Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Saturday, July 12, 2014

Dee, Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2014

Pemilu untuk pemilihan presiden telah berakhir pada tanggal 9 Juli 2014. Pesta rakyat telah usai dan semua rakyat Indonesia antusias menanti siapa pemenang Pemilihan presiden yang palin heboh selama Indonesia merdeka. Semua simpatisan saling menghujat satu sama lain, dengan intensitas black campaign setiap hari. Tetapi mereka yang telah menentukan pilihan tak dapat digoyang oleh issue black campaign ini.

Calon pertama dengan koalisi super gemuk dan uang yang banyak mampu menarik minat perhatian rakyat dengan tagline 'tegas', 'otoriter', 'anti-asing'. Sedangkan calon kedua telah lama membangun pencitraan 'merakyat', 'kerja' dan 'bersih'.

Kedua calon yang saling bertolak belakang ini pun menarik minat banyak perhatian. Mulai dari dalam negri sampai ke seantero dunia. Pemilihan presiden ini, semua mata tertuju padamu! 

Oleh karena itu, semua orang menunggu hasil pemilu ini. Quick count menjadi andalan untuk mengetahui secara cepat siapa yang unggul pada pilpres kali ini. Sudah sejak tahun 2004, Quick Count dapat memberikan hasil yang tepat agar proses perhitungan Real Count oleh KPU tidak dicurangi, dengan margin error sebesar 1%. Tentu saja Quick Count mendukung semangat demokrasi yang jujur dan beraih sehingga tidak terjadi pengelembungan suara pada saat perhitungan oleh KPU.

Untung tak dapat dinyana, ternyata tahun ini terdapat dua hasil Quick Count yang berbeda dari masing-masing kubu yang mengakibatkan sebagian masyarakat merasa 'bingung', siapa pemenang pilpres tahun 2014 ini. Apakah hasil yang berbeda ini merupakan konspirasi agar KPU dapat menghasilkan 'permainan' suara yang telah dicegah dalam 10 tahun terakhir ini? Apakah ini juga merupakan salah satu strategi salah satu calon untuk membuka peluang tersebut?

Tanggal 9 Juli 2014, Kedua calon saling mengdeklarasikan kemenangan berdasarkan Quick Count. Ini suatu musibah, musibah bagi seluruh bangsa Indonesia. Kita dibawa mundur ke > sepuluh tahun yang lalu, dimana kita buta dan tidak ada pembanding perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU. 

Banyak yang berpendapat dan mengiring opini, proses perhitungan suara, serahkan saja kepada KPU yang lebih capable. Salah satu calon berhasil, berhasil mengiring opini publik untuk kembali ke masa kita buta dan pihak KPU dengan mudahnya melakukan modifikasi data. Kecurangan yang bisa saja dilakukan, mengacu pada hasil Quick Count salah satu calon. Selamat, Anda berhasil!

Dengan melihat petugas KPPS dan proses perhitungan suara saat ini, tentu saja, saya dengan yakin tidak percaya terhadap proses perhitungan KPU. Kita sebagai masyarakat, perlu memonitor proses perhitungan ini, kita turut peran aktif atas hasil yang telah dihitung di TPS masing-masing. Sudah banyak kecurangan yang terlihat, atau ketidakmampuan petugas KPPS untuk berhitung dan tentu saja saksi yang tidak capable! Mengenaskan sekali negara kita tercinta ini, asal ada uang bapak bisa senang. 


Dengan Quick Count yang telah diciptkan dengan sample, populasi dan metode sedemikian rupa oleh para ahli statistik, digiring untuk menjadi sebuah tanda tanya, kita perlu khawatir. Kita perlu lebih aktif mengawasi negara kita, para elite politik terus berusaha untuk membuat kebijakan yang menguntungkan mereka. Berusaha mengiring negara ini kembali ke 15 tahun lalu, kita perlu bersatu, bersatu untuk bangsa ini melawan elite politik negara kita yang semakin rakus.

Mereka berusaha mencari peluang untuk bebas dari hukum, kebal dari hukum untuk memperkaya diri. Save their ass dengan melakukan amandemen Undang-Undang yang dapat memberatkan atau mengontrol gerak mereka di pemerintahan. Kita wajib memonitor kinerja mereka, menuju Indonesia yang lebih baik.

Sunday, June 23, 2013

Dee, Sorry for the Haze

Dear all South East Asian Countries, we apologize for unpleasant condition in this few days..

Unpleasant bad weather and environment caused by our country..

Haze covered all over your country, haze makes all of you very hard to breath, uncomfortable to do any routine of work. We are sorry.


We are apologizing for everything.



As Indonesian, I am not deny, the haze comes from my hometown, Riau.
The haze comes from new plantation in summer/dry season, no rain to reduce the haze.


Unfortunately, do you know who should take responsibility for this bad environment?
Who start the bad environment with open palm plantation in our green environment before?
Who the man of destroying our forest in Bukit Barisan?
Who start destroying our forest and make it as plantation?
Who give our local to destroy and kill our rare animal in the forest?
Who should take responsibility for killing tiger in our forest?
Do you use palm oil for cooking?
Do you know who change coconut plantation become palm plantation?
Do you know who change our forest become bird nest plantation?


If you still know nothing, please google it, and don't blame Indonesian.
Our family in hometown, should struggle it every years although we don't get anything from that.



Sincerely,
Dee - Indonesian who grew up in Riau,
who ever saw tiger in our forest,
who had play with colorful crab in mud,
who miss see eagles fly in the sky,
Everything is gone....


You start to change, you got the KARMA.
Dear Singaporean, Malaysian.... Sorry for the haze

Thursday, December 27, 2012

Dee, 5cm

Nonton kali ini dipersembahkan oleh Jakarta yang hujan lebat selama 3 jam dan menyebabkan banjir diluar perkiraan sehingga gagal libur ke Dieng (lagi).

Kalau ada spoiler sana sini di tulisan kali ini, memang kayaknya di sengaja, jadi jangan lanjutkan dibaca kalo tidak mau spoiler. Tulisan ini ditulis oleh seseorang yang belum pernah baca buku 5cm, jadi yah harap maklum :p



Mengapa nonton film 5cm?
Karena tidak jadi naik gunung, nonton film orang naik gunung jadi juga lah.

Suka tidak dengan film ini?
Oke sih sinematografinya, kalo akting dan dialog-nya sih... Tsk Tsk Tsk...

Siapa cast favorit di film ini?
Igor Saykoji, nonton aja kalo tidak percaya. Aktingnya simple tapi paling nampol, apalagi endorse Indomie mulu, ga heran tuh badan gendut melulu

Siapa cast yang menurut kamu ngak layak di film ini?
Fedy Nuril pastinya, akting datar, letoy banget sepanjang di film.
Denny Sumargo, itu akting yah?? Oooohhh....

Yang paling berkesan di film 5cm?
View dari puncak Mahameru, wooooiiii gw harusnya naik ke Dieng, lihat view begitu jugaaaak tahuuuu!

Yang paling disukai di film 5cm?
Yah cinematografi yang epik aja sih, selain itu yah..... Setidaknya ngasih view gw ke naik gunung, walaupun gw ga jadi ke Dieng :| 

Nilai minus di film 5cm?
Waaah,, Anda salah bertanya.. Banyak niiih..
- Nasionalisme klise.... Meeeeh... Tak tergugah dengan dialog/pidato seperti itu.. Meeeeeh...
- Masa orang sekaya Arial di film tersebut naik kereta ekonomi seharian ke Malang??? Helloooooo???
- Akting yang ermmmm.... Ooohhh...
- Naik gunung boleh kali rambutnya diikat, masa ke puncak Mahameru perlengkapan segitu doang?
- Batu-batu nya boleh kali dibuat lebih alami, masa batu dari gunung BULAT BULAT
- Sepengalaman saya naik gunung, tidak boleh loh naik tanpa adanya tour guide lokal, berbahaya, karena film ini untuk dipertontonkan, ini nilai minus yang sangat fatal, menunjukkan naik gunung di Indonesia itu tidak aman
- Sepengalaman saya juga, orang naik gunung itu pasti saling bantu membantu, walaupun ga kenal satu sama lain, pasti dibantu. Nah ini, udah ada yang hampir mati, luka-luka, ga ada yang bantuin sama SEKALI?! Heloooooow??! Bukan kah ini menunjukkan orang Indonesia tidak ada rasa empati sama sekali? Sampai ke puncak, bergerombolan orang, ada kali 50 orang, tapi masa ada yang hampir mati ga ada yang nolongin. Indonesia? No?
- Pidato yang cheesy yang buat gw tidak makin cinta sama warga negara Indonesia
- Indonesia punya segalanya, tidak perlu ke luar negeri????! Ciiih..... Katak dalam tempurung kalo begitu..

