Dee ~ an Indonesian who wants to tell strories about life, book, travelling, cooking, food, photography, economy, politic, movie and love. Just read my story, hope you will like it. Let's begin and enjoy! ;)
Sunday, October 21, 2012
Tuesday, October 16, 2012
Dee, Karena Nila Setitik - Rusak Susu Sebelanga
16 Oktober 2012, Oryx Rotana Hotel, Doha. Hari ini bangun agak telat, jam 6 baru kebangun, padahal biasanya jam 4an udah bangun, enggak tahu kenapa hari ini berapa cape banget. Beres-beres mandi, kemudian sarapan lah pukul 7 AM. Kelar sarapan 7:45, saatnya perjuangan nyari taxi! Iya, di hotel ini susah banget dapat taxi-nya...
Tunggu punya tunggu, lihat orang-orang dijemput, rasanya asik banget, aku juga mau.. Tapi sedihnya ngak ada yang jemput, ya udah sih terima nasib aja, jangan suka meratap :))
5 menit, satu pun taxi ga ada yang lewat.. Ah tunggu lagi lah bentar..
10 menit... Karwa ga muncul juga batang hidungnya..
15 menit.. Lah kok ga ada yang masuk ke hotel..
20 menit.. Makin banyak yang antri taxinya, belum ada yang datang juga..
25 menit... Lah ini gw udah telat.. gimana ini?? Piyeee???
30 menit... Loooooh masih ga ada taxi juga, aku kan antrian pertama, makin banyak yang nunggu taxi..
33 menit... Taxi datang, siap-siap untuk masuk.. jriiiiiiit! Antrian gw disela ama orang Jepang, iiih ga tahu malu banget sih! Loooh kok ambil antrian gw ga pake minta izin!! Gw kan udah telaaaat!!!!!! Grr.. Ini 30 menit baru ada taxi, masa gw harus make limo lagi???!!
Grrrrr....! kesel tingkat panasnya Doha deh...
Tiba-tiba ada mobil lewat, ya udah sih, taxi gelap, naik aja, lebih mahal sih, Qar 20 sekali jalan, tapi dibandingkan nunggu taxi ga datang-datang lagi, kan ngeselin...
Akhirnya dapat mobil juga yang nganterin ke kantor.. QAR 20, mahal sih, jaraknya deket gini, tapi yah udahlah..
Orang Jepang itu ngeselin bener deh, pengen gw taboook! Mulai dari sekarang, tidak ada lagi anggapan kalo orang Jepang itu selalu sopan dalam mengantri!! Ini ada yang nyela, antrian gw lagi!! Grr....!
POKOKNYA ORANG JEPANG JUGA GA BISA NGANTRI DENGAN BAIK DAN BENAR!!!!
Paradigma Japanese teratur dan tertib hancur sudah! Karena nila setitik, rusak susu sebelanga! Kalo besok ketemu lagi, gw mau bikin perhitungan!!!!
Sunday, October 14, 2012
Dee, working in Sunday
Al Mathaf Tower 8th floor, Doha. First day training in Doha, woke up early, couldn't sleep after 3 AM, my body clock still Jakarta time. Tried to sleep, wash my face, then back to sleep. Hopefully this Sunday will not be too hard for me. Yeah, I'm in Doha, alone, and I'm Indonesian Chinese.
Its very difficult to find Karwa Taxi at hotel, and they didn't know where is Al Mathaf Tower, I was waiting for more than half hours, got 3 taxies driver didn't know where is Al Mathaf. So, I need to use car service from my hotel, which will cost me very expensive, about QAR 60, just for 4.5 km. The good news is my company will pay it later for me. Feel so good :)
Al Mathaf location, is the new place at downtown of Doha. Not yet become popular area, the view is very nice, we can see sea, yatch, boat from our office. Very enjoyable place to work.
Everyone are busy with their work, I come to one person to another, to got some techinical training for our application which applied in QNB Kesawan. Rule number 1, act like innocent, let them telling what they want to share with you, don't force them, and make them like very smart. Just one rule to survive in Qatar. And yeah, I will follow this rule.
My first 3 hours at office, still okay.. Will update later... And no lunch break at QNB Doha... Ciaaao...
