Wednesday, April 25, 2012

Le Bouchon

I was with my boss at Kuala Lumpur, after long meeting with client at KLCC area. Tired and hungry, so it's time to EAT! We heard from our client that best western restaurant in town is Le Bouchon at 14 Jalan Changkat Bukit Bintang, 50200 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia. They was voted by the Tatler magazine for 8 consecutive years from 2003 till 2010 to be the best restaurant in town! Interesting!


Le Bouchon Menu

The Tatler best restaurant awards on the wall and they are running out of space

The restaurant was not busy at all at 6:30PM and I was doubting my pick now because the restaurant though very french looking, was also rather run down.

A sole waiter showed us to our table and brought us the menu. We were really hungry and unanimously, chose the gourmet dinner menu.


Gratin d’asperges aux truffes du Périgord et au Champagne (My Pick)
Gratin of asparagus with Champagne sabayon and black truffles from Périgord 
Or
Salade Périgourdine
Medley of imported lettuces, goose liver terrine, confit gizzards, smoked duck, Cognac sultanas vinaigrette



Soupe de moules noires au safran et légumes aromatiques
Black mussels and saffron soup with aromatique vegetables
Or
Coquilles St Jacques grillées et fricassée de champignons sauvages, sauce au Porto (My Pick)
Grilled sea scallops with wild mushroom fricassee and Port wine sauce



Carré d’agneau à la croute de fromage de chèvre, courgettes à la fleur de thym,
sauce au Cabernet sauvignon
Rack of lamb with goat’s cheese crust, roasted zucchinis with thyme flowers, Cabernet Sauvignon sauce
Or
Magret de canard rôti au miel de montagne, échalotes confites et fricassée de légumes aux tomates séchées au soleil (My Pick)
Mountain honey roasted duck breast, confit shallots and fricassee of vegetables with sundried tomatoes
Or
Filet de loup de mer grillé au fenouil, tomates rôties et sauce au caviar
Grilled fillet of seabass with fennel, roasted tomatoes and caviar sauce




Assiette de fromages de France non pasteurisés, pain et crackers
Assorted non pasteurized French cheeses, bread and crackers
Or
Crème brulée aux framboises (My Pick)
Crème brulée with raspberries
Or
Tiramisu à la mangue
Mango tiramisu (My Boss Pick)



The set dinner was RM148 per person. The portion was queit small (for my big tummy) especially the appetizer and the entree. The main though was a larger portion but it was barely enough.

Maybe that is what's to be expected for french fine cuisine. However, in terms of taste and ingredient, Le Bouchon is all deserving of its accolades.

The asparagus gratin with Champagne sabayon and black truffles from Périgord was wonderful. Perfectly cooked asparagus spears, seasoned with the sharp flavor of the truffle coin and champagne sabayon. The entree, perfectly grilled sea scallops accompanied by an incredibly deeleeceeous port wine sauce wild mushroom fricassee.

My Mountain honey roasted duck breast was done medium as requested. Still pink in the middle and the skin was golden brown. The confit of shallots was an excellent addition of saltiness to the meat while the fricassee of vegetables with sundried tomatoes help balance the acidity of the dish.

I regretted not ordering the tiramisu - the deconstructed version. I wanted to stay true to my choice and it was french cuisine! Isn't tiramisu, Italian? Anyway, I was thrilled to taste bits of burnt licorice candy covered by the strawberries and mint leaves. It was an interesting combination - creme brulee and licorice... XD

This meal sealed my fate as a true believer in french cooking techniques. The freshness of the food, cooked to perfection, not a tinge under, not a tinge over! The selection of the right ingredient to provide the best combination of flavors contributing to the overall taste of the dish. I was peering over to my boss's plate and noticed the leftover roasted shallot bulb, the stalk of rosemary, the garnish of strawberries et cetera. I felt sad that he was missing out on the overall flavor but at the same time, I am really glad as my plate was squeaky clean and I am beaming ear to ear contented



Saturday, April 21, 2012

Dee, Tracking at Merapi Mountain National Park


Alarm Blackberry menunjukkan matahari sudah perkasa menerangi langit Yogyakarta. Sudah terlalu siang untuk memulai hari, sedangkan teman yang lain juga masih tidur juga! Tidak peduli apa yang mereka lakukan, yang penting Dee bersih-bersih diri terlebih dahulu. Hari ini pak Sunjoto, driver kita, berjanji untuk membawa kita ke kawasan Kaliurang dan kawasan sekitar Merapi, tidak lupa sewa jeep! Very excited.