Udahan yah.. Sekian.. Buat yang suka sekali sama film ini, maaf-maaf aja kalau tulisan ini MENYEBALKAN. Gw suka banget kok sinematografi film ini, JEMPOL. By the way, selamat yah buat 5cm yang penontonnya sangat banyak! Semoga perfilman Indonesia makin sukses yaaah....

Sunday, October 21, 2012

Dee, Vietnam Camp, Pulau Galang

Ngra Trang Grave

Vietnam Camp Museum

Museum

Vietnam Camp

Vietnam Camp, Pulau Galang

Vietnam Camp Museum

Vietnam Camp

Galang Camp

Galang Camp Museum

The boat

Vietnam in Batam

Galang Camp

Friday, October 5, 2012

Dee, Indonesia satu zona waktu, are you ready?

Menurut gosip yang beredar, tanggal 28 Oktober 2012 ini, pemerintah akan menetapkan satu peraturan baru untuk penyatuan waktu seluruh Indonesia. Ini wacana yang sangat serius, tapi terkesan disepelekan saja. Sosialisasinya masih sangat kurang, dan pasti banyak reader yang tidak pernah tahu tanggal penetapan penyatuan zona waktu ini. So, bagaimana pendapat Anda mengenai penyatuan satu zona waktu ini?

Dari Dee pribadi penyatuan zona waktu ini sesungguhnya agak tidak beralasan, kondisi Indonesia yang cukup lebar mengakibatkan Indonesia memiliki 3 zona waktu seperti sekarang. Wacana penyatuan zona waktu ini akan ber-impact ke berbagai bidang kehidupan di Indonesia. Sudahkan kita siap untuk itu? *MARI NGACA*

Perubahan GMT +7 menjadi GMT +8 di Jakarta, akan menjadi issue yang besar bagi Dee. Kenapa? Bayangin aja, waktu Doha yang berbeda 4 jam nanti akan berbeda menjadi 5 jam. Walaupun waktu kerja mereka 8:00 - 14:30, artinya pukul !9:30 masih conference.. Ermm.. Aku mau pulang kakak... Apalagi sebulan ini conference-nya senin-kamis, sehari minimal 2x. Untung jumat di Doha libur, kalo tidak, makin ribet aja dunia persilatan ini.

Pagi-pagi ke kantor pukul 07:15 dengan kondisi langit harusnya 06:15, masih gelap dong yah.. Yang penting ngak macet-macet banget aja sih.. Au ahhh gelaaap...

Semoga penyatuan satu zona waktu ini tidak berdampak lebih baik untuk Indonesia yang katanya untuk menyetarakan dengan pasar global dunia yang mostly +8, jadi kita tidak tertinggal 1 jam dari Hongkong, Singapore, China, Taiwan ataupun Malaysia. Hopefully memang akan lebih baik, bukan mengacaukan sistem perekonomian dan budaya yang telah ada.

Tuesday, September 11, 2012

Dee, New Job New Challenge

QNB Tower Lot 18 Parc. 19, tidak terasa sudah dua bulan kepindahan ke kantor yang baru, sejak Juli 2012, resmi bergabung bersama Qatar National Bank Kesawan (QNBK). Bank apaaah itu???! Pasti kalimat itu yang terlintas di pikiran Anda, kecuali untuk masyarakat Medan yang sudah terbiasa mendengar Bank Kesawan di Jalan Kesawan.

Singkat cerita, perpindahan kerjaan ini bermula dari desakan orang tua untuk bergabung di industri banking. Yah, kembali lagi untuk memenuhi kemauan orang tua, walaupun keinginan sebenarnya sudah ingin menjadi enterpreneur di kampung halaman, tapi apa daya, orang tua belum mengijinkan. Sampai sekarang belum dapat menentukan pilihan hidup yang benar-benar keputusan sendiri.

Selama dua bulan ini, menikmati proses transisi dari perusahaan lama ke perusahaan baru, working environment yang berbeda, eksekusi pekerjaan yang terasa lebih lambat dibandingkan perusahaan sebelumnya, dan working on target yang biasa dilakukan yang susah diterapkan kepada para division head yang kerjanya terasa lambat. Yah di usia yang 23 tahun ini, memang sulit untuk memaksa atau bekerja sama dengan para pentolan yang telah matang umurnya yang terbiasa dengan cara kerja mereka. Tapi perlahan, cara kerja harus berubah untuk kepentingan perusahaan dan challenge dari Qatar National Bank yang lebih besar.

Beberapa kali, data-data yang diperlukan untuk kepentingan pekerjaan harus di follow-up untuk di kerjakan oleh atasan ataupun division head lain, tunggu hingga jam 8 malam agar pekerjaan beres. Wasting time?! That's my job role, cara kerja yang dipertahankan demi kebaikan manajemen juga. Setidaknya saya diberikan kebebasan untuk menerapkan cara kerja ke QNBK, walaupun kepada yang jabatannya lebih tinggi.

Beberapa senior merasa aneh karena selalu mengiyakan apa kata atasan saya langsung, yang notabene IT division head dengan jabatan VP. Dengan jabatan yang lumayan tinggi dan orang nomor satu IT, ini caranya bermain cantik. Dengerin, pelajarin dan laksanakan apa yang disuruh dengan hasil yang maksimal. Jalan masih panjang, hal yang baru tidak boleh ditolak, semua diterima dengan batas maksimal yang bisa diraih.

Sekarang maybe saya menjadi orang tersibuk  no. 5 di divisi IT, setelah IT Head dan 3 sub divisi head yang lain. Video conference yang seminggu minimal 2x, ngawasin training, berinteraksi dengan vendor, ngurusin server, arrange video conference dan meeting-meeting lainnya. Dengan English yang pas-pasan saya menjadi pentolan untuk korespodensi dengan pihak Doha, practice English secara langsung via video conference, dan untuknya mereka mengerti dengan pronounce yang seadanya. Karena perbedaaan waktu 4 jam antara Jakarta dan Doha, tentu saja sedikit memberi hambatan. Meeting pukul 8 pagi waktu Doha, artinya jam makan siang Jakarta, alhasil sering men-delay makan siang setelah meeting yang berkepanjangan dan beberapa issues yang harus di follow up. Yah makan jam 2 atau 3 deh kalo hari senin.

Ngomong-ngomong soal makanan, selama dua bulan ini, selalu dapat lunch box, Depot Tomang, bayangin aja 2 bulan tanpa henti makan begituan. Ngeluh? Yah sedikit sih, menu sama diputar-putar tiap minggu, sampai hafal hari apa menu-nya apa. Tapi keluhan dipendam saja, bagaimana tidak, salah satu vendor yang mengerjakan project, yang notabene orang India dan vegetarian, tiap hari hanya makan nasi putih + bumbu curry dan nasi putih + yoghurt. Tiap hari makan begitu dan dia telah menjalani project hampir setahun! Stop ngeluh! Kalau bosan makan, yah makan siang keluar aja =)

By the way, gossip-nya akan dikirim ke Doha minggu depan, visa-nya lagi di follow up, karena kunjungan pertama yang tidak jadi karena kesalahan birhtdate pada issued visa, kita lihat apakah kali ini akan berjalan lancar atau tidak. Mari ke Doha =))

Tuesday, June 5, 2012

Little Monster Flashmob for Indonesia

June, Indonesia berduka.. Little monster merana, hanya bisa meratap dari foto-foto dan video youtube konser Mother Monster di Asia sepanjang Mei. Mother monster seharusnya dijadwalkan untuk mengunjungi Indonesia tanggal 3 Juni 2012, tetapi dengan alasan keamanan yang tidak bisa dijamin, Lady Gaga membatalkan konsernya di Indonesia. Kecewa? Tentu saja para little monster kecewa dan berduka. Sudah 4 tahun perjuangan para Little Monster meyakinkan Lady Gaga untuk datang ke Indonesia, tetapi secercah harapan itu dibinasakan oleh segala pihak yang terkait, baik itu front-frontan, MUI, polisi, media, dan tentu saja promotor juga ikut terlibat.

Sebagai pembeli tiket konser yang batal, walaupun bukan sebagai little monster yang fanatik, saya cukup kecewa, tapi sudahlah, telah dibatalin, mau marah juga tidak akan berguna sama sekali. Yang penting tiket harus di-refund dan harusnya ada biaya ganti rugi oleh pihak promotor! Bayangin aja yang antri dari malam hari untuk dapatin tiket keesokan harinya! 

Tapi apa yang dilakukan little monster akibat pembatalan konser ini? Ikutan demo beramai-ramai? Ikutan bikin aksi anarkis seperti front-front entah apa itu? Jawabannya tentu tidak, little monster yang ditakutkan akan terserang ajaran satanic dari Lady Gaga malah memberikan suguhan Flashmob di eX Mall, aksi damai tanpa anarkis dan menonjolkan kreativitas.


