Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Friday, December 26, 2014

Dee, Dari Mimpi Jadi Nyata

Mungkin sekitar 4 tahun lalu, Dee berkeinginan untuk travelling ke Barat kayak Tom Sang Chong. Journey to the West, tetapi dengan misi yang tidak sama, Dee lebih ke Barat lagi, tepatnya tanah Eropa. Target awal untuk mimpi tersebut adalah pada umur 25, I should reach there. Hopefully..

Tahun 2014 ini, tepat di umur 25, kok ngak ada tanda-tanda ada temen yang bisa diajak ke Europe yah? Sejak tahun lalu ngajak orang selalu diakhiri dengan alasan MAHAL. Yah iyalah mahal kalau bandingin travelling ke Singapore, Kuala Lumpur apalagi Bandung. Lah situ kan udah ngajakin sejak 2010, dan udah niat nabung. Jadi SELAMA INI SITU GA NABUNG???! Oh jadi dari yang janjian ber8, cuma saya seorang diri yang berhasil menabung 4 tahun ini? Yah aku jadi bangga deh!

Tepat 27 Agustus 2014, Dee sudah beranjak dari umur 25, argometer hampir terlewati, masih ngak ada yang mau diajak pergi bareng ke Europe, kalau begini akhir tahun bakalan berakhir ikut tour ke Europe deh.. Fiuuuuh....

Tanggal 12 September 2014, tiba-tiba ada SMS :

"Ke JCC yuk hunting ticket murah, gw ada conference di Belanda bulan November, temenin gw beli ticket"

"OK, sekalian gw nyari tiket pulang kampung buat IMLEK tahun depan"

Nyampe di JCC, pas happy hour dan langsung dilayanin oleh salah satu staff travel, ticket Jakarta-Amsterdam, direct flight dari Garuda, seharga USD 920. Hmm.. Menggiurkan.

"Mbak, saya juga mau deh satu, perginya barengan, tapi pulangnya lebih lama seminggu, pergi tanggal 22 November pulang tanggal 6 Desember'," dan saat itu langsung di book dan bayar.


Jeng Jeng.. 


Langsung deh kaya cerita sinetron, malam ga bisa tidur, belum tahu dikasih cuti atau ngak, project lagi jalan ntah kapan akan Go Live dan tentu saja yang menjadi nightmare adalah BELUM PUNYA VISA! Semua perasaan campur aduk saat itu...

Segera berkonsultasi dengan bos, mengenai urusan kerjaan yang harus bisa saya tinggalkan walaupun nanti harus Go Live secepatnya. Pengajuan cuti, rapiin kerjaan biar gampang di handover, dan sampai hari-H semuanya dalam keadaan beres :) 

Tentu saja tidak lupa browsing mengenai itinerary, ticket pesawat dan hotel. Dan tentu saja samain jadwal teman untuk bareng selama seminggu dan selanjutnya saya akan travelling sendirian! Misi saya tercapai, pergi ke Eropa tanpa tour agent dan jalan sendirian! Semoga saya tidak tersesat nantinya (ada amin kan?).

Tanggal 14 Oktober 2014, schedule interview pengajuan visa, semua dokumen telah lengkap dan tentu saja berusahan mengurus sendiri tanpa calo dari travel agency, dan tanggal 16 Oktober 2014 adalah hari yang cukup bersejarah, karena visa saya telah di APPROVED!


Harga ticket pesawat antar negara telah naik, harga hotel pun mulai merangkak naik, saatnya untuk booking satu per satu dan berdoa selama di Eropa nanti tidak ada masalah dan tidak terlalu dingin! Mohon AMIN kan juga! Hahaha..


Tanggal 22 November 2014, Pukul 02:00 AM, pesawat Garuda GA 079 menerbangkan saya dari Soekarno Hatta ke Schipol Amsterdam dengan selamat dan akhirnya bisa menulis untuk kalian pengalaman saya di Eropa baik suka maupun duka di posting selanjutnya...


CIAAAOOOO.....
Dee

Sunday, November 18, 2012

Solo, Couple or Group Tour?

