Monday, February 6, 2012

Dee, Day trip to Tioman Island

Banyak teman yang bertanya kepada Dee, kenapa tidak pernah menulis tentang travelling article. Sebenarnya keinginan itu ada untuk share dengan para reader, tapi karena waktu yang tidak menginzinkan dan terdapat kekurangan soal hal mengingat nama daerah, seringkali artikel yang setengah jadi itu batal di publish karena tidak terjaga kredibilitasnya. Yah sebagai Virgo yang bergolongan darah B, haram hukumnya untuk tidak menjadi perfeksionis :p

Buat sebagian warga Indonesia, negara Malaysia akan membuat mood menjadi jelek. Tapi bagi Dee, Malaysia pernah menjadi negara nomor 2! Yeaaah I Love Malaysia! Stop being racist, apapun keadaan politik yang terjadi, apapun perselisihan yang ada tidak menjadi alasan kita bersikap arogan atau antipati. Tidak nasionalis? I don't think so. Sikap nasionalis tidak harus ditunjukkan dengan membenci negara lain atau berbuat rasis terhadap negara lain, apapun isu politik yang beredar bukan alasan juga untuk memupuk benih permusuhan. *loh kok jadi ceramah begini?!

Pada kesempatan kali ini, Dee mau share tentang kunjungan beberapa waktu lalu (sudah cukup lama sih). Setelah perjalanan ke gugusan pulau di Mersing, perjalanan di lanjutkan ke Tioman Island. Dari pulau besar, kembali ke Mersing dan dilanjutkan dengan perjalanan kapal sekitar 2 jam ke Tioman Island dengan harga tiket RM 35/pax. Kabarnya untuk mencapai Tioman ada beberapa alternatif, tapi karena udah di Mersing, alternatif terbaik adalah naik kapal. Untuk dari KL/Singapore bisa lewat jalur darat, Dee ga tau persisnya berapa jam, tapi kayaknya perjalanan bakalan agak berat. Bisa juga dengan pesawat, tapi Dee juga ga taw jadwal flight pesawat kecil exclusive tersebut. Hanya mengumpulkan info dari Johor ke Mersing then dilanjutkan lagi dengan kapal ke Tioman Island. Dengan informasi seadanya dan modal nekat perjalanan pun dimulai.

Setelah terombang ambing dilaur selama di laut dengan beautiful scenery, akhirnya kita pun tiba di Tioman Island dengan selamat. Satu kata WAH! Pasir putih bersih, laut bersih, mangroove terawat dan tentunya SEPI! Yeaaay! Entah kenapa cenderung sepi, padahal Tioman merupakan salah satu dive-spot yang oke punya. Tapi kali ini kita hanya akan snorkling aja disini.


Di Tioman kita mendapat penginapan dengan harga RM 200 juga, hampir sama dengan yang ada di pulau Besar. Namun, di Tioman Island ini masih bisa membeli makanan yang dijual oleh penduduk setempat, ada juga restaurant yang menjual makanan dengan rasa original masyarakat laut. Sedikit bumbu dengan rasa original seafood. Yah berasa dikampung lagi! Untuk soal view scenery di Tioman Island, check it out yah :)





How to reach there? SWIM! LOL



Tioman Island merupakan salah satu cagar budaya, disini banyak ditemukan binatang tropis eksotik seperti biawak, kura-kura, monyet hitam berekor panjang cengkok (di kampung Dee dipanggil nya begitu), ada juga sigung, kadal dan binatang-binatang lainnya. Binatang-binatang disini cukup jinak dan bersahabat dengan turis, tentunya jangan melakukan tindakan-tindakan bodoh tentunya.






Terumbu Karang yang telah mati

Terumbu Karang, indah sekali
Setelah berjalan keliling pulau dan makan siang, selanjutnya snorkling. Kali ini benar-benar jauh berbeda dengan di gugusan pulau Mersing. Di Tioman Island, mata benar-benar dimanjakan, terumbu karang dan ikan yang terlihat benar-benar bikin tak bisa berkata-kata. Ikan berwarna-warni, hilir mudik kesana kemari, menemani kita berenang, Anda benar-benar akan dimanjakan. Buat yang sering meremehkan pariwisata negara Malaysia, coba kunjungin Tioman. Tapi Tioman Island tidak ada apa-apanya dibandingkan Sipadan Island di Tawau, yang di-claim oleh pemerintah Malaysia, tapi saya lebih setuju mereka yang mengelolanya, sampai sekarang memang sangat terawat dan stunning! Dengan resort-resort mewah disana, tak salah Sipadan di-claim menjadi best diving spot.

