Showing posts with label enak. Show all posts
Showing posts with label enak. Show all posts

Thursday, August 8, 2013

Dee, Anak Kos Vs Mie Instant

"Eh lo anak kos yah, sering makan indomie yah?"

Kalimat itu sering terlontar oleh kebanyakan orang, entah sejak kapan stereotype anak kost diidentikkan dengan indomie atau mie instant.. hmm.. diri pribadi sih berusaha menolak hal tersebut karena emang tidak makan mie instant dalam kurun waktu yang cukup lama.. iya 3 tahun! 3 tahunan lalu makan sekali karena.. hmm.. tidak ada makanan lain yang dijual di warung tersebut, kalo makan sekali itu dianulir, kira-kira telah 5 tahun lah tidak pernah merasakan mie instant lagi..

Kangen? Ngak sama sekali... Malah bingung kenapa mie instant dipasangkan dengan anak kos. Murah? Ndak juga kan yah.. Apalagi kalo beli di warung, murahan makanan warteg kan?

Gaya banget ngomongin makanan warteg lebih murah, makan warteg aja sakit perut mulu :)) Yeah, my stomach is too picky for food sanitation level. Its very hard to me, to eat everything for street food. I want to try, but I'm not able...


Anak kos diidentikkan dengan uang jajan pas-pasan yang dijatahin oleh orang tua, bahkan tidak cukup bagi sebagian orang untuk makan dengan baik dan benar sehingga mie instant dijadikan solusi makanan substitusi. Yah, makanan substitusi seharusnya yang levelnya sama ( kandungan gizi) bukan yang jomplang, antara mie instant 100gr dibandingkan dengan nasi 100gr, tempe, tahi, ayam dan sayur. Kandungan yang berbeda seharusnya disadari bahwa mie instant bukan makanan substitusi yang baik.


Mie instant sebenarnya juga dapat dikombinasikan dengan berbagai bahan makanan seperti sayuran, telur, kornet, bakso, ikan dan lain-lain agar memiliki kandungan gizi yang cukup pula. Sayuran arfisial juga telah dilengkapi di sebagian merk mie instant, sehingga di-'claim' lebih sehat. Tetapi alangkah lebih baik, kita mengkonsumsi makanan yang tidak instant. Hindari makanan serba instant, misalnya mie instant, bubur instant, sosis instant dan yang lainnya. Usahakan untuk makan dengan bahan makanan yang fresh sehingga kita akan yakin bahan makanan tersebut tanpa bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan apabila di-konsumsi secara berkala.


Makanan yang dapat bertahan lama dengan kadar pengawet juga diidentikkan dengan makanan yang lebih murah dibandingkan makanan yang fresh, sehingga anak kos akan memilih untuk membeli/memasak makanan yang instant karena lebih ringkes, tidak perlu ribet untuk motong-motong, ataupun nyimpan di kulkas. Segala makanan yang instant adalah hal yang hakiki *cailah...


Tinggal sebagai anak kos, tidak berarti makan serba kekurangan juga, atau serba indomie. Dan mostly teman-teman yang satu kampus juga demikian, sepengetahuan pada saat itu tidak ada anak kos yang benar-benar hidup susah atau makan aja susah. Paling cuma ngirit doang demi beli smartphone, atau demi jalan-jalan atau sekedar nraktir teman. Mungkin karena 'ngampus' di universitas swasta yang tidak murah, setidaknya yah tidak ada orang yang tidak mampu 'ngampus' di sini, pikirku.

Dan barulah stigma pemikiranku SALAH, SALAH selama ini. Salah satu teman menceritakan bahwa ada yang 'ngampus' di sini dengan kondisi hidup yang agak memprihatinkan. Makan sangat ngirit dan kadang susah makan, terkadang menerima belas kasihan dari teman sekos untuk memberinya makanan. Jeng jennng... Cukup terhenyak.. Masa sih yang 'ngampus' di sini masih ada yang hidup tidak cukup? Untuk biaya kuliah saja, tidaklah murah, kenapa masuk ke sini? Kenapa tidak memilih universitas lain yang lebih murah?

