Showing posts with label kopitiam. Show all posts
Showing posts with label kopitiam. Show all posts

Sunday, July 8, 2012

Donor darah untuk hidup yang lebih baik

Have a Big Heart, Give Blood

Giving = Living


7 Juli 2012, mentari mulai beraksi dengan memperlihatkan semburatnya, panas menyerang kulit. Tentu saja tidak membuyarkan niat untuk menikmati bakmi Bangka "Ahon", di Jl. Mangga 2, Duri Kepa. Hari ini appointment dengan Erwin untuk makan bakmi bareng, dilanjutkan dengan donor darah di Auto2000 Central Park Mall.

Seperti biasa, Bakmi Ahon selalu ramai dikunjungi orang-orang Bangka, yang doyan makan makanan daerah mereka sendiri. Dan selalu, favorit saya di sini, Lempah Bakut, Song Shui dan Mi Yamin Bangka-nya, menurut saya masih yang terbaik selama saya coba di Jakarta. Rasa dan porsi-nya pas. Perut kenyang, hati pun senang.

Next, kita lanjutkan untuk donor darah di Auto2000 Central Park Mall. Pukul 11:45, masih sepi, antrian tidak terlihat. Jadi kita putuskan untuk berkeliling di Carrefour terlebih dahulu, kemudian kembali ke Auto2000 masih dalam keadaan kosong, tetapi buku tamu-nya telah mulai penuh. Ternyata ada invansi besar-besaran dari karyawan SOGO untuk berpartisipasi dalam acara donor darah ini. Rame deh..

Antrian panjang sekali, and Ko Handoko(@han__dk) juga mau ikutan donor hari ini, jadi saya daftarin terlebih dahulu sebelum kehabisan kantong darah (lagi), mengingat pengalaman sebelumnya, kehabisan kantong darah sebelum waktunya. Karyawan SOGO ini rame sekaleeeeh, antriannya lama bener... Nunggu sekitar 30 menitan akhirnya tiba giliran saya untuk nimbang, cek hb dan cek tekanan darah. Alhamdulillah, tidak sia-sia vegan tidak rutin beberapa bulan ini, 55kg, hb >12.5, dan tekanan darah normal 120/80, semuanya normal! Demi medical check-up kemarenan! (lol)

Kemudian antri untuk pengambilan darah, Erwin mendapat giliran duluan, pengambilan darah berlangsung lancar 450 cc. Tetapi, ketika disuruh untuk 'menekan' lubang yang mengaga untuk pengambilan darah, Erwin malah melepasnya, dan croooooot darahnya muncrat aja gitu... Hiiiii....... *darah segar, kalo aku jadi Edward pasti langsung ga tahan ada darah segar nganggur muncrat gitu.. =3

Nunggu giliran saya, aduuuh lama bener, setengah jam kemudian masih belum giliran saya, sabar aja deh... Cek nama di kantong darah, sebentar lagi giliran saya, malah hampir barengan dengan ko Handoko. @_@ Padahal saya lebih lama mengantri, sungguh tidak adil! Tadi ada yang nyerobot antrian sih. Sambil ngobrol-ngobrol dengan Erwin dan Ko Han, ngobrol pake roaming, sampai tercetus, kalo nanti ada yang pingsan gimana yah?!

Finally, tiba giliran saya. Pengambilan darah berjalan lancar, karena ini juga bukan donor pertama, udah sering donor juga sebelumnya. Ngobrol-ngobrol dengan petugasnya, sambil nunggu darahnya mengalir ke kantong darah, ga berasa udah kelar juga 350cc. Kayaknya semuanya masih berjalan mulus, deramahnya belum di mulai. \(^,^)/

Donate your blood, for better life


Setelah ambil kartu donor dan susu, beresin semua perlengkapan. Terjadi pembicaraan singkat.

Erwin : Dee, langsung mau pulang ga?
Dee : Bentar lagi deh, nunggu ko Han kelar, paling bentar lagi
Erwin : Oke.

Kemudian saya fotoin ko Han yang sedang donor, terus minum susu Ultr*M*lk, dan buang ke tong sampah. Tiba-tiba...

Dee : Win, win, gw pusing win *agak panik
Erwin : *melihat lalu berbalik lagi
Dee : Win! Win! Gw mau pingsan win..!!!

