Showing posts with label gunung. Show all posts
Showing posts with label gunung. Show all posts

Thursday, December 27, 2012

Dee, 5cm

Nonton kali ini dipersembahkan oleh Jakarta yang hujan lebat selama 3 jam dan menyebabkan banjir diluar perkiraan sehingga gagal libur ke Dieng (lagi).

Kalau ada spoiler sana sini di tulisan kali ini, memang kayaknya di sengaja, jadi jangan lanjutkan dibaca kalo tidak mau spoiler. Tulisan ini ditulis oleh seseorang yang belum pernah baca buku 5cm, jadi yah harap maklum :p



Mengapa nonton film 5cm?
Karena tidak jadi naik gunung, nonton film orang naik gunung jadi juga lah.

Suka tidak dengan film ini?
Oke sih sinematografinya, kalo akting dan dialog-nya sih... Tsk Tsk Tsk...

Siapa cast favorit di film ini?
Igor Saykoji, nonton aja kalo tidak percaya. Aktingnya simple tapi paling nampol, apalagi endorse Indomie mulu, ga heran tuh badan gendut melulu

Siapa cast yang menurut kamu ngak layak di film ini?
Fedy Nuril pastinya, akting datar, letoy banget sepanjang di film.
Denny Sumargo, itu akting yah?? Oooohhh....

Yang paling berkesan di film 5cm?
View dari puncak Mahameru, wooooiiii gw harusnya naik ke Dieng, lihat view begitu jugaaaak tahuuuu!

Yang paling disukai di film 5cm?
Yah cinematografi yang epik aja sih, selain itu yah..... Setidaknya ngasih view gw ke naik gunung, walaupun gw ga jadi ke Dieng :| 

Nilai minus di film 5cm?
Waaah,, Anda salah bertanya.. Banyak niiih..
- Nasionalisme klise.... Meeeeh... Tak tergugah dengan dialog/pidato seperti itu.. Meeeeeh...
- Masa orang sekaya Arial di film tersebut naik kereta ekonomi seharian ke Malang??? Helloooooo???
- Akting yang ermmmm.... Ooohhh...
- Naik gunung boleh kali rambutnya diikat, masa ke puncak Mahameru perlengkapan segitu doang?
- Batu-batu nya boleh kali dibuat lebih alami, masa batu dari gunung BULAT BULAT
- Sepengalaman saya naik gunung, tidak boleh loh naik tanpa adanya tour guide lokal, berbahaya, karena film ini untuk dipertontonkan, ini nilai minus yang sangat fatal, menunjukkan naik gunung di Indonesia itu tidak aman
- Sepengalaman saya juga, orang naik gunung itu pasti saling bantu membantu, walaupun ga kenal satu sama lain, pasti dibantu. Nah ini, udah ada yang hampir mati, luka-luka, ga ada yang bantuin sama SEKALI?! Heloooooow??! Bukan kah ini menunjukkan orang Indonesia tidak ada rasa empati sama sekali? Sampai ke puncak, bergerombolan orang, ada kali 50 orang, tapi masa ada yang hampir mati ga ada yang nolongin. Indonesia? No?
- Pidato yang cheesy yang buat gw tidak makin cinta sama warga negara Indonesia
- Indonesia punya segalanya, tidak perlu ke luar negeri????! Ciiih..... Katak dalam tempurung kalo begitu..

Udahan yah.. Sekian.. Buat yang suka sekali sama film ini, maaf-maaf aja kalau tulisan ini MENYEBALKAN. Gw suka banget kok sinematografi film ini, JEMPOL. By the way, selamat yah buat 5cm yang penontonnya sangat banyak! Semoga perfilman Indonesia makin sukses yaaah....

Saturday, April 21, 2012

Dee, Tracking at Merapi Mountain National Park


Alarm Blackberry menunjukkan matahari sudah perkasa menerangi langit Yogyakarta. Sudah terlalu siang untuk memulai hari, sedangkan teman yang lain juga masih tidur juga! Tidak peduli apa yang mereka lakukan, yang penting Dee bersih-bersih diri terlebih dahulu. Hari ini pak Sunjoto, driver kita, berjanji untuk membawa kita ke kawasan Kaliurang dan kawasan sekitar Merapi, tidak lupa sewa jeep! Very excited.