Postingan video flashmob ini tentu saja mendapatkan sambutan hangat dari para little monster di seluruh dunia. Tentunya tidak luput dari perhatian mother monster, Lady Gaga.


Setelah semua keruwetan dan masalah yang ditimbulkan serta kehebohan yang terjadi oleh media, semangat Little Monster menjadi asa mencapai Indonesia yang lebih baik. Semoga nantinya kita bisa menyelenggarakan segala konser tanpa embel-embel pelarangan oleh agama ataupun salah satu strategi bisnis dari pihak promotor lawan.

Dear Indonesian, please... We can live in diversity and freedom to speech.

Sunday, June 3, 2012

Dee, I am Indonesian

I am Dee and I am Indonesian.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, saya mengalami krisis identitas kewarganegaraan untuk beberapa kenalan baru misalnya kolega baru di kantor ataupun kenalan baru pada saat travelling. Kenapa saya sebut sebagai krisis kewarganegaraan? Yah, mostly mereka tidak percaya kalo saya orang Indonesia asli, oke saya persempit jadi orang Indonesia keturunan Tionghoa. Bahkan ada yang tidak tahu bahwa di Indonesia terdapat etnis Tionghoa! Aaaah.. Itu saatnya saya mempromosikan Indonesia dengan keberagaman sukunya.

Diskriminasi pertama yang paling saya sering terima adalah ketika di taxi. Supir taxi selalu menganggap saya sebagai warga negara tujuan saya akan terbang, misalnya saya mengatakan akan terbang ke Kuala Lumpur akan ditebak sebagai Malaysian, kalau saya bilang mau ke Singapore selalu dianggap sebagai Singaporean, bila akan terbang ke Bangkok saya juga akan berlagak sebagai orang Thailand. (Ini berlaku bila saya mencegat taxi di jalan, bukan dari booking-an). Dan karena sudah terbiasa, saya menjalani peran sebagai warga negara yang si supir taxi tebak, hitung-hitung menyenangkan hati mereka.

Diskriminasi tidak diakui sebagai warga negara Indonesia selanjutnya terjadi dan sering dilakukan oleh pramugari/pramugara. Pernah saya minta kartu entrance yang perlu kita isi kepada pramugari, dia tidak mau memberikan kepada saya, dia tidak percaya saya Indonesia sampai saya memperlihatkan paspor saya. Sedangkan salah satu pramugara dari Hongkong malah mempertanyakan apa yang saya cari untuk terbang ke Indonesia jauh-jauh dari Hongkong? Wooah, saya disangka Hongkong? Wajah Cantonese saya darimana coba? Fiiiiiuuuh..

Pengalaman disangka warga negara asing tidak sampai disitu, bulan April 2012, saya melakukan perjalanan di Yogyakarta. Yang ini benar-benar random abis! Kesal sekaligus bingung, supir mobil yang saya booking mengira saya orang Thailand karena sedang membicarakan rencana trip ke Bangkok bersama teman saya. Penjaga karcis di Prambanan tidak percaya saya orang Indonesia, dia meminta menunjukkan ID sebagai bukti saya bukan Singaporean?! Random berikutnya saya dituduh Taiwanese oleh penjaga tiket di Borobudur hingga harus menunjukkan ID dan dituduh Malaysian oleh guide di Borobudur. Diskriminasi tidak sampai disitu saja, saya kembali dituduh Japanese oleh resepsionis hotel tempat kami menginap, dan dituduh sebagai Korean oleh guide di Alun-Alun Utara! Tidak cukup sampai disitu, saya kembali dituduh Hongkong oleh tukang becak di Taman Sari! Ah begitu random-nya kah wajah saya??! I am truly Asia!

Penolakan sebagai warga negara Indonesia juga sering terjadi bila ada kunjungan client di kantor. Pernah saya dituduh sebagai Korean gegara sering pakai scarf di kantor, padahal gegara kantor dingin banget! Pernah dituduh sebagai Singaporean karena Singlish yang lancar! (lol). Terutama kolega Singaporean yang selalu confirm kalo saya Singaporean, yeah I said confirmed NOT lar! (still with Singlish).

And ketika di Rumah Sakit Siloam tahun 2008, saya dituduh sebagai Japanese oleh dokter yang merawat saya! Ciiih... Diskriminatif sekali, saya selalu dapat makanan khusus dan perlakuan khusus dari dokternya! Maksih yah pak.. ermm.. Saya udah lupa sih, ngak mau lagi urusan ama dokter, tidak mau kenal-kenal lagi. bweeek :p

Krisis identitas paling sering saya terima bila saya di Singapore atau Malaysia! Saya selalu dituduh penduduk lokal oleh para turis! Alhasil saya selalu ditanyain jalan oleh para turis padahal saya tidak tahu jalan juga. Sorry Madam/Sir, I don't know, I am a tourist like you! :))

Nah cerita terakhir ketika saya ke Singapore Mei 2012, dari beberapa orang yang di sekitar saya, saya selalu 'terpilih' oleh turis yang bingung dan tidak tahu jalan. Pertama bapak dari Pakistan yang buta arah jalan dan tidak tahu cara membeli tiket one-way MRT, saya bantuin deh, dan setelah berbicara basa-basi dia tidak percaya di Indonesia ada keturunan Chinese, dan dia tidak percaya ada Indoenesia-Chinese yang kulitnya kuning kecoklatan seperti saya! Aaaah bapak kurang pergaulan saja, kelamaan di Thailand sih :p

Pengalaman kedua ketika saya sedang di Bugis, jalan sendirian, seorang bule menghampiri saya, menanyakan arah jalan! *bapak saya bukan Singaporean, tapi saya bantu sebisa saya yah! Semoga yang saya kasih tahu kemaren tidak membuat bapak jadi nyasar! Turis Australia tersebut menganggap saya Singaporean juga! Jiaaaaaah... Baiklah, saya tunjukkan kemampuan Singlish saya, biarin dah! Hahaha

Pengalaman ketiga, ketika saya sedang asik melahap 1 dollar ice cream, tiba-tiba seorang perempuan Singaporean menghampiri saya, meminta saya mengisi form survey untuk Singaporean. Woooah! Saya dikira Singaporean oleh Singaporean! Emezing! Sorry miss, I am not Singaporean! I am tourist from Indonesia.

Pengalaman keempat, di MRT menuju ke Orchard, sedang menunggu MRT di Bugis, ada pasangan bule, dari banyaknya Singaporean di sekitar saya, eh malah nanya jalan kepada saya! Aiyooooh! I am not Singaporean lar.. But I think I can help, cause we are on the same way to Orchard! Hehehe.. Pasangan Canada-South Africa yang saya tebak sebagai pasangan baru nemu di jalan itu,  dimana si bule perempuan saya tebak berumur dipenghujung 40-an menuju 50 sedangkan sang negro berumur yah kira-kira 20-an menuju 30 dengan rambut gimbalnya yang *maaf* baunya ajubile! Hahaha... Mereka menanyakan kepada saya bagaimana 'kabur' dari Singapore untuk mendapatkan stay permit at least one month again, setelah pembicaraan panjang saya ajarin untuk ke Johor yang transfer dari Woodlands dengan biaya yang murah meriah! Semoga berhasil yah!

Dan pengalaman kelima di Singapore kemaren ketika naik MRT ke lakeside point, seorang PRC menanyakan saya arah MRT, karena saya terlihat sebagai Singaporean. Yishun, transfer dimana (pake mandarin), saya terdiam sejenak, ermm... Yah yah keluar aja dari City Hall sambil tunjuk-tunjuk, transfer disitu (sambil bolak balik map), semoga cici ngak nyasar yah, saya bukan Singaporean dan cara bertanya yang baik tidak seperti itu, tetapi jawaban saya kemaren bener kok! Kalo nyasar salah sendiri!

Ada yang punya pengalaman lebih parah dari saya? Sejauh ini masih okelah dianggap sebagai warga negara asing masih dari negara-negara Asia, terutama dari tetangga. Singapore, Malaysia adalah yang paling sering, yah mungkin akibat Singlish, Teochew, Malaylish atau Melayu saya yang lancar bila di negara tersebut. Hongkong, Korean, Japanese, Thailand, Taiwanese juga sering didapatkan. Yang saya bingung tidak ada yang pernah menebak saya sebagai orang China! Tetapi emang berbeda sih yah, walaupun saya sipit, mereka lebih sipit lagi sih :)) Sebenarnya yang paling saya inginkan gitu ditebak sebagai bule gitu, kan kerenan dikit dianggap sebagai Caucassian gitu (ngimpi kali mana ada Caucassian kulit berwarna dan pendek kayak elu), dianggap African kayaknya kan juga keren tuh, kalo tidak Indian gitu dengan kulit begini kan sebagai suatu keajaiban! Atau mata itu orang udah katarak atau buta. Hahaha..