Terjadi jeda sejenak

Dee : Win, Win! Mulai gelap win! *pegangan, melipir ke tembok

Dan semuanya gelaaaaaap............ Jreng Jreng... "AKU PINGSAN!" =))

Dan terjadi sedikit kegaduhan, didudukin di kursi, suara krasak krusuk terdengar. Saya didudukkan di kursi, ada yang ngambilin kursi agar kaki saya ditaruh lebih tinggi dari kepala, saya menyender.. Masih buram-buram gelap, tapi suara masih terdengar

Mas 1: Ada teh manis? Butuh yang manis-manis
Mas 2 : Ga ada teh manis.
Mas 3 : Dia keringat dingin...
Mbak 1 : Matanya jangan merem, jangan merem!
Mbak 2 : Teh Manis, teh manis!
Mas 4 : *Kasih tisu, entah siapa yang ngelapin keringat di jidat saya
Dee : Win, minta air putih, mau minum. *mata masih merem melek *masih gelap, ga kelihatan, seruput air putih ampe habis
Ko Han : Gw ke Toilet dulu yah..

Beberapa menit kemudian
Dee : Udah agak mendingan, win air putih lagi *sedikit demi sedikit mulai terang, udah ngak au ah gelap =3

Finally, dunia ini terang kembali! Saya kembali padamu yaoloh, pingsannya tidak pake lama. Next, I need something sweet, setelah pusing mau makan apa, akhirnya diputuskan makan di Kopitiam. Walaupun sebenarnya perut ini masih kenyang, tapi kepengen makan, gimana yah jelasinnya, lapar tapi kenyang, tapi kembung, mau makan tapi susah nelan! *iya hiidup saya ini ribet bin lebay! hahaha...

Setelah makan, akhirnya pulang ke rumah. Mandi, keramas, buang air besar, dan akhirnya saya lapar lagiih! Benar-benar kelaparan. Saya ter-Bella. Saya butuh darah segar sepertinya, mulut kehausan, kering dan kepengen makan!! *untunglah punya banyak cemilan di kamar, Oatbits dan sedikit coklat solusinya.

Setelah makan, BBM-an sebentar, tidak terasa saya 'pingsan' lagi. Niat tidur siang, bentaran doang, eh kebablasan. Jadi saya baru terbangun pukul 19:25 WIB, padahal ada janji untuk makan malam pukul 18:30. Jadilah banyak PING! dan missed call, maaf golongan darah B itu emang susah dibangunin kalo udah tidur! Jadilah aku ditinggal makan malam =( Mati gaya malam minggu di kamar doang, kelaparan dan bingung mau makan apa. Bella, kenapa kau tidur begitu lama, tidakkah kau kelaparan ingin makan sesuatu #ApeuSih

Intinya, sehabis donor darah, aku kecapekan, kayak jogging 2 jam dilanjutkan yoga 1 jam. Berat lah badan ini, tapi berasa lebih segar. Donor darah sampai pingsan? Hmm... Ga peduli sih, jadi pembelajaran aja sih, ga kenapa-kenapa juga, kayaknya kudu lebih banyak diam diri dulu sehabis donor, tidak langsung bergerak banyak dan minum something sweet. Kayaknya kadar gula darah juga lagi turun banyak, udah lama vegetarian di weekdays, jadi kadar gula darah agak kurang juga =3

Kapok? Tidak kapo, sekarang udah seger lagi, udah bisa hahahihi lagi... Mendonorkan darah kita untuk hidup yang lebih baik, darah baru yang lebih segar untuk tubuh kita. Membantu orang lain, membuat hidup yang lebih baik. Jadi, jangan ragu untuk mendonorkan darah Anda yah... Giving = Receiving = Living, donte your blood for better living.

Tuesday, June 26, 2012

Dee, Life Message from Tampines

Berbeda dari jalan-jalan di Singapore yang sudah-sudah, perjalanan kali ini yang memang tidak membawa misi jalan-jalan, ataupun menikmati objek wisata di Singapore, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit dan bertemu saudara. Bolak-balik Mount Elizabeth, untuk proses check-up yang untungnya tidak begitu ngejelimet tetapi dengan biaya yah cukup mahal tentunya. Tapi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik setelah check-up di Johor Bahru tidak menampakkan hasil yang memuaskan, mau tidak mau, Singapore menjadi tujuan selanjutnya.

Tapi topik kali ini bukan soal hospital tourism, tetapi menyoroti daerah Singapore yang mungkin jarang dikunjungi oleh para turis, Tampines area. Perjalanan ke Tampines sebenarnya tidak ada yang terlalu seru untuk diceritakan, area Tampines yang jauh dari pusat kota, dan dekat dengan bandara melihatnya di map MRT pasti sudah mengurungkan niat kesana. Tapi buat sebagian orang, yang menarik perhatian mungkin hanya IKEA saja yah.. And this time, I am not going there for IKEA, tetapi untuk bertamu ke rumah paman di Tampines Ave 7 BLK 391.