Balik lagi ke Tioman Island, pengalaman snorkling ditemanin dengan ikan yang berjumlah banyak dan sangat bersahabat membuat tak bisa terlupakan. Kamera tak henti-hentinya menjepret moment di bawah laut, tak henti-hentinya ikan-ikan menghampiri, Dee sampai susah untuk menghindari dari ikan-ikan tersebut. Hehhee.. Luar biasa.. 


























Narcist

Setelah island hoping, selanjutnya kembali mengelilingi pulau dan menikmati sunset. Pengalaman yang ruar biasa. Setelah itu dilanjutkan dengan dinner di restoran lokal yang menyajikan ikan panggang yang lumayan segar, dengan harga yah cukup murah juga untuk  ukuran sekelas restaurant. Beach + beer + snack = Party till drop! Woooohoooo!





Keesokan harinya, saatnya meninggalkan Tioman dengan speed boat dan tiba di Mersing dalam waktu 1.5 jam, dilanjutkan dengan jalan darat dari Mersing ke Johor Baru di City Square Mall selama dua jam. Akhirnya nyebrang lagi ke Singapore dengan bus Causeway dengan tarif SGD 1, tapi inget, kudu lewatin imigrasi juga. Tiba di Woodlands Station naik bus lagi ke Kranji Station, dari situ tinggal lanjutin MRT/bus deh ke destination berikutnya di Singapore.. Kalo ada yang ingin ditanyakan langsung hubungi Dee aja yaah.. Selamat liburan!

Dee, trip to Mersing

Banyak teman yang bertanya kepada Dee, kenapa tidak pernah menulis tentang travelling article. Sebenarnya keinginan itu ada untuk share dengan para reader, tapi karena waktu yang tidak menginzinkan dan terdapat kekurangan soal hal mengingat nama daerah, seringkali artikel yang setengah jadi itu batal di publish karena tidak terjaga kredibilitasnya. Yah sebagai Virgo yang bergolongan darah B, haram hukumnya untuk tidak menjadi perfeksionis :p

Buat sebagian warga Indonesia, negara Malaysia akan membuat mood menjadi jelek. Tapi bagi Dee, Malaysia pernah menjadi negara nomor 2! Yeaaah I Love Malaysia! Stop being racist, apapun keadaan politik yang terjadi, apapun perselisihan yang ada tidak menjadi alasan kita bersikap arogan atau antipati. Tidak nasionalis? I don't think so. Sikap nasionalis tidak harus ditunjukkan dengan membenci negara lain atau berbuat rasis terhadap negara lain, apapun isu politik yang beredar bukan alasan juga untuk memupuk benih permusuhan. *loh kok jadi ceramah begini?!

Pada kesempatan kali ini, Dee mau share tentang kunjungan beberapa waktu lalu (sudah cukup lama sih). Sebenarnya kunjungan dimulai dari keliling Singapore, tapi kali ini cerita tentang Singapore-nya ga akan terlalu diekspos yah. Ceritanya setelah 'agak bosen' di Singapore, dan bingung mau ngapain lagi Dee dan teman-teman memutuskan untuk nyebrang ke Johor Bahru (JayBe atau JB). Untuk mencapai JB dari Singapore sebenarnya ga terlalu susah dan sangat murah, bisa menggunakan BIS SMRT 170 atau 171. Setelah menikmati Chinese Garden yang terkesan kayak di kampung, hijau, udara segar di tengah hingar bingar gemerlap kota Singapore, kita pun melanjutkan perjalanan ke stasiun Kranji (Red Line NS7). Dengan modal nekat dan kebingungan mencari pangkalan bus-nya dimana setelah keluar dari MRT (biasanya ada teman/saudara yang nyetir jadi belum pernah naik bus). Finally setelah lari-lari akibat hujan, ngeliat ada antrian bus dan ada yang teriak "JB JB, Johor!", ya udah kita pun naik bus warna kuning Causeway, dan yang kita naikin bukan SMRT, ini bus milik Johor dengan tarif nyebrang ke JB hanya RM 1 saja! (FYI : JB-Woodlands SGD 1) Agak surprise murah amat yach?! Setelah nyampe di Woodlands kita pun turun, masuk ke imigrasi untuk melegalkan segala macam dokumen untuk masuk ke negeri orang. Dan tetep diwarnain dengan kecelakaan kertas keselip dan bikin panik soalnya diperlukan untuk keluar dari Singapore nantinya. Untungnya cuma keselip, kagak ilang, ampe dimarahin petugas imigrasinya soalnya 'nuduh' petugas imigrasinya udah ngambil. *padahal udah naik bus, bus-nya mau jalan, Dee teriak-teriak keluar lagi, heboh deh di bus :))

