Saturday, November 3, 2012

Dee, Alon-alon asal kelakon

Percakapan dengan salah satu orang teman sekampung

T1 : "Eh lo lagi dimana?"

Me : "Doha"

T1 : "What???! Kok bisa. hebat looo!"

Me : "Ermm... Disuruh kantor, training disini, seminggu doang kok"

T1 : "Lo pernah kepikiran ga sih, anak kampung kecil kita, bisa dikirim sampai keluar negri, apalagi ke Timur Tengah, kereeen looo!"

Me : "Biasa aja, kan banyak orang kampung kita yang tinggal di luar negri juga"

T1 : "Tapi lo yang pertama kali ke Timur Tengah, apalagi chinese, siapa coba yang ke Timur Tengah?"

Me : "Iya juga sih, tapi kan biasa aja".


Percakapan dengan teman sekampung lainnya

T2 : "Katanya kau ke Doha?"

Me : "Iya di Doha, sekarang masih disini, cape.."

T2 : "Kok bisa??! Keren banget kau sampai dikirim ke luar negri kerjanya, stay disana?"

Me : "Tak lah, cuma bentar aja, seminggu doang disini"

T2 : "Oh, kirain juga jadi TKI disana"

Me : "Mau sih kalo bisa jadi TKI professional disini"

T2 : "Kok bisa sih kau jadi pembantu sekarang? Keren sih jadi pembantu sampai ke Doha"

Me : "Gapapa lah, yang penting bisa nyari duit sendiri"


Next conversation

T3 : "Eh itu foto dimana? Kayaknya bukan di Indo, lagi dimana?"

Me : "Di Doha"

T3 : "Doha dimana?"

Me : "Doha, Qatar, Timur Tengah"

T3 : "Hah??! Kok bisa kesana?"

Me : "Training kerjaan, seminggu doang"

T3 : "What? Keren banget kau training sampai ke Doha, hebattt! Fotooo!"

Me : "Ga bawa kamera, berat, tak ada yang fotoin juga, kemana-mana sendiri"

T3 : "Yang penting foto! Tak ada kau lebih bagus! Hahahaa.. Mama/papa kau tahu kau di sana?"

Me : "Tahu kok, sebelum pergi aku dah kasih tahu"

T3 : "Kok cc kau tidak cerita-cerita yah?"

Me : "Buat apa diceritain, kan ke Doha doang"

T3 : "Kalo di kampung kan harus digosipin, ada anak Ah*** dibayarin keluar negri ama kantornya, keren!"

Me : "Training doang, gaji tetep kecil mah tak ada keren-kerennya"

T3 : "Orang kampung kan hobby gosip, hebat lho bisa dikirim sampai ke luar negri"

Me : "Whatever, mendingan orang kampung tak usah tahu, daripada digosipin bumbu macam-macam"

T3 : "Gapapa, lo harus bangga, keren kerja sampai dikirim ke luar negri"

Me : "Palingan dikasih bumbu, kerja jadi TKI di Timur Tengah, mending orang tak usah tahu"



Perjalananku ke Doha memang agak mendadak, walaupun sebenarnya sudah di-arrange dan beberapa kali digagalkan oleh visa. Pamit hanya dengan keluarga dan teman-teman dekat di Jakarta. Orang lain? Ngapain juga dikasih tahu :))

Banyak yang ga percaya, banyak juga yang mencibir, ataupun senang dengan kepergianku ke Doha. Whatever.. Respon dari setiap orang, pasti berbeda, tidak ada yang bisa memaksakan apa yang dinginkan. Tetapi berusahalah untuk berpikir positif, melihat sesuatu dari sisi yang baiknya terlebih dahulu.

Cibiran-cibiran di BBM, membuat saya merenung... Sebenarnya tidak pernah terlintas dalam pikiran untuk menginjakkan kaki di tanah Middle East.. Tidak pernah dimasukkan dalam list place to go.. Semuanya tidak pernah terplanning, dan tidak pernah deserve untuk mendapatkan fasilitas oke dari perusahaan. Just let it go with the flow..

Seorang anak desa, dari daerah terpencil, yang belum tersentuh oleh perkembangan zaman. Seorang anak asli daerah, yang sekarang masih belum di aspal, berhasil ke negara ber-GDP terbesar di dunia. Yeah, akhirnya aku berhasil go  middle east.. Maybe orang kampung pertama yang nyampe di Qatar :))

Dear readers, jangan terlalu ngotot, bekerjalan sebaik mungkin, suatu saat keberuntungan juga akan datang kepada Anda. Work smart, play hard.

3 comments:

Abdul Gapur said...

saya anak asli concong luar pernah ke timur tengah juga.hehehe...btw enak ceritanya:)

Eddy Lee said...

Yg dimaksud kan Qatar...
kalo timur tengah mah yang naik haji banyak!

Surya said...

Lha, emang anak kampung mana gitu seorang Eddy Lee ini?