Paman memang sudah lama tinggal di Singapore, sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia, ada 3 orang paman yang diselundupkan ke Singapore. Dengan cerita mama, daripada mereka diwajibkan romusha, kakek lebih memilih untuk mengirim mereka ke Singapore dengan kapal kargo. Jadilah mereka luntang-lantung di Singapore, enggak tahu juga gimana caranya bisa bertahan hidup disana, tidak mau banyak tanya, sedih kalo mendengar cerita zaman pendudukan Jepang, dan tentu saja mama pada saat itu juga belum lahir, jadi tidak tahu apa-apa juga.

Paman kedua sudah lama tidak bekerja, sudah lama sakit-sakitan dan istrinya lah yang menjadi tulang punggung keluarga sebagai wanita karir. Ketika anak semata wayangnya perlu ikut wajib militer, bibi memutuskan untuk resign dan menjadi agent property dan buka butik kecil-kecilan agar bisa menjaga anaknya yang wajib militer, bila dia menjadi wanita kantoran, pasti sulit untuk bertemu anaknya. Now, untungnya anaknya sudah bekerja dan menghasilkan uang juga untuk orang tuanya. Tetapi paman yang 5 tahun lalu bermasalah dengan hati-nya, tahun lalu divonis kanker tulang ekor.

Kemungkinan sembuh sangat kecil sekali, kemoterapi rutin dilakukan, sebulan sekali, kondisi sempat drop tetapi sekarang sudah terlihat lebih segar. Sudah lama dia duduk dikursi rodanya, telah lama juga bibi tidak bekerja lagi untuk mengurusi paman di rumah. Satu hal yang aku pelajari disini, keluarga ini tetap tegar, mereka berani untuk melawan penyakit. Walaupun paman sudah tidak muda lagi, aku tidak ingat umur pastinya, tetapi sudah menginjak angka 60-an. Bibi bercerita seperti paman hanya terkena penyakit yang sepele, tidak ada kesedihan dalam suaranya, paman juga ngobrol seperti biasa, tidak ada keluhan walaupun beliau hanya bisa duduk di kursi rodanya. Dia mencoba untuk melakukan semua hal sendiri, makan sendiri dan maju mundur dengan kursi rodanya.

Makanan, isitrahat yang cukup, itu pesan untuk saya. Saluran televisi tentang konsultasi kesehatan selalu menjadi pilihan pertama, knowledge tentang penyakit itu sangat perlu untuk edukasi kita. Singaporean bisa banyak berbicara tentang penyakit walaupun tidak memiliki background kedokteran atau nursing. Sebenarnya aku juga dari dulu mendambakan acara televisi mengenai edukasi kesehatan, tetapi bukan promo konsultasi terapis. Basic knowledge sangat kita perlukan, agar tidak terjadi malpraktik oleh dokter lagi, tidak sembarangan mengkonsumsi obat dan menghindari obat-obatan yang keras.

Alhamdulillah yah, aku juga termasuk orang yang tidak mau minum obat, bukan karena suka makan obat, tetapi takut terhadap efek samping berkepanjangan akibat obat yang dikonsumsi. Tetapi bukan berarti anti obat, apabila keadaan mengharuskan untuk minum obat dokter, mau ga mau juga harus minum, tetapi sebisa mungkin menghindari antibiotik. Mencoba bersahabat dengan alam dengan minum-minuman herbal, self healing dan mencoba untuk melepaskan energi negatif dari tubuh tanpa campur tangan bahan kimia.

Pertemuan keluarga ini diakhiri dengan dinner bareng di Kopitiam Tampines. Yah tentu saja menu yang dipilih adalah makanan sehat, yang tidak berminyak dan terlalu berlemak. Sebenarnya saya sudah terbiasa untuk menjaga pola makan yang sehat, mengurangi MSG yang telah dilarang oleh pemerintah Singapore. Aku sudah tidak bisa untuk mengkonsumsi MSG yang berlebihan, akibat langsung yang ditimbulkan tentu saja rasa haus yang berlebihan, tenggorokan yang kering dan sariawan.

Dear reader, please keep away from junk food, instant food, or oily food. Sesekali boleh, tetapi yang benar-benar sesekali (sebulan sekali, coba jujur ama diri sendiri), bukan sehari sekali! Tanamkan di alam bawah sadar Anda, kalo junk food itu tidak baik untuk kesehatan, otomatis rasanya juga tidak bakal enak lagi. Tidak akan mudah tergoda, bisa mengalihkan keinginan ke makanan yang lain. Keep healty lifestyle, stay fresh and friendly with our nature. Get quality of life.