Tepat pukul 08:00, perjalanan ke Kaliurang dimulai dengan mengunjungi Museum Ulen Sentalu. Museum Seni Budaya yang sangat terawat ini, memamerkan berbagai koleksi Keraton. Ada guide yang akan menceritakan segala sesuatu yang ada di Museum ini tanpa textbook! Amazing, dia bisa menjelaskannya sampai ke detail-detail nama yang panjangnya ajubile! Tak lupa melihat koleksi-koleksi batik. Pokoke museum ini oke banget deh, wajib dikunjungi, namun kesempatan saat ini Ulen Sentalu tidak disorot dulu yah, soalnya kurang bahan, not allowed taken picture di dalam museum soal'e :p

Setelah dari Ulen Sentalu, Pak Sunjoto membawa kita ke Taman Nasional Gunung Merapi. Kondisinya sejuk, mirip-mirip di puncak kalo di Bogor. Kiri kanan kita akan melihat dataran hijau dengan pohon menjulang tinggi tanpa dedaunan akibat meletusnya gunung merapi November 2010 lalu. Yah, bisa dibilang alam ini mengagumkan dalam waktu singkat telah hijau kembali. Tak akan bisa terlupakan bagaimana dahsyatnya letusan gunung Merapi di tahun 2010. Letusan yang telah memporak-pandakan segala sesuatu yang dilalui oleh "wedus gembel". Semuanya tak terselamatkan, yang paling fenomenal adalah meninggalnya Mbah Marijan karena menolak untuk dievakuasi.

Taman Nasional Gunung Merapi merupakan view point Gunung Merapi, tepatnya di Bukit Pronojiwo. Tiket masuk ke Taman Nasional Gunung Merapi hanya Rp. 2,000.-/orang. Cagar alam ini cukup terawat dengan kondisi yang masih alami. Buat yang takut dengan monyet-monyet berhati-hatilah, karena banyak sekali monyet yang berkeliaran disini, mendekati Anda untuk meminta makanan. Tapi jangan takut, monyet-monyet tidak akan menyerang Anda bila Anda tidak membawa makanan. Jadi, berhati-hati aja yah..


Damar




Mari berfoto di 'Air Terjun'








Induk monyet sedang menggendong anaknya




Hijau dan pohon tinggi menjulang di Taman Nasional Gunung Merapi ini. Objek wisata yang biasanya menjadi 'primadona' adalah air terjun. Tapi, ternyata air terjunnya ngak ada airnya, kering! Hahaha.. Banyak turis lokal yang sibuk berfoto di Air Terjun yang kering ini, kita cuma bisa meringis. Tapi menikmati monyet-monyet yang berusaha mendekati para pengunjung untuk meminta makanan, dan ada monyet yang sedang menggendong anaknya yang masih berumur seminggu! Lucuk!..

Setelah menikmati 'air terjun', perjalanan dilanjutkan dengan tracking bukit Pronojiwo yang merupakan view point terdekat Gunung Merapi. Track 800 m menanjak dengan kondisi licin dan cukup curam. Ada satu track lagi yang lebih panjang dan lebih tinggi, dengan track 3,900 m! Membayangkan saja malas, apalagi ini tracking tanpa persiapan. Bayangkan, tracking dengan tanjakan curam, hanya memakai sandal jepit! Muahahaha..... NEKAT! Sebenarnya, di tengah perjalanan, sempat memutuskan untuk kembali saja, tidak meneruskan pendakian yang semakin lama semakin curam, dengan langit yang mulai mendung. Tapi masa udah jauh-jauh, berhenti gitu aja??! Heihooo..! Haram hukumnya, mana jiwa petualangannya..! Dan diyakinkan oleh mbok-mbok yang menemani dengan maksud jualan minuman dan snack ketika di puncak, kita diyakinkan track tersulit udah kita lewatin, tapi perjalanan masih panjang. Yah, lanjut! Maju taros pantang handak mundur leh! Finally, kita sampai di puncak Pronojiwo!!!! Semua kelelahan akibat penanjakkan hilang sudah oleh......... Pocari Sweet dan Chitato beli ama si mbok! Muahaahaa..

Scenery-nya lumayan stunning dan awesome, namun sayang awan tebal menyelimuti Gunung Merapi, sehingga tidak bisa melihat puncak gunung Merapi dari Bukit Pronojiwo, agak kecewa! Bayangkan kita udah nanjak lho!!!! Pake sendal jepit alay yang warna warni itu! Dari puncak bukit Pronojiwo bisa dilihat akibat letusan Merapi tahun 2010, sempat meluluh lantakkan daerah ini. Pohon-pohon tinggi tak berdaun berdiri dengan gagahnya. Pohon muda nan hijau mulai menunjukkan keasriannya, alam me-recovery dengan cepat! Amazing!

Yah, tak bisa dipungkuri, dampat negatif Gunung Merapi juga memberikan dampak positif bagi alam. Setelah letusan gunung Merapi, tanah akan semakin subur. Warga setempat bisa melakukan penambangan material yang berlimpah dari Gunung Merapi walaupun sebenarnya aktivitas ini ilegal. Karena mendung menghadang, bergegas turun dari Pronojiwo, tidak lucuk lagi kalo kehujanan di atas dan sangat berbahaya dengan sandal licin. Dan pastinya dibatalkan juga sewa jeep untuk mendekati merapi, soalnya sia-sia juga dengan cuaca mendung saat ini. Alam memang tidak bisa ditebak, jadi yah ambil gambar seadanya saja at that time. Untuk lengkap-nya check foto aja yah, biarkan mereka yang bercerita!