Showing posts with label chinese. Show all posts
Showing posts with label chinese. Show all posts

Sunday, March 24, 2013

Dee, Chinese New Year Eve 2013 Dinner

Shabu - Shabu
Big bowl of Meat Balls

Spring-roll

  
Sea cucumber, leeks, spleen fish, carrot, dan chicken


Shark fin soup
 
Brocolli, leeks, and chicken

Traditional fried chicken (red onieon & onion spice)

Pig flank, sea cucumber, shitake mushroom, onien with oyster sauce

home made sweet sour sauce for spring roll & chili sauce

vinegar and soy sauce with chili padi
Ready to CNY dinner
Start the party with Red Wine


All foods are cooked by my mom's. Chinese new year always remembering me that I still have a family who always wait for me at home. HOME SWEET HOME. Since I was young until now, we always have CNY dinner at home. Time to remember what had we donealong the year.

Sunday, August 12, 2012

Dee, TCM Tong Fang

Akhir-akhir ini social media heboh dengan joke bertema klinik Tong Fang. Lelucon-lelucon yang dianggap lucu dengan selengean tentang penderita penyakit. Maybe bagi kebanyakan orang itu LUCU, but for me, orang tua saya pelanggan TCM (Traditional Chinese Medication), joke seperti itu membuat risih, mendengar/membacanya.

Cerita awal keluarga saya menjadi pelanggan TCM dimulai sejak Mei tahun 2012 ini. Pengobatan alternatif dengan herbal menjadi pilihan, setelah pengobatan dengan dokter di rumah sakit tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Hampir setahun lalu, mama saya di diagnosa Trigeminal Neuralgia. Trigeminal Neuralgia merupakan salah satu penyakit saraf cukup langka yang lebih cenderung menyerang wanita usia di atas 40 tahun. Pengobatan di dokter spesialis saraf di Indonesia, Malaysia dan Singapore tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Pemberian obat (yang setelah saya selidiki hanya sebagai pain killer) tidak menunjukkan hasil. Obat diganti, tidak cocok ganti lagi, alergi ganti lagi, seperti kelinci percobaan oleh dokter-dokter saraf. Saya kasihan dengan mama saya, harus mengkonsumsi painkiller yang tidak baik buat tubuhnya. Info tentang Trigeminal pun mulai saya cari, mulai dari bertanya kepada teman-teman graduate S.Ked, tapi tidak banyak yang tahu tentang Trigeminal. Semuanya hanya memberi saran mengkonsumsi pain killer. Setelah saya selidiki, konsumsi zat kimia di obat tersebut secara berkepanjangan dapat menyebabkan 'ayan'.

Sedih, hancur... Saya kasihan dengan mama saya, akhirnya seperti saran dari @rezagunawan, saya mengajak mama saya untuk mencoba salah satu TCM di Singapore. Disana diberikan ramuan herbal, dan di akupuntur. Hasilnya juga tidak cepat, perlahan pain killer tidak dikonsumsi kembali.

Setelah sebulan, ada kabar bahwa di Johor Bahru, ada klinik TCM yang cukup terkenal, dan bayarnya 'terserah'. Dengan segala upaya, dan keinginan untuk sembuh, mama pun coba berkonsultasi disana. Setelah di akupuntur dan minum rabuan herbal, 2 minggu setelahnya keluhan Trigeminal udah tidak kambuh lagi. Amazing, bebas painkiller. Semoga mama tidak perlu lagi menanggung beban dan Trigeminal-nya tidak kambuh lagi.

Therapist-therapist di TCM bukanlah dokter cabutan. Mostly bersertifikasi dan mengeyam pendidikan sebagai dokter spesialis. Saya tidak tahu kondisinya di Jakarta, tapi dari beberapa dokter yang telah keluarga saya konsultasi mostly sudah bergelar Professor.

At last, mungkin saat ini TCM adalah bahan lelucon bagi kalian, karena keluarga kalian tidak ada yang sakit. Semoga keluarga kalian ga pernah sakit SELAMANYA.