Tepat pukul 08:00, perjalanan ke Kaliurang dimulai dengan mengunjungi Museum Ulen Sentalu. Museum Seni Budaya yang sangat terawat ini, memamerkan berbagai koleksi Keraton. Ada guide yang akan menceritakan segala sesuatu yang ada di Museum ini tanpa textbook! Amazing, dia bisa menjelaskannya sampai ke detail-detail nama yang panjangnya ajubile! Tak lupa melihat koleksi-koleksi batik. Pokoke museum ini oke banget deh, wajib dikunjungi, namun kesempatan saat ini Ulen Sentalu tidak disorot dulu yah, soalnya kurang bahan, not allowed taken picture di dalam museum soal'e :p

Setelah dari Ulen Sentalu, Pak Sunjoto membawa kita ke Taman Nasional Gunung Merapi. Kondisinya sejuk, mirip-mirip di puncak kalo di Bogor. Kiri kanan kita akan melihat dataran hijau dengan pohon menjulang tinggi tanpa dedaunan akibat meletusnya gunung merapi November 2010 lalu. Yah, bisa dibilang alam ini mengagumkan dalam waktu singkat telah hijau kembali. Tak akan bisa terlupakan bagaimana dahsyatnya letusan gunung Merapi di tahun 2010. Letusan yang telah memporak-pandakan segala sesuatu yang dilalui oleh "wedus gembel". Semuanya tak terselamatkan, yang paling fenomenal adalah meninggalnya Mbah Marijan karena menolak untuk dievakuasi.

Taman Nasional Gunung Merapi merupakan view point Gunung Merapi, tepatnya di Bukit Pronojiwo. Tiket masuk ke Taman Nasional Gunung Merapi hanya Rp. 2,000.-/orang. Cagar alam ini cukup terawat dengan kondisi yang masih alami. Buat yang takut dengan monyet-monyet berhati-hatilah, karena banyak sekali monyet yang berkeliaran disini, mendekati Anda untuk meminta makanan. Tapi jangan takut, monyet-monyet tidak akan menyerang Anda bila Anda tidak membawa makanan. Jadi, berhati-hati aja yah..


Damar




Mari berfoto di 'Air Terjun'








Induk monyet sedang menggendong anaknya




Hijau dan pohon tinggi menjulang di Taman Nasional Gunung Merapi ini. Objek wisata yang biasanya menjadi 'primadona' adalah air terjun. Tapi, ternyata air terjunnya ngak ada airnya, kering! Hahaha.. Banyak turis lokal yang sibuk berfoto di Air Terjun yang kering ini, kita cuma bisa meringis. Tapi menikmati monyet-monyet yang berusaha mendekati para pengunjung untuk meminta makanan, dan ada monyet yang sedang menggendong anaknya yang masih berumur seminggu! Lucuk!..

Setelah menikmati 'air terjun', perjalanan dilanjutkan dengan tracking bukit Pronojiwo yang merupakan view point terdekat Gunung Merapi. Track 800 m menanjak dengan kondisi licin dan cukup curam. Ada satu track lagi yang lebih panjang dan lebih tinggi, dengan track 3,900 m! Membayangkan saja malas, apalagi ini tracking tanpa persiapan. Bayangkan, tracking dengan tanjakan curam, hanya memakai sandal jepit! Muahahaha..... NEKAT! Sebenarnya, di tengah perjalanan, sempat memutuskan untuk kembali saja, tidak meneruskan pendakian yang semakin lama semakin curam, dengan langit yang mulai mendung. Tapi masa udah jauh-jauh, berhenti gitu aja??! Heihooo..! Haram hukumnya, mana jiwa petualangannya..! Dan diyakinkan oleh mbok-mbok yang menemani dengan maksud jualan minuman dan snack ketika di puncak, kita diyakinkan track tersulit udah kita lewatin, tapi perjalanan masih panjang. Yah, lanjut! Maju taros pantang handak mundur leh! Finally, kita sampai di puncak Pronojiwo!!!! Semua kelelahan akibat penanjakkan hilang sudah oleh......... Pocari Sweet dan Chitato beli ama si mbok! Muahaahaa..