Tetapi sebagai seorang Indonesian sejati, aku mau dianggap sebagai orang PAPUA! Itu cita-cita saya, kalo kamu?


Whatever you say about me, I am still Indonesian

Friday, June 1, 2012

Dee, From Changi to Bugis

Kalo Anda berpikir cerita seru perjalanan kali ini hanya soal ticketing yang kacau, Anda salah! Seperti instingku beberapa hari ini, perjalanan ini bakalan akan kacau. Aku sudah punya mental dan akan tahu akan menghadapi berbagai obstacles, tapi aku tidak tahu akan seperti ini. Tak terpikir olehku, akan berwarna seperti ini.

Setelah boarding, dan pesawat delay sekitar 20 menit, Lion Air adalah pemenang delay all the time, jadi hari ini aku cukup beruntung, hanya 20 menit! Segera setelah pesawat take-off aku tidur, dan sudah tidak sadar apa yang terjadi, aku terlalu capek, kurang tidur, karena aku bangun pagi tadi dengan perasaan akan sesuatu buruk yang terjadi. Bangunnya aku kali ini memang dilanjutkan dengan kejutan tidak baik kembali, seorang pramugara menumpahkan air di celana-ku! Basah! Sementara penerbangan cuma menyisakan 15 menit lagi, bagaimana akan kering?!

Setelah meminta maaf, pramugara-nya beranjak pergi. Apa yang bisa aku lakukan? Masa nanti keluar pesawat dengan celana basah seperti ini, bagaimana kalo orang berpikir kalo aku ngompol? Bagaimana aku bisa survive, tidak malu saat naik MRT nanti? Apa aku dengar saja kata papaku untuk naik taxi saja? Ah tidak terlalu mahal, itu bukan pilihan.

Ideku, yah kain Bali, untung saja aku membawa kain Bali dan beberapa scarf, bisa aku buat kamuflase, seperti memakai rok saja pikirku, apa perkataan orang bodoh amat, yang penting pede! Apalagi ini negara sekuler, di negara orang lain, tidak banyak orang yang kenal aku. Temanku disini paling sekitar 20 orangan, tidak akan kebetulan, ga mungkin aku bertemu dengan mereka di office hour gini! Tapi, aku kan tidak seberuntung itu hari ini, tapi tetap aku mengikat kain bali di celanaku, untunglah warnanya senada.

Jeng jeng jeng, setibanya di Changi, aku lost, BB roaming-ku tidak aktif, bagaimana aku bisa menelepon ke orang tuaku, bagaimana mereka menghubungiku? Aku juga tidak tahu contact nomor mereka sekarang. Yang harus aku lakukan selanjutnya adalah mencari simcard secepat mungkin.

Seorang officer Starhub menawarkanku SIMCard seharga 50 SGD, dengan value 63 SGD. Ah jumlah itu terlalu mahal, aku tidak memerlukan value sebanyak itu, aku pun mencoba bertanya ke Singtel, paket perdana yang mereka tawarkan, yang termurah disediakan disitu 28 SGD. Seingatku tahun lalu, aku membeli kartu perdana disini, ada paket 10 SGD, tapi mereka tidak menyediakan di bandara. Doooooh! Aku harus beli sekarang atau nanti tidak bisa menghubungi orang tuaku. Akhirnya dengan berat hati aku keluarkan lembaran 100 SGD pertamaku.

Obstacles selanjutnya, bagaimana aku bisa menghubungi orang tua, tapi tidak tahu nomornya? Tentu saja otakku tidak pernah diam, segera aku menelepon ciciku untuk meminta nomor telepon bonyok. Setelah mengabarkan aku akan sedikit lama untuk mencapai daerah Bugis, aku meminta mereka untuk sabar aja menunggu.

Setelah membeli Russian vodka di Free Duty, titipan temanku, aku segera meluncur dg Skytrain dari terminal 1 ke Terminal 2. Kemudian dengan langkah seribu, aku mencari station MRT, dan mengisi EZLINK card-ku yang sudah lupa saldo terakhirnya berapa banyak. Antrian panjang! Ceeeeey! Setelah top up 10 SGD, aku ditepuk dari belakang. Wah aku mau di gendam di negeri orang pikirku! Hahaha.

Tapi itu hanya khayalanku, seorang bapak, berumur kira-kira 40 tahunan awal, memintaku untuk menolongnya membeli single trip dari Changi ke Bugis. Dia pertama kali datang ke Singapore, jadi tidak tahu bagaimana caranya. Lah aku? Aku tidak pernah beli single trip ticket, bijimane yaah? Ah pede aja, asal pencet pikirku! Hahaha

Ternyata yah karena emang agak user friendly tidak susah, tapi aku ngak tahu kalau untuk single trip kudu pake koin, untunglah si bapak ini punya banyak koin, dan akhirnya proses pembelian dengan mesin ini kelar sudah. Eh si bapak ini kan satu tujuan denganku ke Bugis, aku ajakin bareng aja deh. Tapi nantinya aku dikira jadi kucing om-om, errmm... Ah gapapa deh, tidak ada yang kenal aku ini di negeri orang dan teman-temanku masih kerja. Kasian bapak ini, kayaknya kudu ditemenin.

Yah berangkatlah kita berdua menyusuri MRT dari Changi ke Bugis, aku sedikit bertanya basa basi, ada keperluan apa dia ke Singapore, kok sendiri, kenapa enggak dijemput? kayaknya lagi business trip, apa koleganya sibuk semua? Ah urusan orang lain, jangan terlalu banyak bertanya. Akhirnya aku cuma diam sepanjang perjalanan. Dari investigasiku, dia asli Pakistan, business trip ke Singapore, sebelumnya dia dari Bangkok, dan dia akan menginap di hotel Summer View, Bugis. Dan itu searah denganku yang ke Bugis juga. Itu aja info yang penting, aku tidak banyak bertanya dan satu hal yang cukup mengejutkan disini adalah sesama orang keturunan Hindi, yang berkulit cokelat (India terdiri dari kulit Hitam dan Putih), mereka dimana-mana seperti saudara walaupun baru kenal. Kok bisa yah? Kayaknya itu kudu investigasinya berikutnya. Satu hal yang lucu dan tetap terjadi, aku ditebak orang Singapore asli, makanya dia tidak ragu meminta bantuanku membeli tiket tadi. Terus aku bilang aku bukan orang Singapore, dia menebak aku orang Taiwan, Hongkong! Aaah apakah aku ini kurang Indonesia?!! Orang Indonesia tidak punya warna kulit secerah ini katanya, aku tidak mungkin orang Indonesia. Iya sih pak, kalo bapak liat orang papua, kulitnya yah hitam. Tapi kan aku Indonesian Chinese yah wajar kayak orang Asia Timur *sisiran

Sang bapak yang pada saat itu aku tidak tahu namanya asik berbincang dengan orang India di depannya, dengan kepala godek-godek khas orang Calcuta lawan bicaranya berbicara cepat kayak MRT yang melaju kencang ini. Aku hanya bisa mendengar beberapa kata english yang tidak bisa aku sambung. Hahaha

Setelah tiba di Bugis, saya kembali membantunya untuk bertanya kepada salah satu officer, dimana hotel Summer View. Setelah mendapatkan direction yang cukup baik dan yakin dia tidak akan tersesat, kami pun berpisah di lampu merah Bugis. Dia menawarkanku untuk ke rumahnya kalo ke Pakistan :S kapan aku bisa masuk Pakistan, masih perang gitu? Ngak mungkin sih, tapi tawarannya yah oke juga. Tapi dia sekarang lagi bertugas di Bangkok, wooooah pikirku, mayan nih bisa dinner gratis ntar Agustus, recokin aaaah! Eh tapi, saking serunya cerita-cerita aku lupa nanya nama bapak itu siapa, contact number, ataupun email. Gimana bisa ketemu lagi yah? Masa aku harus ke Summer View Hotel nyari bapak-bapak itu? 

Mungkin pertemuannya hanya sampai disitu, kalo beruntung ketemu di jalan di Bugis ini?! Sepertinya sangat tidak mungkin, ya udah sih, yang penting udah membantu orang hari ini. Aku sudah di Bugis dan segera bertemu orang tua. Dan tahu ngakSummer View Hotel itu persis di sebelah hotel aku menginap! (Tapi sampai kunjungan terakhir tidak ketemu tuh si bapak-bapak itu lagi), hahaha...

(To be continued)

Tuesday, May 29, 2012

Dee, Lady Gaga and Indonesia

27 Mei 2012, Lady Gaga resmi membatalkan konser di Jakarta. Bukan karena tidak mendapat izin, bukan karena promotor yang tidak mampu membayar, bukan karena demo FPI. Lady Gaga membatalkan konser di Jakarta, mempertahankan integritas sebagai diva pop kelas internasional. Tidak tunduk pada peraturan yang sangat merugikan, apalagi atas nama Agama yang entah siapa yang punya wewenang membatasinya. Sungguh tidak ada yang pantas berbicara atas nama Agama untuk melarang, siapapun itu.

