Dee ~ an Indonesian who wants to tell strories about life, book, travelling, cooking, food, photography, economy, politic, movie and love. Just read my story, hope you will like it. Let's begin and enjoy! ;)
Sunday, July 31, 2011
Silence of Love (TVC Thai Life Insurance)
i want a better father..
someone who's not a deaf-mute
a dad like everyone else
a father who can listen to my hopes and fears
a father who speak who understands me
"I was born a deaf-mute
i'm sorry for that
i can's speak like others father
but i want you to know that i love you with all my heart"
there are no perfect father
but a father will always love perfectly
remember to care for those who care for you..
Tuesday, July 26, 2011
Java Rocking Land, 23 July 2011
The Cranberries!
Yah tujuan utama ke Java Rocking Land 2011 cuma satu, demi The Cranberries. Sejak akhir Mei, tak sabaran segera membeli ticket-nya, setelah pihak promotor meyakinkan bahwa The Cranberries bakalan pasti datang ke Pantai Carnaval Ancol! Wooohooo.....!
Secara tak disengaja, ada teman di facebook yang begitu mengidolakan The Cranberries! Yes, yang terpikir asik daat teman! Woooohoooo! Setelah perbincangan singkat dan ticket pre-order-nya telah dijual, segera dilakukan pemesanan ticket online. Ticket seharga 352,000 rupiah pun ditebus 2tiket. Soalnya belum kepikiran ngajakin siapa lagi yang demen ama Cranberries, mengingat teman-teman saya yang seumuran banyak yang ga tahu tentang The Cranberries :) Keesokan harinya, secara tak disengaja ngobrol ama teman-teman di kantor, ternyata mereka juga udah purchase tiketnya! Aha! Tambah banyak temen deh... Mari kita goyang Ancol *emang-nya konser dangdut apee?! hahaha
Waktu pun berlalu, hari pun terus berputar *seeeet dah ngapain nyanyi segala
Back to topic, setelah perbincangan dengan teman maya yang belum pernah ketemu, schedule pun dirancang untuk ketemuan di Ancol demi The Cranberries!
Tanggal 23 July yang dinanti-nanti pun akhirnya datang juga. Naik taxi Transcab, Dee pun bergerak ke Ancol. Dengan driver yang pura-pura ga tahu jalan, cukup menyebalkan memang tapi mau gimana lagi, dapatnya gini supirnya :)
Akhirnya nyampe di Pantai Carnaval Ancol pukul 16.15, masih tak begitu ramai antrian di entrance gate. Seperti konser-konser biasanya, banyak sekali calo berkeliaran menawarkan tiket. Awalnya saya ignore saja mereka, namun tiba-tiba ada teman yang mau nyusul, jadi kita tidak punya satu tiket, alhasil saya pun ngobrol-ngobrol dengan calo selama menunggu mereka menginjakkan kaki di Ancol. Kurang lebih hampir sejam ngobrol dengan seorang bapak yang mengaku pekerjaannya untuk hidup berasal dari hasil uangnya berjualan tiket sebagai calo. Banyak kisah yang dapat diungkap disini, tapi sekarang bukan saatnya menceritakan tentang si bapak ini, ini hari untuk The Cranberries! Alhasil setelah mereka tiba di Ancol, kita membeli tiket dari salah satu calo, just 250,000 rupiah! dengan garansi masuk dan tiket di approve baru kita membayar harga tiketnya! What a good deal for us, dan tiketnya itu bisa dipakai. Yah kita yang udah beli preorder lebih mahal 100ribu lebih! hahahaha.. But gapapa demi The Cranberries.
Setelah menyantap siomay yang dibeliin dari Mangga dua Square, kita pun masuk ke entrance gate! Yeay! Akhirnya ketemuan juga ama temen maya yang udah lama saya kagum-kagumi karya2 fotonya! Yah perkenalkan, Daddy Tjeuw , seorang fotografer yang telah lama berkiprah sebagai fotografer professional. Karya-karyanya begitu apik dan total, baik didalam negri maupun dunia internasional.