Akhir-akhir ini dunia traveling Indonesia semakin mewabah seperti cendawan di musim hujan, seperti jerawat yang bermunculan kalo makan kacang/kuning telur. Mulai dari jalan-jalan apa backpacker ataupun jadi tourist ala-ala sosialita atau bokek sok tourist. Mulai dari cuma sekedar penghilang stress, jenguk teman, shopping hingga untuk misi keimanan. Apapun itu, bukan itu yang akan dibahas kali ini.

Bepergian sendiri mungkin menjadi suatu masalah bagi sebagian orang. Bagaimana kalo nyasar, bagaimana kalo kecopetan, bagaimana kalo kekurangan uang, bagaimana kalo ketipu, dan banyak lagi bagaimana-bagaimana lainnya. Kalo diterusin sih yah tidak jadi menulis lah itu namanya =3 Banyak juga yang lebih suka bepergian sendirian, karena merasa lebih bebas, tidak usah menerima cerewetan teman, atau menyesuaikan dengan orang lain. Jadi stand alone, mau kemana aja seterah hati, tidak perlu mendengarkan pendapat orang lain. Kesepian? Ah.. Tidak perlu ditakutkan, punya account social media, itu bisa dimanfaatkan dengan baik, jadi jangan sok-sokan tidak mau kenalan sama orang di social media. Ada yang nge-add, kalo cantik/cakep yah approve aja, ga rugi toh, toh bikin account-nya gratis. =3

Kenalan di luar kota atau luar negeri itu bisa dijadikan sebagai aset, entah itu aset numpang, nanya destinasi favorit, nanya jalan, syukur-syukur kadang dapat free lunch atau dinner. Jadi aset toh? Takut dibohongin? Yah resiko! Kalo takut terus yah mending di rumah aja tidak perlu jalan-kalan, baca blog ini, tunggu kelanjutan ceritanya x) Takut nyasar? Ah itu udah biasa, di Jakarta pernah nyasar toh? Nyasar di kota orang, negera orang? Dari situ dapat kenalan baru, ketemu orang lokal, bertanya dan berinteraksi, toh rame-rame juga bisa nyasar, apalagi sendiri! Tapi jangan takut, kalo nyasar yah "Malu bertanya mari kita jalan-jalan, sudah capek tinggal naik taxi". (Note : Semoga kemampuan dompet Anda memadai).

Dee'eng



Nah kalo bepergian berdua, asiknya sama pacar, suami/istri, atau sahabat terdekat kan yah? Berdua dengan orang yang kurang akrab sepertinya kurang lazim. Tapi tidak bisa dipungkiri, pasti ada masa perbedaan pendapat bila bepergian berdua, yang tidak mungkin terjadi bila bepergian sendiri. Kelebihan bepergian berdua tentunya bisa sharing cost terutama untuk kamar hotel, tentu saja lebih hemat. Untuk urusan makan jadinya punya menu yang lebih beragam dengan saling sharing. Punya teman ngobrol selama dalam perjalanan, tidak kelihatan seperti orang ling-lung. Punya teman yang bisa dimintai pendapat bila dapat keadaan mentok, bingung mau kemana lagi, tentu saja kalo nyasar berdua lebih asyik dibandingkan nyasar sendiri. Ada tempat untuk minjam uang bila dalam keadaan terdesak, ada yang mengingatkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Bepergian dengan orang lain tentu saja tidak segampang bepergian sendiri. Kalo berdua tentu saja kita harus memiliki tingkat toleransi yang lebih baik, dan memiliki nilai toleran yang relatif sama. Waktu mandi, kecepatan berjalan, minat, hobby, dan kesenangan berfoto yang relatif sama. Kalo tidak, yah mood liburan Anda taruhannya. Kalo memiliki keinginan yang berbeda, mungkin berpisah sejenak merupakan pilihan yang tepat, dan bertemu lagi setelah keinginan masing-masing tercapai, tentu saja set time dan TEPATI.