Dee, Doha
10 Oktober 2012, akhirnya kabar itu datang juga, setelah visa diberesin, jadwal keberangkatan ke Doha diurus. Perut mulai mules-mules, soalnya bakalan ke Doha sendirian. Setelah berkali kali gagal ke Doha, akhirnya hari itu akan datang juga. Nervous tingkat parah.
11 Oktober 2012, kepala pusing, susah tidur, perut mules, ga fokus, besok malam akan terbang sendirian. Mules!
12 Oktober 2012, hari ini datang juga. Banyak yang bilang aku agak aneh hari ini, tentu saja, nervous ntar malam akan pergi sendirian. Akhirnya tukar dollar, pake uang sendiri. SPPD belum turun coba! kesal!
08:10 PM, taxi datang lebih cepat dari waktunya, yaudah sih langsung ke bandara biar lebih cepat.. udah jalan mau keluar tanjung duren, syal ketinggalan, bisa kedinginan di pesawat, akhirnya balik lagi. Then saatnya berangkat ke bandara. Alhamdulillah walaupun jalanan tersendat, nyampe di bandara pukul 9 PM.
Ternyata counter check-in di Qatar Airways udah panjang banget, antri deeeh.. Sambil ngelihat kelakuan penumpang yang aneh-aneh, deg-deg an lagi, apakah kali ini berhasil untuk check-in, siapa tahu gagal lagi :))
Alhamdulillah kali ini tidak ada hambatan, cuma mbak-nya merasa aneh gitu, tujuan akhir Doha, ga salah? kan yang lain pada transit :))
| Boarding pass CGK-DOH |
| Luggage Claim |
| Passport Stamp |
Perjalanan kali ini 100% disponsorin oleh perusahaan tempat bekerja, jadi pas masuk mau boarding lihat logo perusahaan dimana-mana, rasanya gimana gitu :))
| QNB Kesawan @Terminal 2, Soekarno Hatta International Airport |
Terbang bersama Qatar Airways, pilotnya cewe loh! Ga nyangka Qatar ga sekonservatif seperti yang dibayangkan! Tapi pramugari-nya agak ga ramah dan kurang helpful yah.. Ga kayak Singapore airlines atau Cathay Pacific yang lebay abis :))
| Qatar Airways |
Terbangun di tengah malah (5 PM Jakarta time), perjalanan masih 3 jam lebih untuk nyampai di Doha
| Flight to Doha |
| From Jakarta (CGK) to Doha (Doh) |
Sekitar pukul 4-an waktu setempat, akhirnya nyampai di Doha, lebih cepat dari jadwal seharusnya. Setelah ambil bagasi, segera mencari Oryx Rotana hotel untuk naik shuttle bus gratis. Finally.. Aku nyampe Doha..
Live tweet kalo dapat wifi yah! Cerita lainnya tunggu kalo sempat!
Labels:
dee,
Doha,
flight,
jakarta,
qatar,
qatar airways,
qnb kesawan,
visa,
waktu
Friday, October 5, 2012
Dee, Indonesia satu zona waktu, are you ready?
Menurut gosip yang beredar, tanggal 28 Oktober 2012 ini, pemerintah akan menetapkan satu peraturan baru untuk penyatuan waktu seluruh Indonesia. Ini wacana yang sangat serius, tapi terkesan disepelekan saja. Sosialisasinya masih sangat kurang, dan pasti banyak reader yang tidak pernah tahu tanggal penetapan penyatuan zona waktu ini. So, bagaimana pendapat Anda mengenai penyatuan satu zona waktu ini?
Dari Dee pribadi penyatuan zona waktu ini sesungguhnya agak tidak beralasan, kondisi Indonesia yang cukup lebar mengakibatkan Indonesia memiliki 3 zona waktu seperti sekarang. Wacana penyatuan zona waktu ini akan ber-impact ke berbagai bidang kehidupan di Indonesia. Sudahkan kita siap untuk itu? *MARI NGACA*
Perubahan GMT +7 menjadi GMT +8 di Jakarta, akan menjadi issue yang besar bagi Dee. Kenapa? Bayangin aja, waktu Doha yang berbeda 4 jam nanti akan berbeda menjadi 5 jam. Walaupun waktu kerja mereka 8:00 - 14:30, artinya pukul !9:30 masih conference.. Ermm.. Aku mau pulang kakak... Apalagi sebulan ini conference-nya senin-kamis, sehari minimal 2x. Untung jumat di Doha libur, kalo tidak, makin ribet aja dunia persilatan ini.