Dari Woodlands bus mulai bergerak di tengah hujan lebat yang mulai mengguyur. Melewati jembatan penyebrangan yang rame banget dan untungnya jalur busway benar-benar khusus buat bus, jadi bus masih bisa bergerak untuk masuk ke daerah teritori JB (perjalanan sekitar 10menit saja), akhirnya tiba di imigrasi JB, yah seperti biasa urus dokumen yang ada sebagai wisatawan legal :)) Setelah nyampe di imigrasi, kita pun kembali mencari bus causeway yang akan berangkat untuk ke City Square mall karena hotel yang kita booking masih di daerah City Square. Ehtapi, ternyata City Square itu cuma dibelakang imigrasi, ga perlu naik bus, cuma on foot aja bakalan nyampe di City Square Mall (maklum biasanya ga pernah hafalin jalan di negri orang, apalagi ada yang jadi supir, its my bad habit ga pernah mau ngafalin jalan selama ada yang nyetirin dan biasanya tidur).

Setelah nanya-nanya ama penduduk lokal dengan bahasa Melayu yang fasih, akhirnya ketemu juga jalan menuju hotel yang telah kita book via Agooda. Setelah bersih-bersih kita pun melanjutkan kuliner ke daerah sekitar hotel yang terkenal dengan seafood-nya yang lumayan murah. Ikan pari segede badan, sotong segede tangan, aaaaah enaknya! Malam-malam kita mengitari daerah Little India disana, sambil nyemil Prata dan diakhiri dengan shopping + nonton midnite di City Square. Yah walaupun weekdays masih ada jadwal film pukul 11an. Keesokan harinya itulah tujuan utama wisata kali ini, Mersing! Yah pantai yang nan eksotik dan konon katanya 'sepi'. Perjalanan dimulai dengan menyewa travel car ke Mersing, perjalanan ditempuh sekitar 2jam dari JB.

Yah ternyata benar, daerah ini sangat sepi sekali, tak terlalu banyak wisatawan selain kami. Tawar menawar penyewaan kapal seharian pun tak bisa terelakkan, sebagai ujung tombak tawar menawar Dee pun menggunakan skill bahasa Melayu fasih biar kelihatan seperti orang Malaysia (FYI di kampung Dee bahasa utama bahasa Melayu bukan bahasa Indonesia, ini perlu dicatat!). Yah tawar menawar berakhir di angka RM 180 untuk sewa kapal seharian sekalian island hoping. Hotel yang kita booking di pulau Besar, dengan kondisi seperti di kampung Dee, rumah kayu di atas laut, hihihi... Seperti Wisma Apung di Karimun Jawa dengan service dan kondisi yang jauh lebih baik.

Karena memang tujuan wisata kali ini untuk menyepikan diri, jadi kita benar-benar memanfaatkan fasilitas makan di penginapan ini. Penginapan kali ini kami dapat dengan harga RM 200 per night, dengan biaya tambahan biaya untuk BBQ sesuai dengan apa yang kita pesan, tak terlalu mahal kok ;)

Setelah makan siang saatnya untuk next agenda, Island hoping kita mulai dari sekitar pulau besar, snorkling time..!! Sewa alat snorkel sekitar RM 15 per person. Kondisi pantai yang bersih, air yang biru, pasir yang putih dan terumbu karang yang berwarna warni pun tersaji di depan mata. Namun sayang tidak terlalu banyak ikan yang terlihat, dan ikannya ga bisa diajak berenang bareng, masih pada 'shy shy fish' aka malu malu ikan! :)) Setelah dari Pulau Besar kita pun beranjak ke gugusan pulau lain disini tapi maaf Dee ga bisa inget namanya! Kalo inget lagi Dee update yaa! Untuk terumbu karang dan ikan-ikan disini juga tak terlalu jauh berbeda karakteristiknya,, kita mengunjungi 4 pulau lain karena kondisi ombak yang cukup tenang. Setelah kunjungan dan snorkling di 4 pulau tersebut, kita pun kembali ke pulau Besar.