Merlion Hotel


Bepergian dalam small group (max. 4 orang), mungkin menjadi pilihan yang paling baik bagi sebagian orang. Disamping punya teman ngobrol, dan berbagi ide yang lebih banyak, expense selama traveling pun dapat ditekan seminimal mungkin. Mostly, paket berempat lebih hemat dibandingkan paket sendiri atau berdua. Hemat kamar hotel, hemat paket tour, makan dan tentu saja berempat paling pas untuk berbagai naik taxi. Tapi tentu saja, dengan berempat, konflik semakin mudah terjadi, ketidaksaman keinginan, expektasi yang berbeda-beda, dan kondisi keuangan juga sangat berpengaruh tentunya.

Double-date mungkin yang paling asyik, sharing cost tetapi memisahkan diri saat ingin berdua, nothing to lose. Tetapi jalan-jalan bareng teman sekolah, kuliah atau kerja terkadang menarik. Menggabungkan berbagai keinginan dan karakter, menjadi petualangan yang menyenangkan atau menyedihkan. Semua akan menjadi pengalaman hidup yang berharga bagi kita semua. Kalo untuk Dee pribadi, paling pas itu berempat, hemat biaya dan keinginan masih bisa didiskusikan dengan baik.

Dieng


Bagaimana dengan traveling in group? Traveling dalam jumlah lebih dari 10 orang peserta mungkin terdengar menyenangkan, apalagi bersama teman-teman dekat. Tetapi, bisa juga menjadi malapetaka bila tidak di-organize dengan baik. Lebih banyak kepala, banyak pula keinginan, untuk mem-provide semuanya diperlukan kesabaran dan strategi yang baik, serta toleransi yang lebih tinggi.

Terkadang, kebanyakan orang merasa traveling bersama group besar itu suatu hal yang menyebalkan. Tetapi mereka tidak sadar, dirinya sendiri yang merusak mood group tersebut. Dimana teman-temannya bisa bergembira menikmati perjalanan, dia sendiri dengan 'ego'-nya merasa orang lain telah merusak rencana perjalanannya.

Pulau Harapan


Tentu saja perjalanan dalam group akan jauh lebih murah dibandingan sendiri, berdua ataupun berempat. Paket diskon tentu saja lebih besar dibandingkan yang lain. Kenyamanan juga pasti menjadi hal yang paling diutamakan, apalagi bila traveling bersama keluarga besar.

Apapun pilihanmu di dunia travelling, bersahabat dengan alam adalah hal yang paling utama. Menghargai warga lokal, antar traveler tanpa saling menyikut. Enjoy setiap detik yang Anda miliki untuk membuka pengetahuan kita tentang tempat-tempat yang baru.

Kalau ada destinasi baru yang seru-seru, ajak-ajak Dee yah, kalo punya waktu, aku mau ikutan!
By the way liburan natal 2012 ini, rencana mau ke Dieng lagi, kalo mau ikutan, segera kabarin!!!

Saturday, May 12, 2012

Dee and Blog

Pertama kali nulis blog itu tahun 2006, ketika friendster memperkenalkan fitur blog, Dee agak lupa nulis apa di friendster, tapi kalo untuk blogger ini terinpirasi dari Raditya Dika, so mau ceritain kejadian ajaib-ajaib selama kuliah, namun niat itu gagal, tidak seiring dengan tingkat kerajinan untuk menulis. Sering-nya cerita garing dan tidak layak dibaca, kurang inspirasi, dan sibuknya kuliah pun membuat blog ditulis jarang-jarang. Alhasil blog di friendster akhirnya penuh dengan buletin-buletin yang tidak jelas, copy paste pertanyaan dan jawab sesuka hati.

Kemudian, mulailah mengenal blogspot dan wordpress. Awalnya masih bingung mau mulai menulis dimana untuk blog yang dahulu-nya diproyeksikan untuk jadi diari pribadi. Seiring berjalan waktu, sebulan hanya menelurkan satu sampai tiga posting, atau tidak sama sekali. Jumlah hint di-blog pun kecil banget, traffic-nya juga sangat memprihatinkan. Content dan layout juga ngasal banget, yang penting ini blog.