Pagi-pagi ke kantor pukul 07:15 dengan kondisi langit harusnya 06:15, masih gelap dong yah.. Yang penting ngak macet-macet banget aja sih.. Au ahhh gelaaap...
Semoga penyatuan satu zona waktu ini tidak berdampak lebih baik untuk Indonesia yang katanya untuk menyetarakan dengan pasar global dunia yang mostly +8, jadi kita tidak tertinggal 1 jam dari Hongkong, Singapore, China, Taiwan ataupun Malaysia. Hopefully memang akan lebih baik, bukan mengacaukan sistem perekonomian dan budaya yang telah ada.
Saturday, September 29, 2012
Dee, Jakarta, Love you but hate you too
Tahun ke-7 di Jakarta, sebenarnya sudah masuk ke titik jenuh untuk tetap tinggal di Jakarta. Tapi apa daya, mandat dari orang tua harus ditegakkan, kudu tetap stay di Jakarta. Yaudin, ikutin aja apa kata orang tua. Belu lama ini, pilkada jakarta putaran kedua telah dilakukna, hasilnya sang kotak-kotak memenangkan pertarungan melawan si Kumis, walaupun belum ditetapkan.
Sebelum pilkada, para pemilih kotak-kotak terus menerus berkampanye di media sosial, aaaah makin lama serasa makin menyebalkan, untungnya semuanya telah berakhir. Para pemilih kotak-kotak telah berstigma yang penting bukan kumis. Itu pilihan mereka, dan pilihan itu harus diapresiasi, tapi bukan berarti kotak-kotak juga boleh mencela orang yang memilih kumis, itu pilihan mereka juga. :)
Kampanye tidak membawa kepentingan partai??! hmm... Ini menjadi sorotan utama, 1 hari setelah Quick Count di umumkan, baliho dari partai berlambang garuda sudah eksis dimana-mana, "Pelopor perubahan Jakarta"? What? Apa yang sudah berubah? Ditetapkan saja belum, kerja aja belum kelihatan, sudah sibuk berkoar-koar, dan yakin nanti tidak membawa kepentingan partai?! Para pemilih yang budiman, saatnya Anda untuk bersikap kritis, tuntut pemimpin yang 'katanya' dipilih bersama-sama itu untuk membuat suatu lembaga yang bisa menerima aspirasi dan pengaduan dari Anda. Yang bisa memperkarakan pejabat yang bersamalah, bukan KPK, bukan juga polisi, MA atau sebagainya. Kita perlu suatu lembaga, dimana kita bisa menuntuk pemerintah/pejabat yang tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya, sehingga semuanya dikontrol oleh warga Jakarta nantinya.
Contoh jalan yang berlubang, tidak rata, seringkali menyebabkan kecelakaan, bahkan menimbulkan korban jiwa. Sampai saat ini, para pihak yang terkait terkesan cuek, karena mereka tidak mendapatkan sanksi apa-apa akibat kelalaian mereka. Mereka seolah-solah tidak memiliki tanggung jawab terhadap infrastruktur yang seharusnya menjadi tugas mereka.
Harapan untuk Jakarta yang baru bukanlah hal yang salah, semuanya menginginkan perubahan. Tetapi apakah pemimpin yang terpilih sekarang bisa mewujudkan hal-hal yang baru? Yakinkah penyelewengan anggaran tidak terjadi sama sekali? Banyakin berdoa aja kalau ada yang masih percaya.
Ketidakmerataan permbangunan nasional sebenarnya menjadi pokok permasalahan Jakarta. Sentralisasi elit ekonomi di pusat ibukota mengakibatkan daerah tidak berkembang. Silahkan berkunjung ke pulau sumatera, kalimantan, lihat bagaimana timpangnya dan serakahnya orang yang tinggal di pulau Jawa (untuk sulawesi/papua, belum pernah mendarat disana, jadi tidak bisa menjadikan referensi.
Dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, tentunya Jakarta membutuhkan fasilitas yang lebih banyak/baik, investor pun berbondong-bondong berinvestasi di lahan basah yang memberikan banyak keuntungan. Bisnis properti, banking, IT dan hospotality menjadi tonggak utama pertumbuhan Jakarta. Alhasil Jakarta semakin semrawut tak karuan. Macet, banjir, polusi udara menjadi santapan sehari-hari. For Jakarta, stop ngeluh, kita juga berdedikasi menyumbang semua itu, jangan menyalahkan pemerintah saja.
Banyak yang mengeluh kurangnya lahan hijau di Jakarta, pertanyaaannya apakah di rumah Anda sudah disediakan taman? Daerah resapan air? Menanam tumbuh tumbuhan? Kalau belum ada, sekarang saatnya untuk menanam, kalo tidak stop ngeluh.
Pembangunan mall-mall baru menjadi sorotan dan tidak memiliki kawasan hijau. Yang menjadi pertanyaaan, berapa % warga Jakarta yang mengunjungi taman setiap hari? Berapa banyak yang mengunjungi mall? Apakah taman/mall sekarang dipergunakan sebagaimana mestinya? Berapa banyak taman/mall di Jakarta? Berapa biaya maintenancenya? Apakah taman/mall terawat?
In my humble opinion, kita tidak perlu taman kota yang baru, ataupun pembebasan lahan baru untuk taman kota. Kenapa taman yang sudah ada tersebut dipermak sehingga menjadi lebih menarik, dilakukan promosi untuk menarik perhatian warga Jakarta. Bukan taman yang tidak terawat seperti sekarang. Percuma dibuat taman baru, tapi tidak dirawat/di-maintenance dengan baik. Apalagi perilaku mostly warga Jakarta, buang sampah sembarangan, apalagi kalo tidak ada yang melihat/orang yang dikenal di sekitarnya.
Pemimpin yang baru, juga diharapkan memperbaiki kawasan wisata di Jakarta. Komersialisasi daerah tujuan wisata itu perlu, demi penghargaan terhadap budaya/seni yang telah ada. Komersialisasi tidak harus mahal. Wondering, wisata pulau seribu di-komersialisasi seperti di Phuket, kita punya pantai/laut yang bisa menjadi magnet pula.
Atau kawasan pulau seribu dijadikan tempat exclusive, contohnya kawasan perjudian layaknya di Macao. Stop kontrol pemerintah terhadap kehidupan beragama, kita bisa memberlakukan regulasi yang baik dan benar seperti di Singapore/Malaysia. Warga lokal tidak diperkenankan untuk masuk ke kawasan tersebut, atau harus membayar mahal untuk masuk ke wilayah tersebut. Ini fungsi komersialisasi.
Birokrasi menjadi halangan utama, bertele-tele dan sangat merugikan. Wondering, kalau nantinya pemimpin yang baru berani mengubah segalanya, menbuat menjadi lebih simple, terbuka dan tidak banyak uang siluman. Kawasan night club di lokalisasi di satu daerah, tentu saja akan menarik banyak perhatian turis wisatawan lokal/mancanegara.
Untuk masalah macet, tentu saja transportasi umum perlu diperbaiki, semoga bukan hanya menjadi wacana. Metromini/bus yang tidak layak segera diganti. Bahkan kondisi TransJakarta sudah sangat memprihatinkan. Berapa kali terdengar di tahun 2012 ini, bus TransJakarta terbakar. Apakah ada yang dipidanakan? Sama sekali tidak, menyedihkan, kelalaian manusia yang mungkin bisa mengakibatkan korban jiwa, dibiarkan. Apabila telah jatuh korban, baru kelabakan mencari kambing hitam.
Menjadi supir TransJakarta, cukup menyedihkan. Seringkali terdengar, korban tabrakan dengan TransJ meninggal dunia dan yang dipidanakan adalah supir TransJakarta. Aneh... Bukankah pihak yang tertabrak di Jalur Busway yang seharusnya bersalah? Lagi ngapain mereka di Jalur Busway? Bukankah jalur itu hanya diperuntukan untuk TransJakarta? Walaupun terdapat keteledoran supir, tapi mengapa kita tidak melakukan tindakan preventif terlebih dahulu? Please yang biasa masuk jalur busway, segera berubah! Demi perubahan yang sebenarnya.