Kontroversi konser Lady Gaga memang bukan hanya di Indonesia saja, tetapi terjadi juga di luar negeri. Contohnya Korea Selatan dan Filipina, tapi media disana tidak mem-blow-up dengan berlebihan seperti di Indonesia. Bahkan, berita tersebut kuantitasnya lebih banyak beredar di Indonesia dibandingkan negara mereka sendiri. Entah apa sih maunya media Indonesia? Provokator? Pasti sih.. Rating? Atau dapat saweran juga sih media disini? Entahlah. Sudah tidak tahu apa yang harus dikatakan, entahlah, speechless dengan berbagai bidang di random country seperti yang dikatakan oleh Justin Bieber.

Polemik dengan pakaian yang tidak senonoh yang biasa dikenakan oleh Lady Gaga cukup tidak masuk di akal. Apalagi konser ini tentunya untuk kalangan terbatas, tidak ditayangin secara langsung di televisi nasional, dan yang nonton tentunya sudah punya consideration sendiri. Berbeda dengan tayangan di televisi nasional kita, tooh yang berbikini juga ditayangin di siang hari, entah kerja atau tidak para editor/tukang sensor di televisi tersebut. Kalo memang beneran ada peraturannya, public bisa menuntut ke televisi tersebut lewat saluran mana yah? Berencana mau somasi salah satu stasiun televisi yang menayangkan video klip Gaga berbikini di stasiun televisi pada pukul 12:30 tanggal 28 Mei 2012, kalo benar ada peraturan dari KPI tentu saja ini harus kita tuntut.

Tetapi untuk sekelas konser, siapapun tidak bisa menuntut, karena para penonton membayar cukup mahal untuk menonton all package performance with her dancer. Ga seru banget nonton konser dengan berbagai macam peraturan censorship yang tidak wajar sama sekali. Nah, banyak juga yang permasalahin dangdut yang diselenggarakan  di kampung-kampung yang tidak memakai censorship juga, malah lebih parah bisa sampai memperlihatkan (maaf) payudara dan vagina secara live. Lantas kita judge itu tidak boleh? Tidak juga kalo kita pada rule, kebebasan. Memang harus dituntut karena sering kita lihat anak dibawah umur juga berada disitu, tetapi apakah para biduanita tersebut harus dicekal? Tetap pada pendirian, tidak. Mereka tidak merusak moral orang lain, yang salah orang tua yang membawa anak-anak ke acara tersebut. Kita tidak bisa men-judge mereka yang merusak moral orang seperti halnya yang dilakukan oleh para penjaja seks komersial, apakah yang mereka lakukan salah? Oh no, bukan coverage kita untuk men-judge seperti itu.

Kemudian sorotan kedua ditujukan kepada budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya timur. Wait.. Argumen ini sangatlah lemah, bisa dipatahkan darimana saja. Apa itu budaya barat? Apa itu budaya timur? Budaya timur diidentikkan dengan konservatif? Budaya Barat diibaratkan dengan liberal? Seperti apa batasannya? Siapa yang membuat batasan tersebut? Budaya Barat dan Timur itu hanyalah opini untuk membedakan, memecah belah, kasihan sekali yang masih membedakan budaya barat dan timur.

Apa itu budaya timur Indonesia? Sopan santun? Berpakaian tertutup? Apa Lady Gaga tidak sopan? Apa Lady Gaga perlu untuk memakai sorban? kaftan? Apa budaya timur identik dengan pakaian tertutup? Please be wise, Indonesia ini tidak semua daerah berpakaian tertutup sebagai budaya mereka, contoh suku Dayak, suku Asmat, suku Duano, apa pakaian mereka tertutup? Terus apa itu budaya timur dengan pakaian tertutup? Argumen yang dangkal sekali, dikemukanan oleh 'pemuka' agama, hanya bisa diam orang seperti itu apa masih pantas dijadikan panutan?

Demo organisasi masyarakat yang mengatasnamakan agama. Merusak moral bangsa, kembali agama menjadi sumber masalah di negeri kita. Tapi, di negeri yang mengakui berbagai macam agama, apa pantas untuk melarang umat agama lain menikmati hiburan? Tidak semua orang yang nonton beragama seperti yang melarang lho?! Berapa orang yang menolak? Silence community di Indonesia ini sudah terlalu cuek dan tidak peduli terhadap apa yang terjadi. Bodo amat apa yang terjadi di negeri ini, terserah apa saja yang akan terjadi, biarkan saja mereka berkarya. Mostly Indonesian berpikiran seperti itu, dan seperti terlihat sekarang makin subur organisasi masyarakat berkedok agama melakukan tindakan anarkis.

Pemujaan setan yang mungkin dilakukan oleh para fans Lady Gaga. Dude, please deh pinteran dikit. Sorry, semua yang beropini dengan alasan setan, please check your brain. Apa dengan konser kurang dari 3 jam, semua orang akan menjadi setan? Akan ada setan-setan baru? Semua orang akan dijadikan orang yang memuja Gaga? Sebagai well-educated person, please rethink again before say your opinion on national media. Kalian bisa lebih pintar dari itu, kalo tidak, mungkin saatnya mengundurkan diri. Masih banyak orang pintar di negeri ini, tapi kapan orang-orang pintar tersebut peduli? Entahlah.... Biar waktu saja yang menjawabnya..

Apa akibat gagalnya konser Gaga? Dunia menyoroti Indonesia sebagai negara muslim yang tidak demokratis lagi, Indonesia bukan negara yang aman lagi, Indonesia tidak sanggup menggelar konser besar lagi, muslim Indonesia anarkis, Indonesia tidak demokratis lagi, Indonesia plin-plan, promotor Indonesia tidak capable, masyarakat Indonesia semakin tidak mempercayai pemerintah Indonesia, masyarakat semakin was-was dengan superioritas organisasi keagamaan muslim, organisasi masyarakat berkedok muslim semakin merajalela, promotor mengalami kerugian yang jumlahnya pasti banyak sekali dan U2 membatalkan konser di Indonesia.

Enough Indonesia, time to grow up! Please be nice, we got lots of homework to be done! 

Tuesday, May 22, 2012

Dee, Hidup tanpa Agama

Menjaga Islam dg metode FPI analoginya membunuh nyamuk di rumah dg granat, nyamuk belum tentu mati tetapi rumah pasti hancur ~ 

Akhir-akhir ini di Indonesia, banyak permasalahan yang bermunculan based on agama. Agama yang hakiki sebenarnya adalah untuk menciptakan suasana tanpa kekacauan atau kekerasan (gama), tetapi dalam perkembangannya malah menjadi sumber masalah. Entah berapa banyak korban berjatuhan akibat peperangan antar agama, bahkan beberapa agama memperbolehkan saling membunuh bila dalam keadaan urgent mempertahankan agamanya.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa agama tidak pernah mengajarkan kekerasan. Really? Coba liat lagi kitab suci Anda, bukankah banyak ayat yang mengajarkan kekerasan? Banyak sekali orang yang melakukan kekerasan berdasarkan kutipan dari ayat-ayat yang katanya dari-Nya. Apa kekerasan itu diperkenankan bila urgent? Sudah tidak bisa di-handle atau dalam keadaan mendesak? Pertanyaannya bagaimana literatur, batas keadaan itu dikatakan mendesak atau tidak? Bila untuk mempertahankan diri? Bila telah diserang? Bila tidak sesuai dengan pemikiran kita? Sungguh absurb.. Patokan yang bersifat sangat subjektif. Apa itu yang disebut wahyu dari Tuhan? Dari Nabi? Dari para dewa? 

Akhir-akhir ini sering kita dengar kasus GKI atau HKBP yang diserang oleh orang-orang FPI, kelompok ormas Islam yang menyerang komunitas Islam lain yang tidak sejalan, sekelompok ormas menyerang tokoh yang mereka anggap tidak sesuai dengan ideologi, merusak gedung yang digunakan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan ideologi, sungguh hidup di Indonesia ini makin mengerikan.

Seorang teman Dee, kebangsaan asing, terkejut mendengar cerita Dee, bagaimana keadaan negeri kita yang sangat memprihatinkan mengenai chaos yang terjadi di negeri kita tercinta dua tahun belakangan ini. Bagaimana keadaan hidup beramah tamah yang mereka jadikan sebenarnya tidak seindah seperti yang mereka dengar. Jauh dari yang pernah dibayangkannya.

Mungkin persepsi dia sepenuhnya tidak salah dari perspektif keberagaman dan toleransi antar umat beragama dan ras yang ada di Indonesia memang bisa dijadikan acuan. Kita bisa melihat bagaimana satu keluarga berbeda agama bisa hidup dengan damai. Bagaimana perbedaan suku masih tetap bisa melangsungkan pernikahan. Yah walaupun masih ada yang tabu melakukannya, tapi mostly terlihat sebagai keberagaman yang indah di Indonesia.

Teman Dee juga memberikan pernyataan, Indonesia itu contoh yang sangat baik di dunia, khususnya buat negara tetangga kita yang paling sering bermusuhan dengan kita. Disana, tidak diperkenankan seorang Muslim memiliki anak yang berbeda agama. Bagaimana syariat ditegakkan dan yang tidak menjadi muslim akan hilang segala macam hak-nya sebagai warga negara. Bagaimana kebijakan pemerintah yang hanya untuk membantu warga muslim, tidak untuk yang lain. Beasiswa pun diberikan kepada yang muslim saja. Kembali dicontohkan bagaimana Dee bisa memiliki banyak teman muslim dan berkumpul dengan yang berbeda agama. Disana, hal ini sangat jarang bisa mereka dapatkan. 

Keindahan hidup dalam keberagaman seperti pemahaman dalam Bhineka Tunggal Ika seolah-olah mulai hilang tergerus perkembangan agama yang berlebihan. Yah, tidakbisa dipungkiri agama adalah akar permasalahan sekarang. Demi agama, dan mempertahankan wacana seperti yang diwajibkan oleh agamanya segala hal dilakukan untuk menyerang pemeluk agama lain, yang berbeda kepercayaan. Sungguh ironis.

Muncul wacana, hidup tanpa agama, apa akan lebih kacau dibandingkan hidup beragama? Dari perspektif Dee, lebih baik Indonesia tanpa agama, sumber permasalahan itu akan hilang. Kontroversi, memang tidak bisa dihindari, mengajak orang untuk tidak beragama. Tapi, Dee pribadi sudah lama tidak beragama. Buddha bukanlah agama, Buddhism bukan ajaran agama. Lalu kenapa di Indonesia Buddha dijadikan sebagai agama? Kita kembali terjebak ke mainstream, hidup ini harus beragama, that's why Buddha (Buddhism) menjadi salah satu agama yang diakui. Iya diakui sebagai agama.

Namun pada hakiki-nya Buddhism bukanlah agama. Untuk masuk ke Indonesia dan diakui pada masa pemerintahan Soekarno, semua simbol Buddhism pernah akan dibumi hanguskan oleh Presiden Soekarno. Tradisi Cina yang telah berkembang dengan Buddhism di Indonesia telah membuat rancu sebenarnya. Disini peran Sukong (Bikkhu Ashin Jinarakkhita) mempertahankan Buddhism tetap berkembang di Indonesia, sesuai dengan Pancasila sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa".

Fakta unik lainnya, Buddhist tidak mengenal 'Tuhan', Buddhism tidak memiliki Tuhan. Bagaimana kepercayaan dapat berkembang di Indonesia, jauh berbeda dari sila pertama. Sukong dengan segala upaya, tetap ingin mempertahankan Buddhism di Indonesia, tercetuslah sebutan Tuhan dalam agama Buddha 'Sanghyang Adhi Buddha', begitulah istilah Tuhan di Indonesia yang bukan personifikasi, tidak berbentuk, tidak berwujud dan yang mutlak. Mungkin ini dapat diterima kondisinya, sama dengan istilah Tuhan atau Allah yang tidak boleh dipertanyakan, semua orang pun tidak bisa bertanya apa itu 'Sanghyang Adhi Buddha'. Buddhism pun masih tetap hidup dan berkembang semakin terdegradasi agama lain di Indonesia.

Dahulunya, Dee menerima konsep 'Sanghyang Adhi Buddha' diterima mentah-mentah. Tidak ada yang boleh dipertayakan untuk hal yang menyangkut tentang Tuhan. Orang tua walaupun status KTP ditulis Agama Buddha, tetapi tidak pernah mengenal apa itu Buddhism. Yah, orang tua memegang teguh prinsip Confisius, yang dahulunya tidak diakui di Indonesia, setelah presiden Abdurrahman Wahid menjabat, Confisius aka Kong Hu Cu dijadikan sebagai agama, sungguh ini suatu kekeliruan berulang kembali. Kong Hu Cu juga sebenarnya bukanlah agama. Dewa tertinggi yang ada di dalam kepercayaan Kong Hu Cu adalah Dewa Langit, tidak ada yang namanya Tuhan. Tapi istilah Tuhan ini kembali muncul di perkembangan Kong Hu Cu di Indonesia. Ajaib.

Perkenalan dengan diskusi Abhidhamma Pitaka-lah yang membuka segalanya. Disini kita bebas untuk bertanya tentang segala sesuatu yang tidak kita ketahui, segala sesuatu yang dipertanyakan. Mulai dari awal terbentuknya bumi, kiamat, Tuhan, Buddha dan segala sesuatu yang belum bisa terjawab sebenarnya. Pemikiran-pemikiran liar didiskusikan dan diserapi berdasarkan persepsi masing-masing. Sangat berbeda dengan apa yang kita lihat atau dengar di telivisi, ataupun dari agama-agama lain di Indonesia.

Semangat untuk mengetahui lebih banyak pun membara, buku-buku terbitan luar negri pun menjadi referensi. Buku terbitan Indonesia tidak bisa menjadi bahan bacaan, terlalu banyak interfensi dan asimilasi kebudayaan dengan budaya Indonesia, semuanya seerba disesuaikan. Fakta yang didapat semakin menarik, perbedaan tentang ketuhanan dan pandangan terhadap Buddhism sangatlah berbeda.

Setiap orang bisa menjadi Buddha, setiap orang menjalani jalannya sendiri tanpa campur tangan siapapun, bersahabat dengan alam, bagaimana bersikap sebagai manusia bukan sebagai mahluk yang sempurna, bagaimana lemahnya seorang manusia, manusia jauh dari mahluk sempurna dan berbagai ide gila anti-mainstream yang lain. Hal yang paling menarik mengenai ilmu astronomi, di Abhidhamma diceritakan terdapat banyak planet dan tata surya, jadi penemuan-penemuan planet baru bukanlah hal yang baru dalam Buddhism. Semua telah dijelaskan secara terperinci di dalam Abhidhamma Pitaka.

Untuk menjadi seorang Buddhist, Anda tidak perlu beragama Buddha, karena Buddha bukanlah agama, tapi hakiki kehidupan, bagaimana kita bersikap terhadap lingkungan/alam, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Buddhism tidak pernah melarang Anda bersikap, tidak juga mengatur cara hidup Anda. Terserah Anda bersikap seperti apa, itulah Buddhism. Go with the flow, tidak pernah menentang zaman.

Yang mengaku menjadi Buddhist di Indonesia, pernahkah membaca Tripitaka hingga selesai? Hampir semua Buddhist tidak pernah membaca seluruh Tripitaka. Tripitaka di Buddhism bukan hanya satu kitab, bukan juga 3 kitab, namun 3 keranjang atau sama dengan  3 lemari. Jangankan untuk membacanya, bahkan banyak sekali yang belum pernah melihatnya. Tiap vihara belum tentu memiliki Tripitaka yang lengkap.

Guru Besar Buddha Gautama pernah bersabda, Dharma (ajaran/pedoman hidup) yang Beliau ajarkan selama 45 tahun yang kemudian dibukukan menjadi 3 keranjang tersebut, hanya segenggam daun kering di hutan belantara yang luas, Dharma tidak akan habis dipelajarin, sampai kapanpun, dan dimanapun kita berada. Dharma ada di alam semesta dan semua orang bisa merasakannya.

Sikap intolerance Indonesia mulai mendapat perhatian dunia, Dee jadi ingat satu lagu dari John Lennon - Imagine, lagu lawas yang liriknya teramat dalam.

Imagine there's no heaven, it's easy if you try
No people below us, above it's only sky
Imagine all the people
Living for today

Imagine there's no countries, it isn't hard to do
No need to kill or die for and no religions too
Imagine all the people
Living life in peace

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one



Imagine no possessions I wonder if you can
No need for greed or hunger a brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing for the world

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
Take my hand and join us
And the world will live, will live as one

Wednesday, December 14, 2011

Dee and Christmas Wish List

Jakarta, 14 Desember 2011, Christmas on the air. Semua mall berlomba-lomba menyajikan dekorasi pohon natal yang atraktif dan spektakuler. Dengan mengusung tema-tema sendiri, ada yang ga nyambung, ada yang aneh, ada yang ga jelas apa itu maksudnya. Kalau ada yang pernah lihat pohon natal Mall Ciputra tahun 2010 mungkin mengerti maksud saya. Maksud hati ingin "Go Green" dengan menggunakan botol-botol air mineral bekas, IMO malah yang terlihat pohon rongsokan yang tak ada nilai estetikanya.

Dee membayangkan, kenapa mall-mall di Jakarta tidak bekerja sama untuk menyajikan natal bersama, yang sesuai dengan semangat natal tanpa perbedaan. Merayakannya secara bersama dan menggandeng pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menghiasi Jakarta dengan indah. Sehingga penduduk Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya tidak berbondong-bondong lagi ke negara tetangga hanya untuk menikmati suasana natal di sepanjang jalan, di dalam kota atau bahkan sepanjang mata memandang. Keuntungannya? Jelas daya beli masyarakat dalam negeri akan meningkatkan GDP, setidaknya pasti ada yang jajan di tengah jalan akan meningkatkan pedagang kaki lima/asongan juga. Tentunya dengna pengelolaan sampah yang baik. Devisa negara terjaga, negara kita pun akan semakin berkembang. Jakarta dijadikan objek pariwisata untuk natal dan tahun baru biar ga kalah dengan kota-kota lain di Asia Tenggara ini.

Coba bayangkan sepanjang Jalan Sudirman, Thamrin di dekorasi seperti Orchard Road di Singapore. Sepanjang Jalan Asia Afrika yang dihuni oleh Senayan City dan Plaza Senayan didekorasi juga menjadi jalan berdekorasi natal kental. Dan tentunya sepanjang jalan S. Parman dari Mall Taman Anggrek, Central Park Mall hinga ke Mall Ciputra disulap dengan dekorasi natal yang indah. Siapa yang tidak tertarik lagi datang ke Jakarta??

Ah sudahlah itu masalah birokrasi, yang penting Dee lanjutin soal wishlist Christmas 2011 ini. Seperti biasanya, Dee sebenarnya tidak merayakan Christmas karena bukan Katolik ataupun Kristen. Tapi dengan kondisi teman yang beragam agamanya, maka Christmas merupakan satu perayaan wajib setiap tahunnya. Tinggal dan dibesarkan dengan latar belakang agama Buddha yang kental sejak usia dini tapi dengan toleransi yang tinggi terhadap agama lain berdampak pada suasana natal pun kami hadirkan di Vihara. Pesta kembang api, Barbeque, tukeran kado, karaokean di vihara bukanlah suatu hal yang 'tabu'. Semangat toleransi ini ditanamkan sejak kecil sehingga boleh dikatakan tak pernah melihat soal perbedaan agama. Hal ini yang perlu ditanamkan juga di semua penduduk Indonesia pada khususnya.

ByTheWayOnTheWayBusWay, dari kecil Dee tidak pernah mempercayai sosok santa seperti yang didongengkan karena Dee juga tidak pernah mendapat hadiah dari bonyok sih pas natalan! Hahaha... Hadiah dari bonyok itu cuma setelah pengambilan raport aja. Entah itu perlengkapan sekolah yang baru, jalan-jalan keluar kampung kalo lagi hoki nyasar ke luar negri, kalo ga yah game console ataupun CD games terbaru original yang harganya ajib-ajib dulu diluar kemampuan anak SD-SMP! Selain itu dulu juga rajin menabung ke mami, jadi kalo mau sesuatu dibeliin dari hasil tabungan itu, jadi pake uang sendiri! Jarang banget dikasih hadiah, ulang taon aja lebih sering ga dikasih hadiah :))

Wishlist Dee buat Christmas tahun ini apa yah.. Bingung juga kalo suruh bikin wishlist Christmas karena setiap hari sih pasti keinginan macam-macam deh, tapi bolehlah nulis keinginan yang siapa tau ada yang mau ngasih gitu pas christmas! LOL

  • Cek udah ditanda tangani, nominalnya ga ditulis, bisa dicairin Dee kapan aja =)) *cek bokap ditangan Dee sih* LOL
  • Kamera baru.. 
  • Teman baru..
  • Mouse Baru *beneran butuh mouse wireless baru deh
  • Backpack baru *yang ungu kemana woooi!
  • Travel Bag baru 28"
Sekian wishlish Christmas tahun ini yang tinggal seminggu lagi, hahaha..
Ntar bikin new year resolution baru lebih keren lagi yaaah...
Ngarep ada yang mau jadi santa ngasih hadiah murah meriah itu, kalo ga yah ntar beli sendiri! LOL
Makasih yah yang mau jadi santanya. Thanks in advance...

Sunday, August 7, 2011

Indonesia, inilah saatnya..

Apa yang Anda saksikan bila Anda menyalakan TV? Berita korupsi? Kerusuhan? Penculikan? Bentrok Agama? Bentrok Antarsuku? Rakyat Miskin?
Ya hanya itulah yang ditayangkan di TV nasional kita, cuma menyorot sisi negatif Indonesia. Yah, itu salah satu strategi stasiun TV yang sarat kepentingan politik dari pemiliknya. Group TVOne dengan Golkar, MetroTV dg Nasdem, Trans yang senang menyorot kejelekan karena lebih komersil bagi masyarakat. Entah mengapa, berita tentang kejelekan pemerintahan lebih komersil di masyarakat, mungkin karena pendidikan politik yang kurang sejak dini. Informasi yang ditutupi, tingkat keapatisan yang semakin meningkat, oknum pemerintahan yang tak benar, kesenjangan perekonomian, dan tingkat kesejahteraan.

Banyak yang tidak tahu, perekonomian kita secara makro jauh meningkat pesat. Utang luar negri yang semakin sedikit dengan diiringi kenaikan utang dalam negri dengan menerbitkan obligasi yang lebih aman untuk negara. Disini, Menteri Keuangan kita yang sekarang menjadi Direktur Bank Dunia sangat berperan. Masyarakat sekarang berperan aktif membiayai negara dan mendapatkan benefitnya. Total utang yang sekitar 20% dari GDP, menunjukkan rasio yang sangat kecil bila dibandingkan negara-negara berkembang atau bahkan negara maju sekalipun. Dengan perekonomian makro yang semakin membaik, rupiah yang semakin kuat, IHSG yang menjadi bulan-bulanan di pasar Asia dan telah menjadi saham terbaik di tahun 2010, kita harus yakin Indonesia mampu menjadi lebih baik.

Untuk pasar Asia, Indonesia menunjukkan perkembangan pesat, investasi mulai mengalir ke Indonesia karena dinilai lebih bonafit. Investasi ke China yang cenderung membosankan dan stagnan, basic problems di India yang tak kunjung di benahi, dan munculnya Indonesia di 10besar negara yang berkembang pesat di tahun 2010, menjadikan Indonesia pilihan yang cukup baik untuk berinvestasi.

Satu hal yang patut menjadi sorotan adalah sistem regulasi Indonesia yang cenderung berbelit-belit. Hal ini harus cepat dibenahi, transparansi dan tidak menghilangkan 'uang setan' yang selalu mengalir di bawah meja. Bukan suatu wacana baru di Indonesia bila dikaitkan dengan korupsi, masyarakat cenderung menghakimi instansi pemerintahan yang mendapatkan uang dibawah meja. Tapi, pernahkah mereka intropeksi pada diri sendiri, pernahkah mereka mendaptkan keuntungan dari uang bawah meja tersebut?

Fenomena seperti ini sudah kita lakukan dan nikmati sejak dahulu. Budaya yang dipaksakan untuk menjadi kebiasaan yang lumrah. Sekarang lah saatnya, kita mulai menolak prakterk-prakter seperti itu, sedini mungkin, sekecil mungkin. Tak ada lagi uang setan, uang siluman yang kita terima.

Banyak orang yang mencemooh anggota DPR, tapi menurut saya mereka sama saja. Disini saya contohkan seorang auditor, biasanya dalam menjalankan tugas mereka akan difasilitasi sangat mewah, cenderung dinaikkan kelasnya oleh perusahaan yang akan diaudit. Nah, bila Anda menikmatinya, kalian sama saja kan? Walaupun lebih kecil tapi prakterknya sama saja. Seorang marketing biasanya memberikan 'bonus' kepada calon customernya, baik boneka, pena, notes ataupun barang lainnya... Bahkan ada yang men-treat makan bila akhirnya menjadi customer. So, apa bedanya kalian dengan anggota DPR yang kalian kecam itu?

Mungkin banyak yang berpikiran, itu kan bonus, after sales dll, tapi liat prakteknya sendiri di lapangan, jangan membohongi diri Anda lagi. Mulai sekarang, mulai dari diri kita, kita mulai gerakan bersih untuk Indonesia yang lebih baik. Konsistensi dan disiplin masyarakat harus terus ditingkatkan demi kesejahteraan kita sendiri. Bila ada yang menolak itu hal biasa, konsistensi kita yang memiliki integritas itu yang perlu dipertahankan.

Kita mulai bersih dari diri kita, mengajak orang untuk bersih dan kita bersihkan Indonesia. Sekarang lah saatnya, Demi Indonesia bersih, Demi Indonesia yang lebih baik.

Berhenti bersikap skeptis, apatis. Bila tidak mulai dari diri Anda, siapa lagi?