Scenery-nya lumayan stunning dan awesome, namun sayang awan tebal menyelimuti Gunung Merapi, sehingga tidak bisa melihat puncak gunung Merapi dari Bukit Pronojiwo, agak kecewa! Bayangkan kita udah nanjak lho!!!! Pake sendal jepit alay yang warna warni itu! Dari puncak bukit Pronojiwo bisa dilihat akibat letusan Merapi tahun 2010, sempat meluluh lantakkan daerah ini. Pohon-pohon tinggi tak berdaun berdiri dengan gagahnya. Pohon muda nan hijau mulai menunjukkan keasriannya, alam me-recovery dengan cepat! Amazing!

Yah, tak bisa dipungkuri, dampat negatif Gunung Merapi juga memberikan dampak positif bagi alam. Setelah letusan gunung Merapi, tanah akan semakin subur. Warga setempat bisa melakukan penambangan material yang berlimpah dari Gunung Merapi walaupun sebenarnya aktivitas ini ilegal. Karena mendung menghadang, bergegas turun dari Pronojiwo, tidak lucuk lagi kalo kehujanan di atas dan sangat berbahaya dengan sandal licin. Dan pastinya dibatalkan juga sewa jeep untuk mendekati merapi, soalnya sia-sia juga dengan cuaca mendung saat ini. Alam memang tidak bisa ditebak, jadi yah ambil gambar seadanya saja at that time. Untuk lengkap-nya check foto aja yah, biarkan mereka yang bercerita!














Friday, April 20, 2012

Dee, Candi Kalasan

Pernahkah Anda ke Yogyakarta?
Bila Pernah, pertanyaan selanjutkan adalah pernahkah Anda ke Candi Prambanan?
Then, pernah dengan mengenai Candi Kalasan?



Candi Kalasan merupakan salah salu candi peninggalan umat Buddha. Candi Kalasan berlokasi di Yogyakarta, tidak begitu jauh dari Candi Prambanan. Keberadaan Candi Kalasan 'agak' dipandang sebelah mata, dan bukan merupakan objek vital wisata candi di Yogyakarta. Lokasi Candi Kalasan, di pinggir jalan raya ga terlalu jauh dari Mbok Mberek *entah apa itu nama jalannya*, agak tersembunyi, namun masih kelihatan. Beruntung driver kita kali ini, Pak Sunjoto, mengajak kita ke Candi Kalasan, sekalian lewat sebelum ke bandara katanya. Soalnya sih waktu itu ada yang ngidam Es Dawet yang nampol banget sih! Es Dawet dengan gula jawa terenak dimakan seumur hidup yah di Jalan raya Prambanan, sumpah enaknya bikin ketagihan, lagi lagi dan LAGI! aaaah coba mbok-nya jualan gitu yah di Jakarta, pasti laris manis juga. Apalagi Jakarta panas gini, pasti sueeegerrrr-nya ajubileeeee! *malah ngelantur



Balik lagi soal Candi Kalasan, pas kunjungan kita sih, SEPI, ga ada orang lain selain kita dan petugas yang jaga loket. Entrance fee-nya sih Rp. 2,000 aja. Candi ini kalah pamor dari Prambanan atau Candi Sewu. Karena sepi, sehingga tidak terawat juga sih yah, lumutan dimana-mana. Petugasnya aja sambil tidur-tiduran gitu kayak di posko. Ayam-ayam berkeliaran di pelataran candi. Susunan batu di Candi Kelasan dominan lebih besar dibandingkan candi yang lain, pintu masuk candi-nya sih tinggi bener dan agak terjal, jadi mengurungkan niat untuk ngintip ada apaan, yah pertimbangan juga karena waktu udah mepet, mau ngejar waktu ke Bandara. 