Untuk macet, bila Anda masih menjadi penyumbang kemacetan, dengan tidak menaati peraturan lalu lintas, menyerobot ketika traffic light merah, lawan arah, masuk ke trotoar, memakai joki, salah masuk jalur dan tidak berkendara dengan baik, lebih baik kita bersama-sama bercermin. Kita juga sebagai penyumbang macet dengan tidak memakai kendaraan umum, apalabila ada kendaraan umum yang nyaman, seberapa yakin Anda akan menggunakan kendaraan umum? IMO, lebih asik kendaraan pribadi, jadi STOP MENGELUH MACET! :)
Wednesday, September 26, 2012
Dee, Doha Masih Jauh
SCBD Parc. 19, akhirnya ada waktu untuk nge-teh juga sedari jam 8 pagi sibuk ngurusin printilan untuk training, 2 jam pusing cari penyebabnya, akhirnya kelar juga *pasang dasi. Beberapa waktu ini memang terkesan sangat sibuk dengan kerjaan sekarang, terlalu banyak masalah yang harus di take care dikarenakan keterbasan sumber daya IT yang ada sekarang, alhasil bos sering minta bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya tidak ada di jobdesc, jadi yah nikmatin aja, anggap aja sebagai belajar sesuatu yang baru.
Training sudah sebulan dilakukan untuk pengenalan core banking yang baru, kerjaan yang berat memang. Apalagi untuk men-train orang-orang yang sudah berumur, yang notabene telah dizona nyaman sistem yang lama, susah menerima ilmu yang baru ini. Kesabaran memang diperlukan apalagi untuk memperkenalkan sesuatu yang baru kepada orang yang telah berumur.
Pekerjaan sekarang sebenarnya lebih ringan, walaupun lebih sibuk. Terkadang kudu pulang telat hingga jam 9 malam, demi menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya bukan pekerjaan. Yang penting sekaang, segala sesuatu bisa diselesaikan pada waktunya. Yah memang saya cerewet, perfeksionis, jadi terasa sangat menyebalkan bagi sebagian orang, saya akan tunggu sampai orang tersebut menyelesaikan pekerjaannya, walaupun dia memiliki jabatan yang lebih tinggi. *siap-siap dipecat
Meeting tiap minggu dengan colleagues dari Doha, terkadang serasa nightmare, deg-degan dengan progress yang telah dilakukan oleh tim, beberapa sudah dalam kondisi merah. Tentu saja, task yang menjadi tugas saya harus diselesaikan dan bola bukan di tangan saya. Yah, berusaha selalu dalam kondisi aman. Lack of knowledge yang belum di-deliver dari pihak Doha menjadi gap yang utama. Tuntutan untuk transfer knowledge belum juga terlaksana, susah masalah birokrasi lingkungan kerja. Akhinya saya dijadwalkan ke Doha (lagi).
Cerita lucu minggu ini tentang Doha adalah, keberangkatan ke Doha, kembali tertunda, visa yang belum beres-beres dan setelah saya terima, kembali dengan tanggal lahir yang salah, walaupun cuma satu huruf, tapi akan berakibat fatal, saya kapok bolak balik ke bandara dua kali. Pokoknya sebelum semuanya dalam keadaan benar, saya baru akan berangkat ke Doha. Aneh tapi nyata, visa sudah 2x di-issue dalam keadaan salah.
