Showing posts with label curang. Show all posts
Showing posts with label curang. Show all posts

Saturday, July 12, 2014

Dee, Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2014

Pemilu untuk pemilihan presiden telah berakhir pada tanggal 9 Juli 2014. Pesta rakyat telah usai dan semua rakyat Indonesia antusias menanti siapa pemenang Pemilihan presiden yang palin heboh selama Indonesia merdeka. Semua simpatisan saling menghujat satu sama lain, dengan intensitas black campaign setiap hari. Tetapi mereka yang telah menentukan pilihan tak dapat digoyang oleh issue black campaign ini.

Calon pertama dengan koalisi super gemuk dan uang yang banyak mampu menarik minat perhatian rakyat dengan tagline 'tegas', 'otoriter', 'anti-asing'. Sedangkan calon kedua telah lama membangun pencitraan 'merakyat', 'kerja' dan 'bersih'.

Kedua calon yang saling bertolak belakang ini pun menarik minat banyak perhatian. Mulai dari dalam negri sampai ke seantero dunia. Pemilihan presiden ini, semua mata tertuju padamu! 

Oleh karena itu, semua orang menunggu hasil pemilu ini. Quick count menjadi andalan untuk mengetahui secara cepat siapa yang unggul pada pilpres kali ini. Sudah sejak tahun 2004, Quick Count dapat memberikan hasil yang tepat agar proses perhitungan Real Count oleh KPU tidak dicurangi, dengan margin error sebesar 1%. Tentu saja Quick Count mendukung semangat demokrasi yang jujur dan beraih sehingga tidak terjadi pengelembungan suara pada saat perhitungan oleh KPU.

Untung tak dapat dinyana, ternyata tahun ini terdapat dua hasil Quick Count yang berbeda dari masing-masing kubu yang mengakibatkan sebagian masyarakat merasa 'bingung', siapa pemenang pilpres tahun 2014 ini. Apakah hasil yang berbeda ini merupakan konspirasi agar KPU dapat menghasilkan 'permainan' suara yang telah dicegah dalam 10 tahun terakhir ini? Apakah ini juga merupakan salah satu strategi salah satu calon untuk membuka peluang tersebut?

Tanggal 9 Juli 2014, Kedua calon saling mengdeklarasikan kemenangan berdasarkan Quick Count. Ini suatu musibah, musibah bagi seluruh bangsa Indonesia. Kita dibawa mundur ke > sepuluh tahun yang lalu, dimana kita buta dan tidak ada pembanding perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU. 

Banyak yang berpendapat dan mengiring opini, proses perhitungan suara, serahkan saja kepada KPU yang lebih capable. Salah satu calon berhasil, berhasil mengiring opini publik untuk kembali ke masa kita buta dan pihak KPU dengan mudahnya melakukan modifikasi data. Kecurangan yang bisa saja dilakukan, mengacu pada hasil Quick Count salah satu calon. Selamat, Anda berhasil!

Dengan melihat petugas KPPS dan proses perhitungan suara saat ini, tentu saja, saya dengan yakin tidak percaya terhadap proses perhitungan KPU. Kita sebagai masyarakat, perlu memonitor proses perhitungan ini, kita turut peran aktif atas hasil yang telah dihitung di TPS masing-masing. Sudah banyak kecurangan yang terlihat, atau ketidakmampuan petugas KPPS untuk berhitung dan tentu saja saksi yang tidak capable! Mengenaskan sekali negara kita tercinta ini, asal ada uang bapak bisa senang. 


Dengan Quick Count yang telah diciptkan dengan sample, populasi dan metode sedemikian rupa oleh para ahli statistik, digiring untuk menjadi sebuah tanda tanya, kita perlu khawatir. Kita perlu lebih aktif mengawasi negara kita, para elite politik terus berusaha untuk membuat kebijakan yang menguntungkan mereka. Berusaha mengiring negara ini kembali ke 15 tahun lalu, kita perlu bersatu, bersatu untuk bangsa ini melawan elite politik negara kita yang semakin rakus.

Mereka berusaha mencari peluang untuk bebas dari hukum, kebal dari hukum untuk memperkaya diri. Save their ass dengan melakukan amandemen Undang-Undang yang dapat memberatkan atau mengontrol gerak mereka di pemerintahan. Kita wajib memonitor kinerja mereka, menuju Indonesia yang lebih baik.

Monday, December 27, 2010

Malaysia, don't hate us!

Malaysia?
Maybe bagi sebagian orang Indonesia kata-kata begitu kata ini terdengar akan memancing emosi. Hujatan, makian tak terbendung ditujukan untuk malaysia

Malingsia
Negara Maling
Malingshit
Dan lain sebagainya

Yah memang benar Malaysia melakukan tindakan tidak terpuji dengan meng-claim kebudayaan dan wilayah Indonesia sebagai daerah mereka. Tindakan itu sangatlah tidak terpuji dan tidak ada yang membenarkan. Ironis memang melakukan tindakan perncurian kebudayaan dan wilayah Indonesia. Belum lagi masalah TKI yang disiksa dan dideportasi karena masuk secara ilegal.

Semua ini makin memuncak pada final piala #AFF Suzuki Cup 2010. Pertandingan yang berlangsung di BukitJalil, Malaysia. Pertandingan berjalan tak imbang dengan Malaysia terus menyerbu daerah pertahanan Indonesia yang terlihat lemah. Tak ada pertahanan rapat. Pemain Malaysia dengan leluasa membawa bola. Tak heran Malaysia bisa menjaringkan 3-0 dibabak kedua tanpa balas. Malaysia terkesan amat rapat mengunci pertahanan. Rapi dalam bertahan maupun menyerang.

Namun, kemenangan ini memang sedikit tercoreng dengan insiden laser hijau yang ditembakkan oleh suporter Malaysia. Laser ini memang sempat memecah konsentrasi pemain Indonesia. Laser ini dijadikan kambing hitam para suporter Indonesia. Hujat-hujatan tak berhenti di twitter.

#MalaysiaCheatLaser
Curang
Hate Malaysia

Yah topik itu menjadi trending topics di twitter. Mengumbar kebencian dimana-mana, mencari kambing hitam, tak bisa menerima kekalahan. Yah mereka anggap itu suatu wujud nasionalisme pada negara. Mereka membenarkan segala cara untuk membenci Malaysia. Tak ada kelihatan pendewasaan suporter yang bisa menerima kekalahan timnas Indonesia. Tak ada dukungan lagi untuk timnas.

Yah timnas Indonesia mungkin siap untuk juara, tapi dengan suporter yang tak terdidik dan dadakan seperti ini, indonesia belum pantas membawa piala #AFF.