Proyeksi menulis blog yang baik pun mulai mengaung lagi di tahun 2009. Topik skripsi yang akan berhubungan dengan blog dan mendapatkan cerita atau opini dari blog, 'memaksa' untuk mempelajari script html, content, isi dan kesatuan bahasa dalam menulis suatu blog. Ditambah lagi dengan 'pelajaran' thesaurus dari dosen pembimbing, sehingga proses editing sekarang terasa lebih cepat, skill editing lebih terasah walaupun masih sering terjadi typo sana-sini.

Keinginan menulis lebih baik dan lebih beragam pun tercanangkan. Target menulis disamping kesibukan skripsi, asisten dosen dan online shop. Keharusan memiliki blog yang baik juga dituntut, pastinya nanti dosen akan menanyakan blog pribadi saya. Akibat tuntutan skripsi, akhirnya membuat blog yang baru di wordpress, weebly dan tumblr

Isi blog mulai beragam, mulai yang sentimentil, cerita pribadi, travelling, photography, politik, review dan apa saja yang terpikir untuk ditulis. Traffic perlahan mulai naik, walaupun tidak singnifikan. Setidaknya setiap hari ada yang ngintip di blog. Walaupun cukup sering jalan-jalan, pertama kali menumpahkan cerita jalan-jalan ke dalam blog di tahun 2012 ini. Karena tuntutan teman yang semakin sulit untuk bertemu sambil cerita travelling, jadi lebih efektif dituangkan dalam tulisan. Apalagi katanya dia menyukai cara Dee menceritakan tentang travelling yang men-detail dan tentunya pasti ada cerita-cerita unik selama travelling yang jarang terjadi pada orang lain. Mater-materi unik mulai dikumpulkan dan beberapa tulisan pun telah di-publish.

Tentunya kalau menulis searah saja dan tanpa penilaian dari orang yang membacanya tetap tidak berguna. Dee punya teman yang berani menilai dengan jujur tulisan Dee. Tidak lupa melihat gaya penulisan beberapa teman dalam ng-blog. Evaluasi sedikit demi sedikit pun mulai dilakukan, perubahan gaya menulis belum terlalu terlihat, tapi sedang mengarah kesana. Belum tahu kapan dapat menghasilkan tulisan yang baik dan dapat menjadi konsumsi publik. Syukur-syukur bisa diterima di majalah atau suatu saat bisa buat buku. Tentu saja cara menulis di blog dan di buku tidak akan sama, tapi suatu saat harus dapat menulis dengan baik. Penulis Indonesia terbaik yang Dee tahu adalah Dewi Lestari.

Perkenalan dengan Twitter tentunya berpengaruh terhadap dunia blog. Konsep micro blogging di Twitter sebenarnya mulai menggeser fungsi utama blog. Rangkaian kata-kata 140 karakter membuat blogging semakin menarik dilakukan di Twitter. Istilah kultwit pun muncul dengan Twitter berseri. Lama-kelamaan timeline yang didominasi oleh kultwit berseri ini mulai ditinggalkan karena terasa sangat menggangu, apalagi bila sudah menginjak seri ke-20 bahkan ada yang sampai 100. Belum lagi keribetan menyusun kata 1 seri hanya dalam 140 karakter. Memang lebih bijaksana ditulis dalam blog saja, lebih mudah dibaca, tidak ribet ng-scroll dan informasi menjadi lebih padu.

Posting terbaru di blog akan di-share di Twitter atau Facebook, secara tidak langsung promosi blog secara gratis, tentunya akan meningkatkan traffic view. Followers yang awalnya hanya mengintip, suatu saat mungkin akan menjadi pembaca setia. Buat para pembaca setia, diharapkan kripik pedas-nya yah demi kemajuan dan kepentingan bersama tentunya.