Wah asik kan dipuji-puji dalam blog sini, kapan lagi coba dapat promosi gratis. Teman-teman yang silahkan intip aja hasil karya-nya di web-nya ko Daddy Tjeuw
Kita pun masuk ke venue, nyari WC yang jorok banget membuat Dee kehilangan semangat untuk buang air, total saya ga buang air kecil dari jam 5 sampai jam 3pagi! hahahha
Pukul 18.00, di stage Gudang Garam Intermusic, God Bless mulai menunjukkan batang hidungnya, membawakan hits2 mereka. Tapi buat kita yang tidak begitu mengenal God Bless, kita hanya ingin mengatakan God Bless 'You', aksi panggung yang terkesan terlalu dipaksa sebagai nostalgia, but mereka mencoba untuk tampil maksimal. Sayang, suara Ahmad Albar, mengendap ditengah deruan musik yang begitu apik.
Kita tak bergerak dari panggung GG Intermusic, demi mendapatkan spot terbaik saat The Cranberries tampil. Di kiri pangung, dan tidak paling depan. Dan terbukti spot itu sangat strategis. Terima kasih lagi kepada ko Daddy yang memilih spot yang bagus ini. Pukul 20.00 stage GG Intermusic udah mulai penuh tak bisa bergerak, semuanya menunggu The Cranberries altough yang perform masih Ed Kowalczyk of LIVE. Setelah bung Ed tampil, penonton tak bergerak sama sekali dari panggung, setia menunggu walaupun di panggung sebelah ada The Neon Trees sedang perform!

kondisi ini yang terjadi saat The Neon Trees tampil di panggung ujung sana, di Panggung Intermusic penonton tak bisa bergerak sama sekali, dan kita tak bisa bergerak ke kiri ataupun ke kanan, penuh sesak walaupun waktu masih menunjukkan pukul 21.30 sedangkan jadwal tampil the cranberries adalah pukul 23.00. Semua setia menunggu dan melihat persiapan panggung yang begitu berbeda untuk The Cranberries.
Tepat pukul 23.00, The Cranberries akhirnya muncul dipanggung. Teriakan penonton tak terbendung tak terkecuali kita! Wooooohoooooooo! semua penantian terasa lepas sudah, berjingkrak ria, teriak-teriakan dan bernyanyi bersama Doroles! Malam yang indah sekali dengan teman-teman baru yang asik sekali. I really have fun those night.
Performa Doroles yang ciamik melantunkan lagu selama satu jam diikuti dengan teriakan, nyanyian dari penonton yang tiada henti. Superb ambience! Best concert ever I had! Walaupun desak-desakan, saya benar-benar menikmati malam itu. Ah Doroles kau begitu apik malam itu! Tak terasa satu jam berlalu begitu saja, Doroles mengakhiri dengna lagu Dreams. My dreams come true! Watching The Cranberries live! hahhahaa
btw, ga ketemu temen-temen kantor disana, begitu crowded dan kita sudah tak bisa bergerak dari depan panggung, sinyal hape pun udah tak jelas rimbanya. Alhasil ga bisa saling menghubungi sampai akhir acara lagi :(
Preview perform The Cranberries untuk lagu Zombie (Maaf Poor Quality)
Java Rocking Land 2011 ini untuk The Cranberries, maaf untuk yang lain, dedikasi saya hanya untuk Cranberries. Buat ko Daddy Tjeuw yang bakalan nonton (again) di Singapore, i jealous on you! I want too, but unfortunately, i couldn't. Have fun there.. Sampai jumpa konser selanjutnya! *eh kalo maen ke Central Park kabar-kabari yah! hahahhaa
Yah tujuan utama ke Java Rocking Land 2011 cuma satu, demi The Cranberries. Sejak akhir Mei, tak sabaran segera membeli ticket-nya, setelah pihak promotor meyakinkan bahwa The Cranberries bakalan pasti datang ke Pantai Carnaval Ancol! Wooohooo.....!
Secara tak disengaja, ada teman di facebook yang begitu mengidolakan The Cranberries! Yes, yang terpikir asik daat teman! Woooohoooo! Setelah perbincangan singkat dan ticket pre-order-nya telah dijual, segera dilakukan pemesanan ticket online. Ticket seharga 352,000 rupiah pun ditebus 2tiket. Soalnya belum kepikiran ngajakin siapa lagi yang demen ama Cranberries, mengingat teman-teman saya yang seumuran banyak yang ga tahu tentang The Cranberries :) Keesokan harinya, secara tak disengaja ngobrol ama teman-teman di kantor, ternyata mereka juga udah purchase tiketnya! Aha! Tambah banyak temen deh... