang merasa geli untuk makan terong yang benyek dan berminyak. Resep satu ini mungkin akan menjadi pilihan. Bereksperimen dengan terong, tentu saja bukan hal yang tabu, jadi jangan berhenti ber-explorasi dalam masakan.


Bahan :
10 siung bawang putih, haluskan
1/4 buah bawang bombay, haluskan
1 buah jahe (kira-kira 5cm), haluskan
10 buah cabe merah segar, haluskan
2 batang daun bawang, potong kecil
50 gram daun ketumbar (daun sop), potong kecil
200 gram Terong, potong dengan ukuran yang sama
Kecap (shoyu), secukupnya
Minyak Sayur, secukupnya
Garam, secukupnya
Black pepper, secukupnya


Cara membuat :
1. Garami terong yang sudah dipotong, diamkan minimal 30 menit, kandungan air dan getah dari terong akan keluar dengan sendirinya. Setelah juice dan getah dari terong keluar, cuci dengan air hingga bersih, agar terong tidak terlalu asin, tiriskan hingga air tidak bersisa di terong.

2. Panaskan 5 sendok makan minyak sayur di wajan, gunakan api kecil, masukkan bawang putih, bawang bombay, jahe, dan cabe merah segar. Dengan api kecil, masak selama 10-15menit hingga sauce menjadi kental (catatan gunakan api sangat kecil agar bawang putih dan bawang bombay tidak terbakar). Tiriskan.

3. Panaskan 5 sendok makan minyak sayur, goreng terong yang sudah kering dengan api kecil selama 10 menit, balik sesekali biar merata. Setelah terong berwarna coklat keemasan, masukkan daun bawang dan daun ketumbar, masak selama beberapa menit. Campurkan dengan bumbu yang telah dimasak sebelumnya, aduk perlahan. Tambahkan sedikit garam dan black pepper untuk menambah citarasa.

4. Bukan terong biasa siap dihidangkan.

Silahkan mencoba! =3

Saturday, July 28, 2012

Dee, Baikohken


Location: Baikohken (Takashimaya Branch)
Ngee Ann City Tower A 391A Orchard Road B2
Takashimaya Food Hall Unit B2-01-04
Singapore 238873



Charsiew Pork with Tamago Egg (SGD 19)



Itadakimasu. As usual, I like to try Ramen restaurant in any style at Singapore, so I was try Baikohken (hope I spell it in right way). This time, I will to try another style on reviewing (give me comment, if you don't like). ^^

Menu : Shio Charsiew Ramen with Tamago Eggs

Soup : (3/10)
Hmm... I think that I ordered pork soup, but taste like chicken soup with lots of MSG! How come Singapore restaurant served food like this? Very poor, I don't like it.

Noodles? Why not ramen? : (4/10)
I think that I ordered ramen, not instant noodles. Looks like Maggie, and Indonesia Indomie, taste better..

Porks : (6.5/10)
Not very tender, Marutama still the best! Bit salty ( I don't like salty food), but fresh meat.

Egg : (7/10)
The egg was very good, perfect cook Tamago, very tender, taste good.

Beansprouts : (5/10)
I told you all before, the best beansprouts at Ramen Nation, and this one with the price, the beansprouts is not good at all

Portion : (7/10)
The portion is really BIG, but unfortunately poor taste and not cheap also (SGD 19), but I got very big pork slices meat! The bowl was jammed, full with pork and noodles. It was very difficult to flip anything and fear of the soup spilling over the sides of the bowl or the eggs tumbling down, honestly they do better to use bigger bowl! The bowl is too small. You need extra minutes to finish the ramen.

Service : (6/10)
Just like another restaurant at Singapore, long queue, and not easy to find place to eat.

Price : (5/10)
SGD 19, poor soup and noodles, many restaurants better than this place.

Overall (5.5/10)
Honestly this is another rarely restaurant, serve real thing bigger than the picture! For Ramen costed about SGD 19, they must improve many things, especially on their soup and noodles, not using MSG and buy bigger bowl. If their cost about SGD 10 like Indonesian Ramen Restaurant, maybe still can cosider to revisit, but for SGD 19, I think better say goodbye (/.\)


NB : They didn't serve hot Ocha! I don't know why...

Saturday, July 21, 2012

Dee, Raminten Kaliurang

Jalan-jalan ke Yogyakarta, belum afdol kalau belum singgah di Warung Raminten. Pemilik Raminten (menurut versi driver) adalah seorang waria yang sangat terkenal di Yogyakarta. Mungkin bunda Dorce-nya Yogyakarta, orang-orang bisa menerima dia sebagai wanita, tidak ada tuh yang demo-demo :))

Restoran Raminten dengan interior serba jawa ini memang cukup menarik perhatian, terlebih dengan kesan 'murah meriah' dan buka 24 jam, membuat Raminten menjadi destinasi favorit para wisatawan. Meja yang terbuat dari kayu, kursi dari rotan dan tentu saja harus lesehan dengan karpet di gelar di setiap meja. Unik memang, tentu saja warga perkotaan/turis mancanegara kangen untuk mencoba suasana ini. Area restoran cukup luas, dibuat saung-saung kecil sebagai tempat menyantap makanannya, ada beberapa kolam yang agak tidak terawat dan beberapa ayam yang dikandangi.

Warung Raminten



Cewek? Cowok ini aslinya

Ayam Raminten


Kunjunga kali ini, kami memilih duduk di bale-bale yang dipisahkan oleh kolam dari gedung utama agar tidak terdengar lagi suara hiruk pikuk lalu lintas, pengen suasana kampung, tanpa polusi suara. Kolam, suara burung, suara kecipuk ikan, musik keroncong jawa tetep sih ngak suasana di kampung halaman, kampong aku kan Melayu! Hahaha...

Kita dilayanin oleh salah satu pramusaji *yang datangnya lama banget, 5 menit duduk baru dilayani!*, yang ngomongnya pelan banget, iya sih mas orang Jawa, tapi tidak usah pelan-pelan juga sampai tidak kedengaran suaranya, tidak pake lemot juga. Tentu saja, dengan tambahan "TIDAK PAKE LAMA, KAMI LAPAR". Laper banget, abis hiking bukit Pronojiwo dan belum makan hingga pukul 2 siang! Bayangin, laparnya itu! *kalo ga bisa yah ga usah, anggap aja ga makan sehari*

Sekeliling restoran digantungi plang-plang kayu berisi pepatah dalam bahasa Jawa, lucu-lucu sih, tapi ada satu yang bikin kesel "Alon Alon Waton Kelakon" yang artinya biar lambat asal selamat. Mas/mbak, saya kasih tahu yah, kalo lambat ngasih makan itu bukan artinya selamat, berbahaya dunia persilatan di perut saya, naga-naga udah berantem kalo telat makan! =3

Lucky Number

Alon-Alon Waton Kelakon

Buku menu di Raminten cukup atraktif, pemilihan font, warna-nya cukup atraktif, boleh nih cari tau siapa yang nge-desain, lumayan match dengan konsep restorannya. Untuk makanan di Raminten, starts from IDR 1,000.- hingga tidak terhingga. Muraaah? Hmm.. Iya murah kalo situ-situ cuma pesen nasi kucing seribu doang, nasi + ikan teri + tempe seuprit? Mau makan itu doang? Aku sih ngak bisa.

Pilihan minuman juga cukup atraktif, dari sekedar teh saja hingga beer. Es beraneka ragam dengan harga IDR 10,000.- Beer IDR 20,000 Terserah mau pesen apa aja, dan tentu saja sih tidak murah juga kalau pesannya yang menarik perhatian =D

Raminten Menu

Raminten Menu

Raminten Menu

Raminten Menu

Raminten Menu

Raminten Menu

Raminten Menu
Setelah menunggu sekitar ermm... 15 menit minuman belum datang juga, iya lamaaaaaah! Tapi mau ngimana lagi sih, emang lama sih terkenalnya, mau cepat? Fast food aja noooh! Sabar-sabar akhirnya 5 menit kemudian es Raminten dihidangkan, 2 scoops ice cream 'Campina' dengan wafer stick, susu + sirup. Special? Tidak sama sekali, tapi udah lapar, langsung habisin!

Tentu saja kita memesan nasi kucing double, yang porsinya kayak liliput juga, murah sih IDR 2,000 dapat segitu, tapi ermm.. bingung mau ngomong apa! Kita memesan cukup banyak lauk untuk santap siang ini, mulai dari ikan gurame bakar, ayam bakar, pepes tuna, tauge ikan asin, roti bakar, udang, cumi, tempe, tahu, bakso, ah sampai lupa pesen apa aja! Pokoknya banyak banget saking laparnya. Dan setelah teman-teman kenyang, Dee yang habiskan semua dan masih lapar aja sih, tidak tahu kenapa makanan begini tidak akan bikin kenyang! Enak? Tidak juga, lapar banget soalnya, tapi masih eatable sih, tapi yah itu IMO Raminten itu tidak murah-murah banget, porsinya kecil sih apalagi untuk lauk-lauknya. Ikan per ons sekitar IDR 6,000 sama aja sih dengan restoran kan? Ikannya tidak segar!

Jeruk Kelapa, Beras Kencur, dan lain lain

Es Raminten

Es Raminten

Gurame Bakar Pedas

Nasi kucing double

Nasi Kucing Double, nasi dua porsi dengan lauk segitu doang?

Ayam bakar pedas

Overall, IMO Raminten overrated banget. Kalo kalian makan nasi kucing doang yah murah, kalau pesan lauk-lauk lainnya yah tidak murah-murah banget mengingat porsinya yang kecil. Ikan yang katanya 500gr, kecil banget, kira-kira 250gr doang *kalo ada yang tanya tau darimana, gw hidup di desa nelayan, tiap hari makan ikan, punya kapal penangkap ikan, tidak susah bagi kami untuk menebak berat ikan dengan sekedar melihat saja. Seriously, I prefer pay more tp get big portion.

Service 4/10 (banyak pesanan yang ga masuk, reorder nunggu setengah jam ga dibuat, bahkan pesan tambah nasi saja tidak bisa disajikan?)
Design Restoran 7/10
Suasana 7/10
Rasa 6/10
Harga 6/10

Overall yah standar (6/10), buat nongkrong boleh lah kalo tahan lama. Rasa biasa aja, walaupun saat itu lapar banget, masih berasa makan kurang segar atau kurang fresh.




NB : Setelah mau membayar, baru lihat ikan Nila/Guramenya dipelihara di kolam dangkal yang kotor, terang aja ga segar dan bau tanah, kalo lihat dari awal tidak akan pesan ikannya =3

Sunday, July 8, 2012

Donor darah untuk hidup yang lebih baik

Have a Big Heart, Give Blood

Giving = Living


7 Juli 2012, mentari mulai beraksi dengan memperlihatkan semburatnya, panas menyerang kulit. Tentu saja tidak membuyarkan niat untuk menikmati bakmi Bangka "Ahon", di Jl. Mangga 2, Duri Kepa. Hari ini appointment dengan Erwin untuk makan bakmi bareng, dilanjutkan dengan donor darah di Auto2000 Central Park Mall.

Seperti biasa, Bakmi Ahon selalu ramai dikunjungi orang-orang Bangka, yang doyan makan makanan daerah mereka sendiri. Dan selalu, favorit saya di sini, Lempah Bakut, Song Shui dan Mi Yamin Bangka-nya, menurut saya masih yang terbaik selama saya coba di Jakarta. Rasa dan porsi-nya pas. Perut kenyang, hati pun senang.

Next, kita lanjutkan untuk donor darah di Auto2000 Central Park Mall. Pukul 11:45, masih sepi, antrian tidak terlihat. Jadi kita putuskan untuk berkeliling di Carrefour terlebih dahulu, kemudian kembali ke Auto2000 masih dalam keadaan kosong, tetapi buku tamu-nya telah mulai penuh. Ternyata ada invansi besar-besaran dari karyawan SOGO untuk berpartisipasi dalam acara donor darah ini. Rame deh..

Antrian panjang sekali, and Ko Handoko(@han__dk) juga mau ikutan donor hari ini, jadi saya daftarin terlebih dahulu sebelum kehabisan kantong darah (lagi), mengingat pengalaman sebelumnya, kehabisan kantong darah sebelum waktunya. Karyawan SOGO ini rame sekaleeeeh, antriannya lama bener... Nunggu sekitar 30 menitan akhirnya tiba giliran saya untuk nimbang, cek hb dan cek tekanan darah. Alhamdulillah, tidak sia-sia vegan tidak rutin beberapa bulan ini, 55kg, hb >12.5, dan tekanan darah normal 120/80, semuanya normal! Demi medical check-up kemarenan! (lol)

Kemudian antri untuk pengambilan darah, Erwin mendapat giliran duluan, pengambilan darah berlangsung lancar 450 cc. Tetapi, ketika disuruh untuk 'menekan' lubang yang mengaga untuk pengambilan darah, Erwin malah melepasnya, dan croooooot darahnya muncrat aja gitu... Hiiiii....... *darah segar, kalo aku jadi Edward pasti langsung ga tahan ada darah segar nganggur muncrat gitu.. =3

Nunggu giliran saya, aduuuh lama bener, setengah jam kemudian masih belum giliran saya, sabar aja deh... Cek nama di kantong darah, sebentar lagi giliran saya, malah hampir barengan dengan ko Handoko. @_@ Padahal saya lebih lama mengantri, sungguh tidak adil! Tadi ada yang nyerobot antrian sih. Sambil ngobrol-ngobrol dengan Erwin dan Ko Han, ngobrol pake roaming, sampai tercetus, kalo nanti ada yang pingsan gimana yah?!

Finally, tiba giliran saya. Pengambilan darah berjalan lancar, karena ini juga bukan donor pertama, udah sering donor juga sebelumnya. Ngobrol-ngobrol dengan petugasnya, sambil nunggu darahnya mengalir ke kantong darah, ga berasa udah kelar juga 350cc. Kayaknya semuanya masih berjalan mulus, deramahnya belum di mulai. \(^,^)/

Donate your blood, for better life


Setelah ambil kartu donor dan susu, beresin semua perlengkapan. Terjadi pembicaraan singkat.

Erwin : Dee, langsung mau pulang ga?
Dee : Bentar lagi deh, nunggu ko Han kelar, paling bentar lagi
Erwin : Oke.

Kemudian saya fotoin ko Han yang sedang donor, terus minum susu Ultr*M*lk, dan buang ke tong sampah. Tiba-tiba...

Dee : Win, win, gw pusing win *agak panik
Erwin : *melihat lalu berbalik lagi
Dee : Win! Win! Gw mau pingsan win..!!!

Terjadi jeda sejenak

Dee : Win, Win! Mulai gelap win! *pegangan, melipir ke tembok

Dan semuanya gelaaaaaap............ Jreng Jreng... "AKU PINGSAN!" =))

Dan terjadi sedikit kegaduhan, didudukin di kursi, suara krasak krusuk terdengar. Saya didudukkan di kursi, ada yang ngambilin kursi agar kaki saya ditaruh lebih tinggi dari kepala, saya menyender.. Masih buram-buram gelap, tapi suara masih terdengar

Mas 1: Ada teh manis? Butuh yang manis-manis
Mas 2 : Ga ada teh manis.
Mas 3 : Dia keringat dingin...
Mbak 1 : Matanya jangan merem, jangan merem!
Mbak 2 : Teh Manis, teh manis!
Mas 4 : *Kasih tisu, entah siapa yang ngelapin keringat di jidat saya
Dee : Win, minta air putih, mau minum. *mata masih merem melek *masih gelap, ga kelihatan, seruput air putih ampe habis
Ko Han : Gw ke Toilet dulu yah..

Beberapa menit kemudian
Dee : Udah agak mendingan, win air putih lagi *sedikit demi sedikit mulai terang, udah ngak au ah gelap =3

Finally, dunia ini terang kembali! Saya kembali padamu yaoloh, pingsannya tidak pake lama. Next, I need something sweet, setelah pusing mau makan apa, akhirnya diputuskan makan di Kopitiam. Walaupun sebenarnya perut ini masih kenyang, tapi kepengen makan, gimana yah jelasinnya, lapar tapi kenyang, tapi kembung, mau makan tapi susah nelan! *iya hiidup saya ini ribet bin lebay! hahaha...

Setelah makan, akhirnya pulang ke rumah. Mandi, keramas, buang air besar, dan akhirnya saya lapar lagiih! Benar-benar kelaparan. Saya ter-Bella. Saya butuh darah segar sepertinya, mulut kehausan, kering dan kepengen makan!! *untunglah punya banyak cemilan di kamar, Oatbits dan sedikit coklat solusinya.

Setelah makan, BBM-an sebentar, tidak terasa saya 'pingsan' lagi. Niat tidur siang, bentaran doang, eh kebablasan. Jadi saya baru terbangun pukul 19:25 WIB, padahal ada janji untuk makan malam pukul 18:30. Jadilah banyak PING! dan missed call, maaf golongan darah B itu emang susah dibangunin kalo udah tidur! Jadilah aku ditinggal makan malam =( Mati gaya malam minggu di kamar doang, kelaparan dan bingung mau makan apa. Bella, kenapa kau tidur begitu lama, tidakkah kau kelaparan ingin makan sesuatu #ApeuSih

Intinya, sehabis donor darah, aku kecapekan, kayak jogging 2 jam dilanjutkan yoga 1 jam. Berat lah badan ini, tapi berasa lebih segar. Donor darah sampai pingsan? Hmm... Ga peduli sih, jadi pembelajaran aja sih, ga kenapa-kenapa juga, kayaknya kudu lebih banyak diam diri dulu sehabis donor, tidak langsung bergerak banyak dan minum something sweet. Kayaknya kadar gula darah juga lagi turun banyak, udah lama vegetarian di weekdays, jadi kadar gula darah agak kurang juga =3

Kapok? Tidak kapo, sekarang udah seger lagi, udah bisa hahahihi lagi... Mendonorkan darah kita untuk hidup yang lebih baik, darah baru yang lebih segar untuk tubuh kita. Membantu orang lain, membuat hidup yang lebih baik. Jadi, jangan ragu untuk mendonorkan darah Anda yah... Giving = Receiving = Living, donte your blood for better living.

Monday, July 2, 2012

Dee, Pernah Muda

Dee sudah tua.. Iya sudah tua.. DERAMAH banget yaaa, padahal still 22 yo, counting to 23yo... But, really I feel my soul too old liao.. Sometimes, feel like I am not 22, I must 27 since few years ago, and will 27 years old forever. I dunno why, but I think my ages stucks on 27 year old forever ( I wish).

Ceritanya Dee lagi nemenin teman shopping jam 5-an PM, ketemu di Mall Taman Anggrek. Yah dimulai  perburuan shopping di Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2012 ini. Satu per satu outlet kita masukin, windows shopping dulu seperti biasa... Tapi, Dee sebenarnya udah tidak berniat belanja sama sekali, terlalu banyak pakaian yang menumpuk di lemari, shopping terakhir di H&M Singapore bulan lalu, belum Dee gunakan untuk tayang perdana, jadi masih ada price tag-nya. Lagian, mau menghemat juga, dua bulan lagi bakalan shopping di Bangkok! Woooohooooo! Jadilah hanya temen yang belanja-belanja.

By the way, bila di-compare harga FJGS-GSS harga tidak beda jauh-jauh banget sih untuk brand yang sama, malah beberapa item murahan di Jakarta, yah pintar-pintar memilih sajalah, dan sesuai kebutuhan, jangan mengikuti jejak saja, selalu bikin stock baju! Muahahaha =3

Sebenarnya yang paling hits untuk FJGS tahun ini adalah munculnya berbagai hotpants cerah ceria! Berbagai clothing line berlomba-lomba mengelar discount untuk hotpants! Jakarta, siap-siap diekspansi oleh hotpants... Oh my eyes.. (/ . \) Sebenarnya tidak masalah sih cowok pake hotpants, asal pantas dilihat, tidak melakukan pencemaran penglihatan. Yah kalo mau pake hotpants yah pahanya tanpa rambut-rambut sih masih oke, tapi kalo udah ermm... gitu deh kan jadi (/ . \).

By the way (lagi), kalo Dee sih sudah pakai short pants yang rada-rada ketat, yang jatohnya kadang-kadang terlihat seperti hotpants since last year. Ngikutin 'ala-ala' cowo metrosexual di Singapore, tapi tidak berani unjuk gigi di mall Jakarta, kayaknya masih terlalu tidak lazim dari tahun lalu, jadi yah ngak pede juga sih dipakai di Jakarta. Btw, yang penting pede aja sih, pasti jatohnya pas juga! Ga semua short pants kependekan itu bisa disebut hot pants, kalo yang make tidak hot, yah biasa aja jatohnya. X3

Fitness pants

Short pants not hot pants

A&F hot pants

A&F hot pants

Ehtapi udahan ah ngomongin hotpants-nya, bukan maksud hati mau ngomongin, tapi fenomena hotpants terlalu luar biasa di Jakarta! Terlalu bias kalo dilewatkan di malam minggu, susah mulut ini ditutup kalo tidak mencibir! Terima aja lah yah, saya Virgo dan golongan darah B, jadi maklumin! X3

Windows shopping kita mulai dari Zara, dilanjutkan dengan memilih pakaian formal buat ngantor di Executive, Executive still my favorite for office shirt, good cutting with very reasonable price. Do you? Enggak yah? Iya sih, Dee belom sanggup/rela sih beli yang mahal, buat ngantor doang dengan gaji segini *nunjukkin gaji*! Kalo udah gaji lebih, boleh lah beli yang lebih mahalan! ALISAN aja udah mending! Ciiih.. Tapi untungnya dari zaman kuliah dapat uang dua arah itu udah mulai berinvestasi di pakaian, jadi puas-puasin beli yang branded, sekarang sih.. Duit ga cukup! Mendingan buat liburan kakak...

Udah dari Executive, dilanjutkan ke Matahari, liat-liat pakaian formal lagi, eh batik disana lagi sale loh, murah meriah, IDR 99,000 - 119,000, tapi lagi tidak berniat beli batik, abaikan saja. Ah matahari emang gede, cape nih kaki, pegel, lapar, belom makan, ya udah sih lanjut deh ke Central Park, ada marathon sale mulai dari pukul 8 PM.

Yaudin, pukul 6:30 PM beranjak ke Central Park, tujuan perdana ke Carrefour dulu, belanja bentar, queue buat bayarnya sih ermm.. kok rame begini siiih?! Orang Jakarta tidak bisa yah tidak belanja di mall? *eh elu juga belanja di mall, jangan nyalahin orang doang kalee....

Setelah bayar, saatnya dinner yang tertunda, Dee udah lapar banget dah kita putuskan untuk dinner di Carl's Jr. Lapeeer maaaak! Kemudian kita lanjutkan dengan nonton fireworks untuk opening marathon sale Central Park *udah tradisi tiap tahun begini. Karena udah pengalaman nonton fireworks di Central Park, kok udah ga seheboh di tahun 2010 yah, makin lama makin sedikit kembang apinya dan makin tidak atraktif, tidak seperti dulu lagi. Kamu sudah berubah.. *eh malah curhat

Lanjut muter-muter di Central Park, window shopping tanpa beli apapun kali ini, cukup sudah.. Tapi mau midnite sale atau tidak, tidak berbeda jauh sih, malah malas kalo midnite sale, ramenya itu loh... *eh mau midnite mau kagak, Central Park itu rame beet, sampai kapanpun, mall ini tidak akan kalah dalam persaingan menarik perhatian warga Jakarta.

Kemudian, dilanjutkan dengan nongkrong ngobrol sambil ngopi-ngopi ganteng, seganteng Brad Pitt kalo lagi pooop... Orang ganteng kalo lagi poop juga ganteng, jadi kami ganteng! Yeaaaaah.... *ga boleh protes! Sudah beres segalanya, bingung mau ngapain, diputuskan untuk pulang saja sekitar pukul 9an PM.

Sampai di rumah, weeew kok berapa capek banget yaaaah? Dimana jiwa mudaku? Hilang ditelan jahatnya ibukota ini? Oooooh tidak..........! Kembalikan jiwa mudaku Jakarta! Akan aku tuntut kau *lebaaaaay

Padahal dulu, tahun 2010, Dee masih ingat, jadwal weekend itu padat banget! Jadwal padat merayap, masih kuat ngapa-ngapain. Misalnya 10-13 ke Mall Taman Anggrek, makan siang dan ngobrol-ngobrol, 13-15 pindah ke Central Park, 15-18 pergi les, 18-22 ke Grand Indonesia, 22 seterusnya lanjut clubbing/ngafe-ngafe cantik masih KUAT! Kok sekarang, bentar doang udah capeeek! Iiiissssh.. Mana spirit-nya!!

Kenapa sekarang gampang capek yah? Apa kudu minum multivitamin? Udah malas untuk banyak aktivitas beragam di weekend. Malas juga untuk banyak kegiatan, kalo traveling juga udah malas yang padat itinerary-nya, lebih milih yang santai-santai aja. I'm old liao.. Like I said before, stuck on 27 liao!

I am Dee, 22 yo, dan SUMPAH AKU PERNAH MUDA!

How You Are During Break-Ups

June, maybe the month of break-up.
Tons of friends, separated on June.

How about me?
Always lope lope in the air.. =3

For new comers single, I watched funny video when just break up
It's so true! XD


So, which one are you?

Sunday, July 1, 2012

Dee, Supper at Pizza e Birra

Here we go again De'readers, it was Thursday, and as usual is our movie day at Blitz Megaplex, Central Park Mall. But this time, I am not telling story about the movie day, but I am talking about our supper after enjoying the movie. Yeah, we got supper at Pizza e Birra at Tribeca Park, Central Park Mall. Hmm... Actually I was not hungry, so JV wanna to try Pizza e birra, craving for some veggies, and here we go...

Pizza e Birra located same place with Kitchenette, Ismaya group,  and we know that Ismaya always bit pricey in price, but still okay lar... service, ambience usually good. By the way, Pizza e Birra got promo from  Monday to Thursday at Happy Hour 9 PM until closing (1 AM next day), Carlsberg beer buy 3 get 2 just for IDR 100,000.- and Liquor just for IDR 59,000.- for 2 glasses. Very affordable! For Monday beer just IDR 10,000.- per glass, for Wednesday buy 1 get 1 flavoured beer for ladies, and I forgot the promo for Tuesday and Thursday =3

Dining Set

Happy hour, buy 3 get 2 (IDR 100K), 2 glasses liquor (IDR 59K) Monday - Thursday

Interior

Altoguh we came after 9 PM, we didn't want to order the happy hour deal, just 2 peoples can drink, and tomorrow still Friday ar, and didn't want drink any liquir, so I decided to order flavour beer, raspberry & lemon flavour beer. Mild beer, light raspberry and bit sour from the lemon, hmm... Refreshing... I wish it was Friday dude...

Raspberry & Lemon flavour beer

Flavour Beer

And for the food, we ordered Baldy's Special Salad, Portugese Chicken Wing,  and Viva la Vida Fajita. For the Baldy's Special Salad (IDR 45,000.-), the taste is just so so, maybe we are too late in the late night, the veggies not too fresh, but their sauce was really good. Portugese Chicken Wing (IDR 35,000.-), the taste is okay lar, not too expensive for 'bar food', big size, and the BBQ sauce is good. Next for the Viva la Vida Fajita, hmmm.. really not look like Fajita as I knew, I think look like very big curry puff! The taste, euuuw... jalapeno not fresh, tomato dressing not fresh, the chicken overcook, avocado not fresh, what else? aaah... Not good at all! :o)

Baldy's Special Salad

Portugese chicken Wing with BBQ sauce and Baldy Special Salad
Viva la Vida Fajita

Supper

IMHO, Pizza e Birra is good place to hangout, bit price food, but very cheap on happy hour. Taste of the food is good, depend on the chef, I like heir pizza, rissoto or pasta. I like their service and the restaurant ambience is very cozy. I don't judge not good base on my last visit to this place, I had some good experience there, especially at Pizza e Birra at Setiabudi, maybe I will revisit for review their pizza at Central Park Mall. See you guys...