Saturday, December 17, 2011

Dee, full time traveler

Singapore, Sejak memutuskan diri untuk menjadi traveler *ciyailah* di tahun 2006 karena sudah dibolehin untuk bepergian sendiri tanpa keluarga ataupun saudara, semangat untuk menjadi single traveler itu semakin mengebu-gebu. Sejak umur 14tahun sudah tidak tinggal bareng mami papi lagi.. Yah demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik semasa SMA, Dee pun merantau ke ibukota kabupaten demi mendapatkan sekolah favorit yang menjadi sekolah unggulan. Yah si anak kampung masuk ke kota, jauh dari orang tua, tapi masih ditemenin cici saya tercinta yang sangat berarti bagi hidup saya. I love You :* hugs... Cici-cici saya adalah orang yang paling berarti buat hidup saya selama kuliah, terutama cici kedua saya, kenapa? karena dia tidak pernah lupa mengirimkan uang bulanan kepada saya, tanpa dia mungkin saya udah jadi gembel di Jakarta selama kuliah mengingat mami papi pasti ga sempet  buat ngirimin duit *atau malah lupa anaknya ada di Jakarta? pastinya sih ngak yah

Lanjut deh soal pertama kali travelling, di umur 14 tidak tinggal bareng mami papi membuat saya yang dulunya manja minta ampun karena anak bungsu cowo satu-satunya menjadi lebih mandiri. Bangun pagi walaupun awalnya masih dibangunin cici, akhirnya Dee bisa mandi sendiri ga dimandiin ama cici lagi*maksud lho?! buahaha... Mengurus diri sendiri tanpa pembantu diumur 14 membentuk pribadi saya yang boleh dikatakan dewasa sebelum waktunya. di umur 15tahun, travelling pertama saya bersama teman, walaupun ga masih di satu provinsi, tapi excited banget, yah ini travelling tanpa cici, tanpa mami papi! Wooohooo! Akhirnya bisa pergi bareng teman-teman ke Pekanbaru! (FYI: menempuh perjalanan 7jam dari Tembilahan ke Pekanbaru bukanlah suatu hal yang biasa saja kan tanpa pengawasan ortu).

Diumur 16tahun, trip pertama saya ke Jakarta! Yah bareng teman SMA, kita bertiga nekat ke Jakarta, sekalian liat-liat universitas yang akan kita masukin nantinya. *kasianilah SMA kami yang ga melek informasi tentang universitas hingga saya menjadi sekarang ini*. Tahun 2006, Dee kuliah di Jakarta, jauh dari orang tua, tidak ada lagi cici yang ngawasin, cuma dianterin bokap sampai bandari Sultan Syarif Qasyim, ditemanin seorang yang antah berantah saudara dari mana, kita berdua naik pesawat Garuda Business Class! Wooow! Yah di umur 16tahun belum genap 17tahun, sekitar 1bulanan lagi baru 17tahun, Dee naik Business Class sendiri! Woooohooooo! *ada sih yg nemenin tapi Dee ga kenal, makasih yaaa!

Setiap liburan semester Dee pulang setidaknya ditemanin oleh satu teman, baik itu ke Batam, Jambi atau Pekanbaru sampai tahun 2007. Tahun 2007 akhir, inilah perubahan terbesar dalam hidup Dee, yah terbang sendiri ke Batam! *walaupun di Batamnya masih dijemput*, sendirian, pagi-pagi ke Bandara, check-in sendiri, nunggu sendiri di lounge *terima kasih papi selalu ngasih platinumnya ke saya, boleh dong sekarang dikasih lagi.. Sejak umur 12tahun Dee udah terbiasa ngurusin keuangan toko dan dipercayai keluar masuk uang, jadi kita sekeluarga selalu dipercaya untuk megang uang.

Yah setelah itu menjadi single traveller bukanlah hal yang baru bagi Dee. Booking pesawat, booking travel agent, makan sendiri, nunggu sendiri merupakan hal yang lumrah dilakukan dimana-mana. I am SINGLE traveler! Mulailah tour keliling Jawa Barat dilakukan sendiri, Singapore, Malaysia... Yah dulu belum punya kamera, modal kamera hape doang! Dulu kamera masih mahal, jadi uang jajan habis buat beli tiket, ga bisa buat beli kamera! hahahaa... Barulah taon 2009, Uang angpao sincia sekitar 3jutaan, Dee beliin kamera! *eh jadi dari 2009 sampai 2011 uang angpao itu menurun yaaah? LOL