Untuk urusan view, boleh dikatakan gugusan pulau Mersing masih kalah dengan yang ada di Karimun Jawa. Tapi untuk urusan menyepikan diri, kayaknya pantai dikawasan Mersing bisa menjadi salah satu alternatif karena harga yang ditawarkan tidak begitu mahal. Tak ada keramaian, tak ada hingar bingar city light.. Hanya suara ombak dan burung-burung yang kadang-kadang berkicau.

Bagaimana indahnya keadaan alam disana? Biar foto saja yah yang mendeskripsikan yah!

Pulau Besar













Pulau Besar

Jembatan tak terawat

Penginapan di Pulau Besar

Setelah dari gugusan pulau di Mersing ini, Dee dan teman-teman melanjutkan ke Tioman Island. Di pulau ini segalanya serba waaah! Patut disejajarkan dengan Bintan. Tunggu yah pos selanjutnya

Thursday, February 2, 2012

Dee and Chinese New Year 2012



22 Januari 2012, Chinese New Year Eve, dan setidaknya Dee berasa dirumah hari ini, terhitung 2 tahun sudah tidak pulang kampung. Chinese New Year tahun lalu Dee habiskan waktu di Jakarta, ngucapin "Xin Nian Khuai Le" hanya lewat telepon saja. Tahun lalu, Chinese New Year Eve pun dihabiskan dengan makan bareng temen yang ga pulang kampung di Clover Place dan karaoke di Inul Vista. Finally tahun 2012 ini bisa kembali bareng keluarga lagi, tapi rencana yang telah disusun agak berantakan soalnya di kampung dalam keadaan sakit, mimisan terus menerus, batuk berdahak. Yah rencana ingin meng-explore kampung halaman untuk di-share kepada para pembaca setia blog pun tidak tercapai.

Selain kondisi tubuh yang tidak fit, keadaan cuaca dan alam pun tidak mengizinkan, selama dikampung tiap hari mendung, air pasang, dan hujan terus menerus. Tidak dapat melihat sunrise atau sunset, menongkah kerang pun tak dapat terekspos, soalnya hanya bisa dilakukan kalo air dalam keadaan surut kering. Karena kondisi tubuh yang tidak fit, alhasil juga tidak diperbolehkan untuk jalan-jalan :'( Maaf, tidak bisa menepati janji untuk memperkenalkan Concong. Keadaan diperparah lagi, 3 karyawan tidak ada yang masuk kerja di Chinese New Year Eve ini, dan kebetulan hari minggu itu hari Pasar, dan toko bakalan rame banget. Alhasil yaah Dee sibuk dari pagi hingga sore, naik turun tangga, ke gudang, angkat beras, anterin bareng, aaiih sibuk dan berasa cape banget, sudah lama tidak merasakannya. Pantesan aja dirumah pada langsing singset tanpa fitnes, kerjaannya berat booo!

Setelah tutup toko karena CNY Eve, finally makan-makan bareng keluarga. Dengan kondisi bokap yang pasca stroke tidak ada makanan yang banyak lagi, disesuaiin dengan kondisi yang tidak berlemak, menghindari makanan yang ga boleh dimakan oleh bokap juga. Bumbu-bumbu nya sebisa mungkin tidak berminyak dan se-plain mungkin.

Plain Fried Chicken
Abalone with Hoisom
Shabu-Shabu

Ekado Spring Roll
Capcay



 
Setelah acara makan-makan keluarga, Chinese New Year Eve-ya dilanjutkan ke vihara, ada acara yang dibuat oleh pemuda-pemudi setempat, dan ada Lucky Draw dengan hadiah utama kulkas. Mau ga mau kita harus beli tiket Lucky Draw yang satuannya seharga 20rb, patungan kita pun membeli 5 buah kupon seharga 100rb. Setelah sekian lama menunggu undian, dan udah pasrah tidak akan mendapat apa-apa, akhirnya kita mendapatkan juga. Yah kupon kita dipanggil! Wooohooooo! tapi kita cuma dapat angpao 80rb, masih tekor nih 20rb :))

Hometown Dee, Concong, punya kebiasaan unik, mereka mengikuti waktu +8 seperti di Singapore, sejak kecil Dee merasa bingung kenapa orang-orang ini memakai waktu +8 bukan +7 seperti WIB, tapi karena mereka lebih senang untuk memakai waktu +8, minoritas yah mengalah aja. Sebelom pukul 23:00 WIB kembang api mulai dinyalakan, ga terlalu banyak sih, tapi lumayan lah untuk suasana Chinese New Year Eve, kembang apinya lumayan heboh juga.












