Showing posts with label donasi. Show all posts
Showing posts with label donasi. Show all posts

Sunday, March 4, 2012

Care2Island, Pulau Harapan


25 Februari 2012, kring kring.. Alarm berbunyi dengan kencangnya. Ah masih pukul 04:45 WIB.. Hmm.. What?! 04:45, harus bergegas mandi dan segera ke pelabuhan Muara Angke! Mandi cepat dan segera bergegas dan mengecek perlengkapan yang telah dibawa, memastikan tidak ada lagi yang ketinggalan. Pukul 06:15, finally kelihatan juga pasar ikan Muara Angke, tak banyak yang berubah sejak kunjungan terakhir bulan November.  Kali ini akan sedikit berbeda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya ke Kepulauan Seribu, perjalanan ke Pulau Harapan kali ini dengan membawa sedikit misi membantu sesama. Hari di mulai dengan perfect sunrise di Muara Angke.


Tahukah Anda tanggal 25 Januari 2012, Pulau Harapan dan Pulau Kelapa diterpa oleh angin puting beliung yang meluluh lantakkan sebagian rumah warga. Menurut keterangan perangkat daerah setempat sekitar 270KK terkena imbas angin tersebut, baik kerusakan ringan, sedang maupun berat. Nah, dengan misi inilah para teman traveler mempunyai misi bersama mengumpulkan donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang tinggal di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa. Dengan kapal Dolphin kita pun mengarungi laut berpetualang ke Pulau Seribu.


Finally, kita tiba di Pulau Harapan, this island is nice... Sangat berbeda dengan pulau-pulau lain yang pernah Dee kunjungi di Kepulauan Seribu. Tertata rapi dan cenderung cukup bersih. Kita pun keliling menyusuri Pulau Harapan sambil melihat-lihat keadaan rumah penduduk yang diterpa angin puting beliung. Miris memang, banyak rumah yang hancur. Walaupun bantuan telah diberikan pihak pemerintah provinsi DKI Jakarta, tapi kerusakan masih terlihat jelas, bantuan bahan bangunan baru tiba di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa.



Setelah berkeliling dan makan siang, kita pun memberikan donasi kepada satgas bencana Pulau harapan dan Pulau Kelapa, donasi yang tidak terlalu besar jumlahnya tapi semoga bisa sedikit membantu mereka dalam penanganan bencana ini. Setidaknya mereka masih memiliki harapan, para teman traveler masih peduli dengan mereka walaupun pulau mereka telah agak hancur. 


Yah setelah memberikan donasi, saatnya untuk menikmati liburan. Sesama teman traveler yang pertama kali bertemu, pertemanan yang di mulai dari dunia maya akhirnya going 'nyata'. Bahkan ada yang sengaja datang dari Palembang dan Lampung, standing ovation buat mereka. 12 orang dewasa dan 1 anak-anak tinggal bersama di homestay Rambo. Homestay 'Rambo' yang dipilih dan menjadi langganan Mbak Githa, cukup terawat. Walaupun ada sedikit insiden, tapi secara keseluruhan homestay ini sangatlah nyaman. Lansekap depan homestay juga sangatlah indah, kami menikmati sunrise dari depan homestay. 



Setelah makan, bersih-bersih, sunblock-an, island hoping pun dimulai. Dengan kapal kecil, kita dibawa oleh guide menuju ke Pulau Kayu Angin Bira untuk snorkling. Awalnya agak bingung, kok mau snorkling dibawa ke pinggir pantai, tapi gapapa lah, Pulau ini AWESOME! Landsekap-nya stunning, di daerah yang tidak jauh dari Jakarta, kita bisa menemukan alam yang bersih, indah dan masih sepi! Setelah berkeliling pulau yang tanpa penghuni ini sebentar dan ingin melanjutkan snorkling, tapi ermm.... kaki pun kram.. Yaudin deh, mumpung lagi di pinggir pantai, dan niat mau agak menghitamkan badan, saatnya untuk sunbathing. Tanning Time! Sekitar 30 menit berjemur sedangkan yang lain asik snorkling dan menghindari bulu babi, weekend yang indah. Sangat menyenangkan sekali cuaca yang cerah ceria, tanpa hujan, tanpa angin dan tanpa ombak. Laut tenang sekali, seolah-olah ramah menyambut kami.





Setelah sekitar 2 jam berada di Pulau Kayu Angin Bira, perjalanan kita lanjutkan ke Pulau Bulan yang katanya milik mbak Tutut. Walaupun tidak ada pantai untuk bermain pasir, tapi disini merupakan spot wajib untuk snorkling. Ikannya cukup banyak dengan terumbu karang yang beragam.


Karena sudah cukup capek, akhirnya memutuskan untuk pulang ke homestay saja di Pulau Harapan. Perut lapar, agak haus dan sudah sangat capek sekali. Sunset di pulau Harapan juga kabarnya tak terlalu mengecewakan. Setelah makan cantik dan mandi, kita pun menuju ke dermaga untuk menikmati sunset. Dengan tambahan filter, foto yang dihasilkan sangatlah superb. Foto yang di-publish disini, tanpa edit-an sama sekali.