Yah seluruh jawa mulai dijelajain dari ujung ke ujung, Sumatera mulai ditaklukan dan menginjakkan kaki ke Kalimantan.. Sendiri ataupun dengan komunitas travelling, mau gaya backpackeran atau ala tourist pun dijabanin. Dee ga pernah peduli gimana gaya travelling, yang penting itu jalan-jalan dan uang Dee masih ada! Asia Tenggara mulai dijelajahin tak hanya Malaysia dan Singapore saja. Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos mulai ditaklukkan,. *ciyailah gaya-nya selangit* Hongkong, Macau, China,.. yah masih sedikit sih negara yang dikunjungin, tahun 2010 merupakan puncak travelling dimana kuliah cuma tinggal skripsi doang( DOANG?! skripsi lu itu dah bikin elo sengsara gitu), jadilah banyak waktu 'long weekend buat jalan-jalan dengan support uang yang lumayan dua arah, modal online shop dan uang bulanan ortu yang tiba-tiba dinaekin sekitar 30%! Makasih lagi cici tercintah! 

Dee belom mampu untuk ke US, UK, Europe, Korea, Japan, Aussie.. Iya apalagi kalo bukan soal visa yang ga jelas di approve atau ngak-nya, dan ga mau ambil resiko tiket hangus gara-gara VISA ga diapprove! Jadinya cuma disitu-situ doang, tapi selalu ada hal yang baru. Baik itu cuma haha hihi bareng temen, ke tempat terpencil untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, ataupun cuma sekedar mendapat fresh air akibat Jakarta yang sumpek ini! *betah ga betah tetap tinggal di Jakarta yah.. but someday Dee akan keluar dari Jakarta, hope soo! (Teman-teman jangan sedih yaaah,,, masih ada facebook kok! :* kecup basah!)

Yah suatu hari, Dee, harus menginjakkan kaki setidaknnya di seluruh pulau gede di Indonesia dan di seluruh benua. Dari ujung ke ujung, dunia ini terlalu indah untuk tidak dinikmatin! Biarlah orang menyinyirin travelling yang 'ala' gembel katanya, Dee ga peduli :) Setidaknya dari kecil pernah hidup di daerah yang lebih terpencil dibandingkan daerah yang dikunjungi. (Buat teman-teman yang kemaren bareng ke Pulau Pramuka, kampung Dee, Concong Luar, itu jauh lebih terpencil dibandingkan Pulau Pramuka). Selama travelling masih makan 3kali sehari, masih bisa ngemall juga kok, masih bisa shopping, masih bisa menikmati perjalanan, so nothing to lose for me :) 

Untuk jalan-jalan, Dee tidak menganjurkan untuk ambil tour dari negara asal kita. Emang sih katanya lebih ga ribet, tapi selama ini Dee ga pernah merasa ribet untuk booking dan mencari tour di kota tempat dikunjungi. Semua cuma masalah mindset aja kok, kalo udah sering terbiasa ga ada yang ribet. Just enjoy the process :) So, mau jadi backpacker/flashpacker/tourist yang penting happy aja. Ga usah peduli dengan pandangan orang lain, do what you want! Kalo mikirin apa kata orang lain, kapan mulainya? :p

Sampai sekarang kalo ditanya, kerjaan apa? Dee selalu jawab Full-time Traveler, Part-Time IT Officer. Yah, jalan-jalan ke kantor, itu juga suatu proses, nikmatin saja, kita masih bisa melihat kiri kanan apa yang terjadi di sekitar kita setiap hari. Pasti ada sesuatu yang baru, walaupun jalan yang kita lewati itu-itu saja, orang yang kita temui itu-itu saja, tapi mulai dari sinilah proses untuk perjalanan selanjutnya. Weekend cuma di Jakarta? Yah jalan-jalan aja di Jakarta, sudah berapa lama tinggal di Jakarta? Udah ke semua objek wisata? Masih banyak kan yang belum pernah masuk ke Monas? Kunjungin museum-museum di Jakarta? Ke TMII? Ragunan? Taman-taman Jakarta? Kalo belum yah masih bisa travelling kok walaupun masih di dalam kota :)

Past is experience, Now is Present, Tomorrow is Future.. My life is Travelling, Everyday, i get new experience.