Setelah acara bakar-bakaran kembang api, dan Dee seperti biasa di daulat menjadi tukang foto, sehingga tidak ada foto diri sendiri selama chinese new year eve T_T... Tapi terima sajalah, jiwa tukang foto, terima sajalah nasib. Pulang ke rumah, tidur siap-siap buat chinese new year besok, sembahyang ke kelenteng, sambil ber-gong xi fat chai ria disana. Jadi ga perlu lagi kunjungin banyak rumah, cukup di kelenteng saja.



23 January 2012, agak telat ke kelenteng-nya, sekitar jam 8an, dan ternyata pada telat juga ke kelentengnya, jadi masih ketemu banyak orang. Sembahyang bersama, sambil ber-Gong Xi Fat Chai di kelenteng, saling memberi harapan di tahun yang baru. Senang, nostalgia, ketemu lagi sama teman-teman. Banyak yang berubah, dan semuanya comment "Dee tambah gendut", aduuuh senangnya, padahal kalo di Jakarta Dee paling kurus dan paling kecil. Kalo di kampung, udah termasuk cukup tinggi, cukup putih dan ga terlalu kurus lho, banyak yang lebih kurus dan lebih hitam akibat sinar matahari yang sangat menyengat kalo dikampung. Semua kolega bokap comment "Wah udah gede yah sekarang, udah ga ngenalin lagi", "Wah udah ga kurus lagi yah kayak dulu". Perasaan senang deh, di Jakarta ga malu-maluin, ga makin kumel ataupun ga terawat. Walaupun anak kos, makanan tetap terjaga yaaah!

Satu hal yang membuat Dee merasa alien di kampung adalah masalah fashion, 90% dengan Korean Style dengan rambut di cat warna warni, sedangkan Dee 'plain', rambut pun hitam, baju hasil jarahan diskonan tanpa model yang macam-macam seperti baju Korea.. Aduuuh berasa salah kostum banget, tapi pede aja, paling beda dari yang lain bukan berarti paling low fashion kan. Secara walaupun diskonan make baju branded semua kok *nunduk malu*. Kalo ga jalan-jalan dan dirumah doang, Dee selalu pake tanktop, panasnya di kampung ga tahan dah, Jakarta ga ada apa-apanya, keluar cuma malam hari karena kondisi badan yang kurang fit juga. Malas panas-panasan, dan pengen punya waktu lebih banyak ama keluarga, ngobrol banyak ama nyokap + bokap. Anaknya udah lama mak ga pulang kampung, hihihi.. Hari pertama CNY yah nothing special, lebih banyak dirumah, sambil bongkar bongkar foto lama.Yaaah nostalgia, dari kecil Dee emang banci kamera, banyak juga albumnya. Hahaha.. 

Hari kedua, cici pertama pulang kampung ama suami dan anaknya. Wooohoo semuanya ngumpul lagi dengan ada baby K yang pertama kali mudik ke kampung emaknya. Anak kota masuk desa, dan si Baby K itu nakalnya ajubile dah.. Ga mau disentuh/digendong ama siapapun. Ribet banget dah nih anak, emaknya  aja pusing, alhasil susternya kudu extra kerja keras biar si Baby K tidak nangis. Difoto ga mau, disuruh makan ga mau, disuruh tidur ga mau, yaah hari kedua cuma ngurusin Baby K yang bandel tapi lucu juga, rumah jadi rame banget...