Ah entahlah, semua punya pilihan hidup, we don't judge...


Dee, 24yo, anak kost dan ndak makan mie instant :3 


Saturday, July 24, 2010

Renungan naif? Be Realistis!

Abis baca-baca diforum ditulis pengorbanan seorang lelaki yang kadang tidak diketahui oleh wanita, mau nyobain komentar deh, kayaknya yang nulis terlalu naif atau terlalu cengeng aja sih


1. Seorang anak laki - laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah..

kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?

dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan - jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,.. =)

lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : " duh,.. sori ni kek nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pegi... maap "

dah,.. kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki - laki.. mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.


Kalo belum punya uang, belum punya penghasilan jangan coba-coba jadi ABG labil (ababil) untuk mau nraktir semua keperluan pacar cewe anda. Hello.. masih pacar, masih muda, kamu itu bukan bapaknya, ga perlu traktir semua keperluan dia. Kalau mau ditraktir semua, pacaran aja ama bokap sendiri, ditraktir tuh semuanya. Jadi cowo jangan terlalu bodoh, jadi cewe jangan terlalu manja. Perbandingan 50:50, kalo ga 65:35 masih wajar lah.. kalo diluar itu, walaupun sebagai cowo merasa kaya, cewe begitu ga bisa diandelin jadi pasangan hidup, MENDING PUTUSIN! Ke laut aje cewe ngarep ditraktir mulu!


2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,..

ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,..

lalu engkau menjawab
" duh rambut gw rusak nih,..."
" duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi... panas tau "
" duhhhh, debu, panas... laen kali aja deh ya ? "

mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..

Well, jadi cowo jangan terlalu bego.. mau kemana-mana dijemput? mau kemanapun di anterin? eh, ini pacaran ama tukang ojek apa supir sih? gapapa dijemput dianterin, tapi ga ke semua tempat perlu di anterin, tau batasan, tau pacar kamu juga sibuk, jangan asal minta temenin deh. Kalo comment panas, rambut rusak, debu, kembali ke point pertama yang sudah dijelasin diatas, makanya jangan traktir semuanya, jadi cewe ngelunjak! kalau mau nyari yang roda 4? udah kerja belum cowonya? kalo belum kerja, belum bisa apa-apa, itu kan punya bapaknya, pacaran aja ama bapaknya! Jadi cewe jangan matre, jadi cowo jangan terlalu peres, kalo niat long term relationship doi bakalan bisa ngertiin susahnya hidup ini, makanya jangan pacaran ama ababil!



3. Ketika sudah berkeluarga,... anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..

tau pepatah ini gak?
" Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam "

Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,..
kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..

Kebanyakan nonton film drama? Kebanyakan nonton film mewek-mewek??
Realistis dikit, cowo cewe sama aja, ga ada yang lebih kerja keras banting tulang, jadi orang jangan terlalu naif. Hidup ini berat, jangan diberat-beratin ama hal-hal ga penting



4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau..

" mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU "

ini hanya untuk bahan renungan wanita saja
dan memang tidak semua wanita seperti ini kok :)

Kalo udah menjadi perampok, pencuri, kriminal, korupsi untuk membiayai keluarga. Well, kayaknya pendapat ini bertolak belakang ama point ketiga, katanya kerja keras? kalo udah ga bener, nama keluarga rusak, nantinya akan memperburuk keadaan, lebih baik tau batas kemampuan keluarga, jangan hanya bisa jadi keluarga menengah, gaya hidup menengah keatas, kan ga nyambung. Posisikan diri anda dimana, jangan melihat atau membandingkan orang lain. akan jadi boomerang jadi diri sendiri.


Well, akhir kata memang tulisan Dee offensif banget, tapi emang sengaja!
Kalian hidup di dunia yang berat, jangan terlalu naif, jangan terlalu bego, berpikirlah rasional, nyari cewe mau enaknya aja? ke laut aja deh!