Doha, Doha Doha... beberapa minggu ini saya mencoba mencari tahu salah satu ibukota di Qatar yang menjadi magnet bagi expat dunia. Apa yang menarik disana? Belum memiliki teman yang stay di Doha menjadi masalah utama, apa yang akan saya lakukan ketika weekend dan selepas office hour? Ah masih menjadi misteri ketika disana, semoga ada yang jadi tour guide :))
Monday, September 17, 2012
Dee, Borobudur Temple
| Pesonamu tak pudar dimakan zaman |
| Relief-mu bercerita tiada henti |
| Keheningan tak lekang oleh waktu |
| Bersama tak terpisahkan |
| Perlahan Termakan Usia |
| Menerima Perkembangan Teknologi |
| Saling Bahu Membahu |
| Tiada yang Lebih Tinggi Atau Rendah |
| Bersama, Kita Sejajar |
| Sendiri Tapi Tak Pernah Sepi |
| Menyimpan Sejuta Misteri |
| Misteri yang Tak Terjawab |
| Misteri yang Menjadi Pesona |
| Menjadi Gila itu Pilihan! |
Labels:
aneh,
borobudur,
buddha,
Candi,
gila,
jogjakarta,
misteri,
pesona,
relief,
stupa,
yogya,
Yogyakarta
Tuesday, September 11, 2012
Dee, New Job New Challenge
QNB Tower Lot 18 Parc. 19, tidak terasa sudah dua bulan kepindahan ke kantor yang baru, sejak Juli 2012, resmi bergabung bersama Qatar National Bank Kesawan (QNBK). Bank apaaah itu???! Pasti kalimat itu yang terlintas di pikiran Anda, kecuali untuk masyarakat Medan yang sudah terbiasa mendengar Bank Kesawan di Jalan Kesawan.
Singkat cerita, perpindahan kerjaan ini bermula dari desakan orang tua untuk bergabung di industri banking. Yah, kembali lagi untuk memenuhi kemauan orang tua, walaupun keinginan sebenarnya sudah ingin menjadi enterpreneur di kampung halaman, tapi apa daya, orang tua belum mengijinkan. Sampai sekarang belum dapat menentukan pilihan hidup yang benar-benar keputusan sendiri.
Selama dua bulan ini, menikmati proses transisi dari perusahaan lama ke perusahaan baru, working environment yang berbeda, eksekusi pekerjaan yang terasa lebih lambat dibandingkan perusahaan sebelumnya, dan working on target yang biasa dilakukan yang susah diterapkan kepada para division head yang kerjanya terasa lambat. Yah di usia yang 23 tahun ini, memang sulit untuk memaksa atau bekerja sama dengan para pentolan yang telah matang umurnya yang terbiasa dengan cara kerja mereka. Tapi perlahan, cara kerja harus berubah untuk kepentingan perusahaan dan challenge dari Qatar National Bank yang lebih besar.
Beberapa kali, data-data yang diperlukan untuk kepentingan pekerjaan harus di follow-up untuk di kerjakan oleh atasan ataupun division head lain, tunggu hingga jam 8 malam agar pekerjaan beres. Wasting time?! That's my job role, cara kerja yang dipertahankan demi kebaikan manajemen juga. Setidaknya saya diberikan kebebasan untuk menerapkan cara kerja ke QNBK, walaupun kepada yang jabatannya lebih tinggi.
Beberapa senior merasa aneh karena selalu mengiyakan apa kata atasan saya langsung, yang notabene IT division head dengan jabatan VP. Dengan jabatan yang lumayan tinggi dan orang nomor satu IT, ini caranya bermain cantik. Dengerin, pelajarin dan laksanakan apa yang disuruh dengan hasil yang maksimal. Jalan masih panjang, hal yang baru tidak boleh ditolak, semua diterima dengan batas maksimal yang bisa diraih.
Sekarang maybe saya menjadi orang tersibuk no. 5 di divisi IT, setelah IT Head dan 3 sub divisi head yang lain. Video conference yang seminggu minimal 2x, ngawasin training, berinteraksi dengan vendor, ngurusin server, arrange video conference dan meeting-meeting lainnya. Dengan English yang pas-pasan saya menjadi pentolan untuk korespodensi dengan pihak Doha, practice English secara langsung via video conference, dan untuknya mereka mengerti dengan pronounce yang seadanya. Karena perbedaaan waktu 4 jam antara Jakarta dan Doha, tentu saja sedikit memberi hambatan. Meeting pukul 8 pagi waktu Doha, artinya jam makan siang Jakarta, alhasil sering men-delay makan siang setelah meeting yang berkepanjangan dan beberapa issues yang harus di follow up. Yah makan jam 2 atau 3 deh kalo hari senin.