Baby K and papinya

Tak terasa, cici udah punya anak

Selama di kampung, Baby K baru perdana menampakkan diri, jadilah perkenalan ke orang-orang sekampung, ini loh cucu pertama papi Dee. Hohoho... Pada nanya, umur berapa? Kok gede amat? Baby K umurnya 20 bulan dan untuk anak seumur dia, emang bobotnya berlebih dibandingkan anak-anak dikampung, Baby K bisa dibilang terlalu cepat besar, jadi ibu-ibu muda yang lain agaknya pada ngiri deh ama Baby K, apalagi banyak yang umurnya lebih gede, pertumbuhannya ga sebagus Baby K. Walaupun nakalnya ajubile tapi jujur Baby K termasuk anak yang pintar menurut saya, dia bisa berakting dan ber-strategi apa saja demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Sudah bisa makan sendiri, sudah bisa manggil orang dan mengenali orang. Sudah bisa katakan "ndak", sudah mulai sulit diatur, hihihi..

Sebenarnya cici saya sangat mengkhawatirkan Baby K bakalan ga betah kalo di Concong, soalnya Baby K tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Tetapi, kekhawatiran itu tidak menjadi kenyataan, Baby K betah loh di rumah, dia kelihatan senang sekali sampai hari terakhirnya di Concong. Rumah terasa rame sekali dengan kehadiran seorang cucu, walaupun Dee ga terlalu suka dengan anak-anak, Dee  merasa ada sesuatu yang baru disini. Kebandelannya suatu saat akan menjadi cerita yang lucu ketika baby K dewasa. Foto-foto nan aneh ini akan menjadi memori, kok Dee jadi kangen yah ama Baby K. Suatu hari kita pulang kampung bareng lagi yaaah! Concong, we love you full!

Dee, Teman Datang dan Pergi, Teman Sejati Selalu di Hati


Mengutip Quote dari film Arisan!2 yang ditonton beberapa waktu yang lalu "Teman Datang dan Pergi, Teman Sejati Selalu di Hati". Yah, renungan lah yang terjadi, memori-memori seperti berjalan lagi di otak ini, terlihat begitu jelas apa yang selama ini telah terjadi. Siapa teman, siapa lawan, siapa yang memanfaatkan, siapa yang selalu bersama. Teman datang dan pergi.. Tak perlu ada clausul "Gw temen lo, lo temen gw bukan?", seharusnya sebagai seorang teman tak perlu menanyakan atau minta macam-macam dari teman, teman mengerti Anda dan akan selalu ada bila saatnya dia harus muncul.

Tahun 2011, mungkin menjadi tahun pengujian pertama bagi Dee, tidak ada lagi dunia perkuliahan, memasuki dunia pekerjaan yang cukup membuat pusing kepala, stress tidak terhindarkan lagi. Teman-teman kuliah udah jarang ketemu lagi, teman-teman SMA apalagi, tapi beruntunglah banyak teman-teman baru di tahun 2011 ini. Sebagai pribadi yang tidak pernah memilih teman, dan menuntut macam-macam dengan teman, ga perlu menyatakan "gw temen lo lho!", atau apalah clausul yang menyatakan diri sebagai teman. Asal asik ngobrol, nyambung dan bisa ngumpul-ngumpul akan dianggap sebagai teman, siapapun itu. Beberapa teman banyak yang menilai kalo Dee itu terkadang terlalu memberi perhatian lebih pada teman, bagi Dee selama Dee tidak merasa dirugikan dan tidak merugikan siapapun, Dee akan bantu siapapun itu, teman atau bukan, sebisa mungkin. Yah rugi-rugi dikit gapapa lah, kesempatan bisa membantu orang itu langka loh, priceless, jadi selama masih bisa membantu yah lakukan saja.

Sebagai solo traveler, Dee berusaha menempatkan diri sebagai host, treat them as you want to threat, jangan terlalu banyak perhitungan dengan teman tapi jangan juga terlalu loyal, sangat mudah dimanfaatin orang. Yah setidaknya mereka akan menghargai apa yang telah kita lakukan, beberapa teman kadang merasa berhutang budi dengan hospitality yang biasa Dee lakukan, tapi Dee ga pernah menuntut macam-macam kok :)

Dee punya teman yang sering hangout bareng, sering makan bareng, sering shopping bareng ataupun travelling bareng, yah Ondy namanya. Pertemanan mulai dijalin sejak SMA, yah sekarang sudah sekitar 8 tahunan, sampai sekarang sih belum pernah bertengkar hebat, kalo lagi kesel paling diem-dieman aja selama beberapa hari, terus kalo lagi redaan yah sapa menyapa lagi seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Selama SMA kita tidak pernah sekelas, untunglah ga pernah sekelas, kalo sekelas mungkin persaingan akan semakin sengit :p Maklum sama-sama juara kelas bahaya kan kalo sekelas! Hahaha.. Jadi yah Dee ranking 1 di kelas Dee, dan Ondy juara kelas di kelas-nya. Tapi untuk juara umum tetap dong bersaing, setidaknya Dee lebih unggul untuk satu ini! Hahaha..