Candi peninggalan Agama Buddha bisa diidentifikasi dari Stupa yang biasanya terletak pada atas candi. Bagi yang ngak tau apa itu stupa, pernah ke Candi Borobudur kan? Yah bentuk stupa seperti yang ada di lantai 3 dan 4 candi Borobudur, tempat untuk menaruh stupa (patung Buddha).



Sedang asyik-asyiknya mengambil gambar, tiba-tiba hujan! Huwaaaaa.. Kudu bergegas deh ke restoran terdekat untuk makan siang sebelum ke bandara. Cuaca memang sulit untuk diajak bersahabat kalo sedang travelling. Sebelum cabut, tiba-tiba ada capugn cantik terbang, hinggal disalah satu batu, ambil fotonya dulu yah, semoga nanti kalo Dee balik ke Kalasan ketemu lagi yah :* entah itu masih jadi capung ataupun jadi yang lain. Hihihihi...
Dragon Fly on The Rock

Kunjungan ke Kalasan sih emang tidak ada yang spesial, bisa dikatakan candi ini agak memprihatinkan dan tidak dipedulikan sama sekali. Semoga pemerintah Yogyakarta dan organisasi Buddhist di Yogyakarta lebih menggiatkan untuk melestarikan cagar budaya satu ini yah...


Saturday, April 14, 2012

Dee with Partikel



13 April 2012, Friday 13th, tepat pukul 4:44 PM, peluncuran novel terbaru Dewi 'Dee' Lestari resmi diluncurkan. Partikel, potongan terkecil dari suatu zat akhirnya terlahir juga! Setelah penantian 8 tahun, hari ini datang juga! Sekumpulan 'alien' berbondong-bondong ke toko buku untuk mendapatkan cetakan perdana! Lucky me, Dee bisa pesan via online di bukukita.com + discount 15%, Dan menerima buku-nya sebelum Partikel dijual di toko buku, jadi bisa curi start duluan.

Buku bercover hitam dengan font berwarna hijau ini sangat menarik perhatian. Sesak menyeruak di dada kala ingin merobek plastiknya. Book orgasm. Halaman pertama, Brad Pitt?! What?! Tapi tunggu dulu, kejutannya belum dimulai! Hahaha..

Perlahan tokoh Zarah mulai diceritakan dan dideskripsikan dengan detail. Zarah yang mendapat special treatment sedari kecil, yang membawanya ke hobby fotografi. Dari hobby-nya menjadi sumber penghasilan, membawanya ke pedalaman negeri ini dan melihat indahnya dunia ini. Hidup adalah petualangan! Bagaimana Zarah mencari seorang Pencari, dan Hara menjadi seorang Penjaga..

Deskripsi ayah Zarah, Firaz, yang seorang dosen mikologi yang berlaku 'aneh'. Ketajaman science dan penelitian mendalam teruji disini. Studi literatur hampir 8 tahun membuat Partikel benar-benar telah matang. Terlebih tentang dunia fungi. Berbagai teori kontroversi terpapar disini, terutama mengenai konsep Ketuhanan dan Asal Mula Manusia. Yup, untuk membaca dan mendalami buku ini, alangkah lebih baik Anda meninggalkan atribut keagamaan Anda, untuk menyelaminya. Open-minded sangat diperlukan disini.

Petualangan Zarah dari sebuah kampung di Bogor dan akhirnya bisa keliling dunia dari hobby-nya sebagai seorang fotografer sangat inspiratif. Berbagai keputusan hidup kontroversial, pembangkangan, keteguhan hati, persistensi, ego, pengkhianatan, kesetiakawanan, cinta dan lainnya tersaji dengan menarik tanpa romansa murahan.