Thursday, July 14, 2011

Libur Nasional 2012

Berikut hari Libur Nasional di tahun 2012:

1. 1 Januari, Minggu, Tahun Baru Masehi
2. 23 Januari, Senin, Tahun Baru Imlek 2563
3. 5 Februari, Minggu, Maulid Nabi Muhammad SAW
4. 23 Maret, Jumat Hari Raya Nyepi, tahun Baru Saka 1934
5. 6 April, Jumat, Wafat Yesus Kristus
6. 6 Mei, Minggu, Hari Raya Waisak tahun 2554
7. 17 Mei, Kamis, Kenaikan Yesus Kristus
8. 17 Juni, Minggu, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
9. 17 Agustus, Jumat, Hari Kemerdekaan RI
10. 19-20 Agustus, Minggu-Senin, Idul Fitri 1 Syawal 1433 H 11. 26 Oktober, Jumat, Idul Adha 1433 H
12. 15 November, Kamis, Tahun Baru 1434 H
13. 25 Desember, Selasa, Hari Raya Natal

Cuti Bersama di tahun 2012

18 Mei, Jumat, Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
21-22 Agustus, Selasa-Rabu, Cuti Bersama Idul Fitri
16 November, Jumat, Cuti Bersama Tahun Baru 1434 H
24 Desember, Senin, Cuti Bersama Hari Raya Natal

Thursday, December 30, 2010

Surat untuk Ical

zakywahyudi2010:

Bung Ical yang terhormat,
Saya percaya anda lebih berkuasa dari presiden di negara ini
Sri Mulyani anda singkirkan dan mengungsi dari tanah kelahiran yang dicintainya
Satgas anda bungkam sehingga tak lagi bersuara
Kepolisian dan Kejaksaan anda injak saat mereka menangani sang perampok: gayus
sehingga anda pun tidak akan terkait dengan kebusukannya

Saya percaya anda juga telah menebar magnet kharisma anda yang bernama rupiah di petinggi PSSI
Juga menanam sanak keluarga, handai taulan di tempat ini: Nirwan, Nurdin Halid, Andi Darussalam..
Tapi biarkan olahraga yang satu ini tetap menjadi milik kita, jangan anda rebut lagi
Anda boleh menguasai yang lainnya, apapun atau siapapun yang bisa anda beli dengan kekayaan anda

Kami tidak peduli anda menjadi ketua partai dengan cara membeli orang-orang yang sekarang menjadi pembela anda nomor wahid
Tapi tolong jangan anda kotori kesucian olahraga ini

Bung Ical
Anda bisa memiliki segalanya, tapi jangan yang satu ini
Biarkan ini tetap menjadi milik kami
Biarkan kami meneriakkan gairah kami pada permainan yang satu ini
Bagi kami inilah ekstasi untuk sejenak melupakan kepenatan kami atas kerasnya hidup yang mungkin
tidak pernah anda rasakan sejak anda menghirup udara di dunia ini
Biarkan kami meneriakan nama-nama pahlawan kami kami: Bambang Pamungkas! (bukan bambang soesatyo), Markus Horison! (bukannya (melchias) markus  mekeng), Firman Utina! (tidak firman
soebagyo)

Bung Ical
Tidak kah anda melihat dan cemburu karenanya?
Bagaimana kami melonjak, berteriak dan tersenyum bahagia sekedar dapat melihat pujaan kami
Kami teriakkan nama-nama mereka dengan cinta tanpa pamrih rupiah
Irfan Bachdim!!! Christian Gonzales!!! Okto!!
Saat ini mereka adalah pahlawan kami
Pahlawan dengan parfum keringat yang menetes, bukannya armani
Pahlawan yang berkaus basah dan bercelana pendek, bukan pahlawan dalam setelan jas dan dasi
Pahlawan di lapangan rumput, tidak di gedung berpendingin ruangan di senayan

Tidak kah bung bertanya, mengapa kami menjadikan mereka pahlawan?
Karena mereka mencoba dengan sekuat tenaga, dengan keringat dan air mata membuat kami bahagia
Oleh karenanya, apapun hasil perjuangan mereka, nama mereka akan selalu lekat di hati kami,
mereka tetap pahlawan kami
Kami pun bahagia menjadi bagian dari perjuangan mereka, walau sekedar teriakan penyemangat
Akan kami ceritakan saat-saat perjuangan mereka kelak kepada anak cucu kami

Bung Ical
Anda berkeinginan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini kelak
Oleh karena itu jangan biarkan remah-remah simpati yang tersisa pada kami lenyap
Anda mungkin ingat ungkapan : "we may forgive, but we'll never forget"
Kami tidak bisa berbuat apa-apa, tapi kami akan ingat selamanya :Lapindo, penggelapan pajak...
Jangan anda tambah kekecewaan kami dengan merebut permainan ini dari kami
Jika anda ingin mendapat sedikit ucapan terima kasih dari kami
tolong anda bisikkan sesuatu kepada Nurdin agar ia segera menyingkir dari olahraga ini

Terima kasih bung Ical

*dikutip dari salah satu forum

Wednesday, December 29, 2010

Wikileaks AFF : Siluman di Ruang ganti

Wikileaks AFF

Sekelumit cerita dari @hedi seputar Riedl, timnas, dan alien.

Sekumpulan tulisan di bawah ini adalah kompilasi tweet @hedi pada hari Selasa sore seputar intervensi "alien" di tengah timnas. Go timnas! Go Riedl! Go Indonesia!
Garuda di Dadaku!

Awalnya gini: ruang ganti timnas mulai kemasukan "alien" setelah menang besar di 2 laga pertama AFF 2010

kenapa saya sebut alien, karena mereka masuk ke ruang ganti tanpa izin dari pelatih Riedl walaupun mereka org2 PSSI

yg masuk ruang ganti mulai dari ketua, sekjen, anggota exco, menteri, asmen dan kroco2 ga penting

kelihatannya lumrah ya, pejabat masuk ruang ganti tim. tahukah anda bahwa ruangan itu adalah kuasa mutlak pelatih

Riedl sudah mulai panas jelang lawan thailand, wewenangnya dilompati terus. Tapi emosinya masih terjaga, walau fokus redup

Jelang semifinal, "alien" yg muncul mulai banyak. Sejumlah politikus hadir, bahkan banyak pesan2. Riedl mulai terpojok

Ledakan emosi Riedl muncul ketika tim dibawa ke rumah Ical & istiqosah. Ribut mulut dengan manajer tim terjadi. Sangat panas

di saat disharmonisasi pelatih & manajer terjadi, saat bersamaan skuad dipressing pengurus PSSI. rata2 cuma ngomong soal strategi sih

agenda ke rumah ical & istiqosah sebenernya agenda sempalan. ini merusak agenda Riedl untuk karantina pemain

bahkan sarapan pagi di rumah Ical itu merusak agenda latihan fisik pagi yg disusun Riedl & asisten

menurut beberapa kawan "di dalam", Riedl konon sempet frustrasi dengan banyaknya intervensi pejabat

Riedl juga kesal karena permintaan agar tim dijauhkan dari media massa tidak digubris manajemen tim

puncak intervensi terjadi saat tim akan berangkat ke KL, daftar penumpang pesawat jadi "gemuk"

dan pesawat yang akan dipakai tim juga dadakan karena sebelumnya ga ada agenda pake pesawat ical!

daftar penumpang pesawat dadakan itu termasuk pers serta tv kita yg satu itu. Belum pernah ada tim manapun jalan bareng dgn pers

Wednesday, November 17, 2010

Eat Pray Love

Yah abis nonton Eat Pray Love, esensi hidup begitu terasa. Hidup dalam keseimbangan, tidak berlebihan dan memaksakan suatu keadaan, melepas sesuatu untuk mendapatkan keseimbangan hidup.

Harapan ke depannya untuk Eat, Pray, Love :
Eat ~ saya pilih di Indonesia saja, Asia boleh lah..
Surga kuliner dengan beraneka pilihan makanan yang unik-unik dan eksotik

Pray ~ Tibet, Bhutan, kota berkonsep buddhist nan eksotik, balancing your mind.

Love ~ Paris, ya inilah satu-satunya honeymoon yang aku harapkan bareng pacar. Ga tau kenapa berharap banget bisa kesini.. seperti ketemu surga dunia kalo kata orang, walaupun ga taw bagaimana disana :D

Namun karena budget yang terbatas ya sudahlah cukup di sederhanain aja:

Eat ~ My home... Citarasa makanan yang enak, yang telah men-train lidah menjadi begitu jago merasakan rasa makanan

Pray ~ Mendut, candi paling membuat hati tenang, walaupun sudah habis tertutup debu merapi, suatu hari saya akan kesana kembali

Love ~ Bandung, suasana nan dingin, banyak tempat wisata dan kuliner juga.. Ada Vipassana, disinilah balancing hidup..