Kuliah pun di universitas yang sama dengan jurusan yang berbeda, jadi sampai sekarang belum pernah sekelas dengan Ondy! Kos-kosan yang dekat-dekatan dan tinggal jauh dari orang tua, walalupun jarang bertemu setidaknya kita kadang-kadang masih ketemuan sesekali buat dinner bareng ataupun nonton. Setelah Ondy berhasil menurunkan berat badan, size baju pun jadi sama. Jadinya yaaaah pinjem-pinjeman! Ondy juga jadi hobby shopping sehingga bisa titip-titipan, size sepatu juga sama, jadinya bisa pinjam-pinjaman. Kalo lagi butuh sepatu pantofel, jas yah biasanya si Ondy minjem ama Dee. Yang penting pas balikinnya udah di cuci atau di laundry! Dan untuk urusan kartu kredit, bisa pinjam-pinjaman, yang penting nyadar aja abis dipake dibayar. Jangan ga tau diri! Hahaa..

Sejak ada web yang menjual voucher layaknya dealkeren atau disdus, yah sering titip-titipan beli, nanti uangnya di ganti atau gantian treat, pokoknya kita udah ga perhitungan lagi kalo soal duit. Travelling bareng merupakan hal yang biasa kita lakukan bersama, saking sering bareng-nya banyak yang bilang kalo kita sodaraan. Padahal ga ada mirip-miripnya, hihihi.. Kita berdua punya hobby yang 'unik' dan agak gila, tapi karena punya jiwa humor yang mirip, kita bisa saling menertawakan tanpa harus saling melecehkan. Sikap toleransi yang tinggi emang perlu dimiliki.

Dee punya cerita agak lucu bareng Ondy, kalo lagi mau jalan bareng sekarang kita biasanya janjian dulu, kalo ngak yaaaah yang terjadi adalah kita bakalan pakai baju dengan warna yang sama atau setidaknya mirip. Kejadian ini berulang berkali-kali, sampai tiap mau jalan harus ingetin dulu "aku hari ini pake baju warna ini!". Nah, ketika di Singapore sebelum packing kita udah janjian untuk bawa baju dengan warna yang berbeda agar ga sama lagi, semuanya sudah diatur sedemikian rupa. Dan dihari kedua, ketika akan mengunjungi Universal Studio, udah ditentukan si Ond pake baju merah dan Dee akan pake baju warna biru. Tapi dasar otaknya mirip-mirip, tahu apa yang terjadi??? Kita memakai short pant dengan warna yang sama, warna HIJAU! Hahaha....
Short pant HIJAU



Dee juga punya teman yang sebenarnya udah jarang ketemuan, kadang-kadang saja kita BBM-an, soalnya Dee di Jakarta dan dia di Batam. Teman sekampung, saling ledek-ledekan, mungkin udah kayak sodaraan sih, soalnya sesama keluarga juga berteman, sering nginep bareng rumah dia. Kalo lagi di Batam, rupiah saya tidak berlaku, semuanya di treat hahaha.. Yah sadar diri juga lah, gantian yang ngetreat juga, pokoknya kita juga ga gitu perhitungan kalo soal duit. Walaupun dia udah punya pacar, tapi yaah udah saling ngertiin lah, kadang mereka udah ga malu-malu lagi bertengkar kalo ada Dee :))

Party dikampung, nostalgia
 
Sekian lah share tentang 2 teman Dee, selebihnya kapan-kapan lagi yah, kalo sama teman jangan terlalu perhitungan dan jangan terlalu menuntut. Jalanin aja, ga perlu neko-neko, ga perlu mikirin "kalo dia temen gw harus gini, kalo gw temen dia harus gini", kalo benar-benar temen ga akan nuntut macam-macam kok. Jalin hubungan antar teman dengan baik hidup akan terasa lebih indah. Jangna saling memusuhi atau curigation yaah! Love you friends..