Showing posts with label priceless. Show all posts
Showing posts with label priceless. Show all posts

Sunday, March 24, 2013

Dee, Chinese New Year Eve 2013 Dinner

Shabu - Shabu
Big bowl of Meat Balls

Spring-roll

  
Sea cucumber, leeks, spleen fish, carrot, dan chicken


Shark fin soup
 
Brocolli, leeks, and chicken

Traditional fried chicken (red onieon & onion spice)

Pig flank, sea cucumber, shitake mushroom, onien with oyster sauce

home made sweet sour sauce for spring roll & chili sauce

vinegar and soy sauce with chili padi
Ready to CNY dinner
Start the party with Red Wine


All foods are cooked by my mom's. Chinese new year always remembering me that I still have a family who always wait for me at home. HOME SWEET HOME. Since I was young until now, we always have CNY dinner at home. Time to remember what had we donealong the year.

Thursday, February 23, 2012

Dee, Talent Terpendam

19 Februari 2012, badan terasa capek banget setelah semingguan kerja lemburan. Yah kerjaan Dee yang baru ini mengharuskan Dee meluangkan waktu lebih banyak untuk pekerjaan yang gitu-gitu aja. Suatu keputusan berat dan cukup berani bagi sebagian orang, Dee entah selangkah ke depan atau mundur ke belakang. Tapi karena hidup ini berat, Dee lakukan saja kesempatan yang ada. Cukup kesal memang, dibohongin sudah cukup lama, tapi lama-lama ga tahan juga. Yaaah kalo diceritain semuanya bakalan kaget, tapi semua sudah terjadi, hidup Dee telah berubah, banyak gosip ga sedap beredar, kalo yang denger konfirmasi aja yah ;)

Istirahat di kasur, makan, tidur, nonton TV seharian, yah indahnya minggu ini walaupun tak ada kegiatan berarti. Lihat-lihat project bentar, besok ajalah melanjutkannya, udah malas banget.. Udah jam 01:00 tiba-tiba ada temen BBM, minta diurutin, ototnya dah cedera cukup lama, udah berbagai tukang urut masih belum bener. Kebetulan Dee pernah ngurutin kaki-nya yang keseleo dan berhasil menyembuhkannya. Setelah ke berbagai tukang urut, dan hasil ga maksimal, dia pun ingin Dee mencoba membatunya untuk proses recovery. Temen satu ini emang gym-freak, aerobiker sejati, udah sering menang lomba dimana-mana, sehari bisa 4 kelas di gym, bisa ikut 5 kategori dalam satu event. Salute di tengah kesibukan kerja, dia masih sempat aja!

Setelah pertanyaan cukup alot di BBM, dan Dee ga tau alamat rumahnya yang pasti dimana, dan itu udah larut malam, diputuskan dia akan mendatangi kos Dee. Pukul 01:30 WIB, mata masih melek sih, ga ngantuk sama sekali... Yah mulailah tangan Dee menari-nari di kaki dan pahanya :)) *jangan pada piktor ye LOL. Wah ini emang bener-bener udah kacau banget urat-urat dan otot-nya, dengan cream andalan Dee, dan minyak rahasia dan jumawa milik Dee, proses pijat atau urut pun dilakukan, teriakan-teriakan tertahan pun tak terhindarkan, karena udah cukup larut malam takut mengganggu orang yang sedang tidur. Yah karena ini hari pertama, pressure yang Dee berikan soft-medium saja, walaupun begitu cukup menyakitkan sampai teriak-teriak tak terhenti. Saat peregangan akhirnya dia pun tertidur keasyikan! Sigggh.. Sedikit demi sedikit, mulai di-recovery hingga tangan Dee terasa cape, sekitar pukul 03:30, siggh hampir 2jam.. Saatnya tidur. .

Keesokan harinya Dee menanyakan bagaimana kabarnya. Ternyata pijatan kemaren cukup ngefek, dia susah jalan, semuanya terasa pegel,, Dee saranin untuk istirahat seharian, jangan ng-gym dulu di hari itu. Tanggal 20 February, janjian lagi untuk diurut, kali ini Dee akan memberikan medium pressure, benerin lagi hamstring dan urat-urat serba berlilitan dipangkal paha. Cukup berat dan membutukan energi yang cukup besar untuk memijat diantara otot-otot keras diantara paha. Kali ini teriakan kesakitan pun tak tertahan lagi, jeritan demi jeritan, tapi dia meyakikan kalo Dee benar-benar bisa membantunya, soalnya setelah urut yang pertama kali, dia berasa kakinya lebih enakan dibandingkan sebelumnya. Konsen utama hari ini adalah membenarkan urat-urat yang dipangkal paha, sehingga 'kick' aerobic-nya akan semakin oke. Persiapan lomba aerobic di minggu ini. Fuuuh.. Dee sih ingetin aja jangan terlalu dipaksa, setelah tawar menawar dia janji lomba aerobic terakhirnya minggu ini, dan akan proses penyembuhan total sebulan.