Ngomong-ngomong soal makanan, selama dua bulan ini, selalu dapat lunch box, Depot Tomang, bayangin aja 2 bulan tanpa henti makan begituan. Ngeluh? Yah sedikit sih, menu sama diputar-putar tiap minggu, sampai hafal hari apa menu-nya apa. Tapi keluhan dipendam saja, bagaimana tidak, salah satu vendor yang mengerjakan project, yang notabene orang India dan vegetarian, tiap hari hanya makan nasi putih + bumbu curry dan nasi putih + yoghurt. Tiap hari makan begitu dan dia telah menjalani project hampir setahun! Stop ngeluh! Kalau bosan makan, yah makan siang keluar aja =)
By the way, gossip-nya akan dikirim ke Doha minggu depan, visa-nya lagi di follow up, karena kunjungan pertama yang tidak jadi karena kesalahan birhtdate pada issued visa, kita lihat apakah kali ini akan berjalan lancar atau tidak. Mari ke Doha =))
Labels:
banking,
Doha,
Indonesia,
it,
job,
Kesawan,
pekerjaan,
perusahaan,
qatar,
Qatar National Bank,
QNB,
QNBK,
video conference,
visa
Sunday, August 12, 2012
Dee, TCM Tong Fang
Akhir-akhir ini social media heboh dengan joke bertema klinik Tong Fang. Lelucon-lelucon yang dianggap lucu dengan selengean tentang penderita penyakit. Maybe bagi kebanyakan orang itu LUCU, but for me, orang tua saya pelanggan TCM (Traditional Chinese Medication), joke seperti itu membuat risih, mendengar/membacanya.
Cerita awal keluarga saya menjadi pelanggan TCM dimulai sejak Mei tahun 2012 ini. Pengobatan alternatif dengan herbal menjadi pilihan, setelah pengobatan dengan dokter di rumah sakit tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Hampir setahun lalu, mama saya di diagnosa Trigeminal Neuralgia. Trigeminal Neuralgia merupakan salah satu penyakit saraf cukup langka yang lebih cenderung menyerang wanita usia di atas 40 tahun. Pengobatan di dokter spesialis saraf di Indonesia, Malaysia dan Singapore tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Pemberian obat (yang setelah saya selidiki hanya sebagai pain killer) tidak menunjukkan hasil. Obat diganti, tidak cocok ganti lagi, alergi ganti lagi, seperti kelinci percobaan oleh dokter-dokter saraf. Saya kasihan dengan mama saya, harus mengkonsumsi painkiller yang tidak baik buat tubuhnya. Info tentang Trigeminal pun mulai saya cari, mulai dari bertanya kepada teman-teman graduate S.Ked, tapi tidak banyak yang tahu tentang Trigeminal. Semuanya hanya memberi saran mengkonsumsi pain killer. Setelah saya selidiki, konsumsi zat kimia di obat tersebut secara berkepanjangan dapat menyebabkan 'ayan'.
Sedih, hancur... Saya kasihan dengan mama saya, akhirnya seperti saran dari @rezagunawan, saya mengajak mama saya untuk mencoba salah satu TCM di Singapore. Disana diberikan ramuan herbal, dan di akupuntur. Hasilnya juga tidak cepat, perlahan pain killer tidak dikonsumsi kembali.
Setelah sebulan, ada kabar bahwa di Johor Bahru, ada klinik TCM yang cukup terkenal, dan bayarnya 'terserah'. Dengan segala upaya, dan keinginan untuk sembuh, mama pun coba berkonsultasi disana. Setelah di akupuntur dan minum rabuan herbal, 2 minggu setelahnya keluhan Trigeminal udah tidak kambuh lagi. Amazing, bebas painkiller. Semoga mama tidak perlu lagi menanggung beban dan Trigeminal-nya tidak kambuh lagi.
Therapist-therapist di TCM bukanlah dokter cabutan. Mostly bersertifikasi dan mengeyam pendidikan sebagai dokter spesialis. Saya tidak tahu kondisinya di Jakarta, tapi dari beberapa dokter yang telah keluarga saya konsultasi mostly sudah bergelar Professor.
At last, mungkin saat ini TCM adalah bahan lelucon bagi kalian, karena keluarga kalian tidak ada yang sakit. Semoga keluarga kalian ga pernah sakit SELAMANYA.
Labels:
chinese,
dokter,
jakarta,
johor bahru,
joke,
klinik,
lelucon,
lucu,
malaysia,
medication,
neuralgia,
painkiller,
pengobatan,
saraf,
singapore,
tcm,
tong fang,
traditional,
trigeminal
Subscribe to:
Posts (Atom)