Setelah menikmati sunset, saatnya untuk dinner dan ngobrol-ngobril saling sharing pengalaman travelling. Plan travel apa lagi ke depannya, dan destination mana lagi yang ingin dikunjungi tahun ini. Setelah ngobrol-ngobral dilanjutkan dengan BBQ. Mungkin karena kecape-an, dari 13 orang, hanya 6 orang saja yang makan gila malam ini. Kolesterol dah.. :)) Akhirnya kita dikalahkan oleh cumi panggang, kekenyangan.. Malam semakin larut, Dee dan Sean belum bisa tidur, yah sharing pengalaman sampai pukul 3 pagi. Dee pun tidur sebentar.


Sudah hampir pukul 6, saatnya menikmati sunrise di depan homestay. Sangatnya cukup berawan sehingga sunrise tak terlalu sempurna, tapi sangat menyejukkan hati. Setelah menikmati sunset dan sarapan, kita lanjutkan dengan menanam mangrove di depan homestay. Dengan membeli 3000 per bibit, sesuatu untuk masa depan generasi selanjutnya. Mengurangi abrasi sehingga pulau ini akan selalu terlihat indah. Dengan pohon mangrove ini, harapan kami tertanam di pulau harapan, semoga pada kunjungan selanjutnya mangrove kami masih tumbuh dengan suburnya seperti harapan kami. Pulau Harapan, I'm in Love with You.




Friday, February 24, 2012

Dee, Can be Angel?






 Apakah kalian pernah dengar tentang 3 Little Angels? Atau Angel's Heart Campaign?

Yah buat Anda yang tidak aktif di social media, khusus-nya di Twitter, gerakan ini mungkin terasa asing bagi Anda. Mendengar mungkin saja ga pernah.. Saya sebenarnya tidak begitu mengenal dengan baik gerakan ini, setahu saya "3 Little Angels(@3_Little_Angels)" ini diprakarsai oleh mbak @justsilly dan kawan-kawan, yang juga pemrakarsa "Blood For Life Indonesia(@Blood4LifeID)" di Twitter, sungguh mulia apa yang telah mereka lakukan sejauh ini. Amazing, di tengah kesemrawutan moral warga Indonesia, mereka memulai benih-benih 'Angel' di masyarakat.

Bagi sebagian orang kesempatan berbuat baik mungkin akan selalu dikejar, selalu dicari untuk bisa membantu orang lain. Namun bagi sebagian lainnya, orang yang sedang mencari dana sebaiknya dihindari, selalu berusaha menolak untuk memberikan sumbangan, tapi kita tidak bisa menyalahkan daripada memberikan sumbangan dalam materi namun tidak ikhlas. Ada pula yang ingin memberikan sumbangan tapi tidak memiliki uang atau waktu yang bisa diberikan. Yah, semua punya permasalahan masing-masing. Dari pengalaman-pengalaman inilah, saya berusaha untuk menempatkan diri untuk selalu bersumbangsih bila memiliki kesempatan untuk membantu, karena kesempatan untuk membantu orang tidak selalu tepat waktunya, sediakan waktu dan materi untuk membantu orang lain.

Kesempatan untuk ikutan dalam gerakan ini pun terbuka, secara tak sengaja melihat tweet dari mbak @justsilly mengenai Angel's Heart Campaign. Lagi dibuka donasi, minimal Rp. 150,000 akan mendapatkan souvenir berupa kaos cantik "I have an Angel's Heart", yah tanpa pikir panjang Dee langsung menghubungi nomor telepon yang tertera dengan donasi, yah rahasia yah jumlahnya :D Setelah transfer tanggal 8 Februari, saatnya menunggu tanggal 19 untuk pengiriman kaos kece ini.

Sebelum tanggal pengiriman untuk para donatur, terlebih dahulu Admin mempromosikan kaos kece ini dengan mengajak para selebriti. Satu persatu avatar twitter mulai berganti memakai kaos kece ini, ah makin ga sabar nunggu kaosnya nyampe. Dan finally tanggal 21 Februari 2012, pulang kantor, ada paket yang nongkrong di keranjang baju, tak lain tak bukan adalah paket yang ditunggu-tunggu ini. Setelah mandi, klak klik, dapatlah beberapa foto. Yeah ga mau kalah langsung ganti avatar twitter. Bahahaa.... sok eksis dan kece banget dah.. Soalnya masih banyak yang belom terima paket-nya, jadi yah saya duluan nangkring dimana-mana :))

Yah setelah make kaos ini, tampangin dimana-mana ada yang tanya "apaan itu?" Yah saya jelaskan apa yang saya ketahui, mengajak mereka untuk berpartisipasi juga. Dan mengucapkan terima kasih bila mereka ingin ikut terjun juga membantu saudara-saudara kita. Seperti kutipan dari Buddha Gautama yang intinya berbunyi "Setiap orang bisa menjadi Buddha, setiap orang mempunyai benih-benih ke-Buddha-an di dalam diri mereka sendiri". Sebagai seorang Buddhist, saya yakin setiap orang memiliki benih ke-Buddha-an, benih ini yang akan tumbuh dan berkembang di pribadi masing-masing. Hidup di tengah masyarakat luas, melihat kesusahan, butuh pertolongan, sudah saatnya kita untuk bertindak. Lakukan apa yang kita bisa lakukan untuk membantu orang lain, tidak usah menunggu kapan, sekarang lah saatnya. "Are you the next angel? Are you ready be the new angel in this world? Yes, everyone can be angel!"