Hari Selasa, dia latihan lagi, setelah strecthing yang cukup, semuanya berjalan dengan lancar, teman-temannya agak kaget, dia sudah bisa melakukan kick-kick lagi. Eh, tau apa yang terjadi, dia promosi 'Temen gw bisa urut, dia yang ngurutin, lihat kan sekarang, gw udah mendingan'... Bah.. malu dah kalo ketemu ama orang. "Dee tukang pijet", kalo nyampe ditelinga nyak Dee gimana ini! Bahahaa.. Tapi emang talent terpendam ini Dee miliki sejak di rumah, Dee emang sering jadi tukang pijat kalo dirumah, teruma untuk yang pusing-pusing dan masuk angin. Ga tau belajar darimana, tapi kalo tangan ini udah nyentuk badan orang, bisa deteksi lah kemana-mana untuk mencari sesuatu yang tidak benar. Yang pernah dipijet ama Dee, setuju ga? *awas kalo ga setuju, ga dapat pijet gratisan lagi. Sambil mijetin, Dee juga ngajarin sedikit teknik mijat sederhana ala Dee, ga perlu ribet untuk pusing-pusing dan masuk angin. *yang mau tau, rahasia perusahaan! :p

Dari sekian banyak yang dipijat, banyak yang bilang kalo pijatan Dee itu ENAK, soft-medium tapi 'ngena', ga perlu sakit-sakit dan lama-lama, tapi langsung cuuus. Tapi banyak yang komentar sakit sih, padahal yah setidaknya cuma level soft-medium, ga harus 'hard' di tempat-tempat pijet, tapi ga berasa apa-apa. Dee emang suka dipijat, tapi kebanyakan terapis itu ga ngerti apa-apa soal pijat, ga punya bakat untuk mijat, Dee sering complain *maklum yaah soalnya bisa mijetin orang gratisan! hahahaa

Dan hari ini tanggal 22 Februari 2012, setelah pulang dari kantor, janjian lagi makan malam dilanjutkan dengan pijat pertemuan ketiga. Dee udah janji, hari ini pijetannya naik level. Awalnya dia kira bakalan sama lah dengan sebelumnya, tapi sayangnya nga, kali ini udah bukan level medium, tapi medium-hard, cukup menguras tenaga emang, setelah mijetin laper gileeer! Kali ini fokus beresin urat-urat di paha dan pangkal paha, sumpah dah mijetin yang dagingnya 'keras' dan otot semua itu ga gampang, usaha perlu extra *perlu dikenain extra charge nih (padahal gratis). Kali ini teriakannya lebih parah, semua sumpah serapah keluar, ga tertahan lagi. Dee sih kasihan, tapi gimana lagi, dia bandel mau aerobic terakhir sebelum vakum katanya di Medan :))

Ya udah, segala proses penyembuhan biar cepet Dee lakukan semaksimum mungkin, sambil kasih tau, agar lebih hati-hati dan jangan terlalu dipaksa. Soalnya Dee ga selalu punya waktu untuk membantu, kebetulan aja sekarang ada waktu. Mungkin setelah event Medan, Dee akan meluangkan waktu setidaknya seminggu sekali lah untuk pasien kali ini. Dee cuma pesan, jangan kasih tau temennya yah, Dee ga nerima pasian, bingung juga kal ditanya harus bayar berapa ke Dee, Dee ga terima uang soalnya. Hari ini sudah treatment ketiga, sepeserpun uang dia ga Dee terima, bukannya sombong, tapi kalo dikomersilkan nantinya Dee bingung gimana. Walaupun I know that I got the talent, tapi sulit dapat image tukang pijat, apalagi banyakan pijat++ sekarang :))

Udah malam nih, sekian cuap-cuap hari ini. Bila ada yang mengalami keluham salah urat atau keseleo boleh hubungin Dee kok, kita set aja waktu yang cocok, sebisa mungkin Dee akan bantu. Kesempatan membantu orang itu priceless.... Ciaoo....

Wednesday, January 4, 2012

Dee dan Ojek Payung

4 Januari 2012, bill warnet udah abis, saatnya pulang kantor, tapi apa ga dinyana, hujan turun dengan derasnya. Ya sudah mau nunggu hujan ajalah hingga reda. Tapi ada satu yang menarik, ada seorang adik kecil berusia kira-kira 5-6 tahun sedang menawarkan jasanya di tengah lebatnya hujan, ojek payung. Dee sebenarnya termasuk orang yang ga suka dengan anak kecil, apalagi yang bandel. Tapi di tengah hujan deras yang biasanya membuat galau, ini malah membuat hati Dee tergerak, yah walaupun ga perlu, pakelah jasa ojek payung si adik kecil ini. Minta dianterin ke ke tempat makan, ajak dia makan bakso di tengah hujan begini. Rana, namanya Rana, tukang ojek payung dengan setelan jas hujan berwarna merah yang membawa payung yang jauh lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan tubuh kecilnya. Menerjang derasnya hujan adalah suatu kebahagiaan baginya, hujan merupakan sumber penghasilan baginya.

Sambil menyantap bakso, Rana terlihat sangat terburu-buru, ingin menyelesaikan makannya untuk kembali menjajakan jasanya. Tapi, Dee menahannya.. Cukuplah sudah tubuh kecilnya hari ini melawan ganasnya hujan, selembar uang Dee berikan agar dia tidak menjual jasanya lagi hari ini. Biarlah dia makan dengan santai, menikmati makanan hingga hujannya reda. Tidak merasakannya dinginnya terpaan air hujan untuk hari ini. Yah, Rana akhirnya menurut dengan uang di tangannya, ga taw nanti mau diapain, Dee cuma bisa berpesan, "buat sekolah yaaah.."

Perbincangan singkat dan moment melihat Rana melahap makanannya, sangat priceless.  Yah hujan pun berhenti, Dee harus segera pulang, semoga uang yang Dee berikan bisa dipergunakan sebaiknya dan bisa mengganti waktu Rana yang terbuang untuk menemani saya makan. Sampai ketemu lain kali Rana, mungkin disaat....  hujan lagi,,,