Pengamatan terhadap cara hidup binatang juga tak lepas dari mata ibu suri. Ibu suri meracik ramuan ini selama 8 tahun. Racikannya terasa pas dan tidak berlebih, sesuatu yang kita sebut SEMPURNA. Gejolak emosi tak terhindar, kata demi kata mengguncang rima hati ini. Scene paling bikin mewek buat Dee adalah ketika Zarah mendapatkan 'gift' saat berada di pusat rehabilitasi orang utan di Kalimantan

Tidak hanya sampai disitu, Partikel menceritakan secara gamblang mengenai Alien, Crop Circle, Iboga, kehidupan di Afrika dan tidak lupa membawa petualangan ke London. Perjalanan alam bawah sadar juga tidak lupa dibahas disini. Bersahabat dengan alam adalah hal utama yang perlu disadari. Hubungan cinta dengan mahluk hidup, kesabaran fotografer, pengkhianatan teman, kemunculan alien, fenomena crop circle yang membingungkan disajikan dengan apik.

Namun setiap ada kesenangan tentu selalu diikuti dengan kesedihan. Penantian 8 tahun ini, berakhir dengan 5 jam saja melahap 500 halaman Partikel. Haruskan Dee menunggu lagi? Berapa lama lagi harus menunggu untuk kelanjutan Supernova? Hanya Ibu suri yang bisa menjawabnya. Sebagai reader, semoga kita terus bisa bersabar! Buat para @addeection yang belum memiliki buku ini, jangan sampai terlewatkan. Pasti menambah ketidaksabaran menunggu seri berikutnya. Buat ibu suri, Dee cuma bisa sembah sujud bisa meracik adonan seperti ini! Terasa pas dihati dan dipikiran. Can't wait the next book! Terima kasih telah menghadirkan buku ini!

With Love,
Dee

Friday, April 13, 2012

Songkran Festival

SONGKRAN! Everybody fly to Thailand for wet wet party! Songkran merupakan tahun baru buat warga Thailand, ibarat kata Lebaran di negara kita. Liburan songkran merupakan liburan terpanjang sepanjang tahun untuk warga Thailand, sekitar 5 hari. Jadi, bila para pelancong berbondong-bondong menuju ke Thailand, warga Thailand sendiri akan berlomba-lomba untuk bepergian keluar negeri. Setidaknya akan ke provinsi-provinsi kepulauan untuk menikmati festival air ini.

Dan yang ga kalah nge-hits saat pelaksaan songkran ini tak lain tak bukan adalah onderdil yang Anda gunakan selama perang air ini. Segala sesuatu yang nyentrik akan sangat terlihat menarik disini, disini letak 'fun'-nya. Tua, Muda, Kaya, Miskin, Laki, Perempuan, Bule, Asian, tanpa ada perbedaan semua akan menikmati festival air ini. Tidak ada yang marah, tidak ada yang kesal, semuanya dibawa 'fun' saja. Refill air tersedia di pinggir jalan demi menunjang kelangsungan 'perang' ini. Baik untuk warga lokal ataupun para pelancong.

Doraemon Water Gun! The most wanted item on Songkran 2011

Pumping Water Gun
Pump Water Gun
Penis Water Gun

Menggunakan pakaian tipis, ringan adalah wajib hukumnya. Hindari long pant karena akan membuat semakin berat saja kalau sudah basah. Pakailah short pant / tanktop lebih dianjurkan disini. Memakai bra ataupun topless bukanlah sesuatu yang haram, just enjoy the festival!

Serang siapa saja, tidak ada yang namanya kawan

Anak-anak versus orang dewasa

 Bule berbikini disemprot oleh anak lokal


Kalo water gun sudah kalah dibandingkan orang lain, saatnya gunakan ember atau gayung!

Jangan lupa membeli tepung, wet and sticky sambil bisa gerepe gerepe! hahahhaa


Sewa tuk-tuk sambil perang air! Its FUN!!!

 Buat yang sudah terbang ke Bangkok. Let's get wet,
Happy Thai New Year All!
Happy Songkran Festival!
Let's WET!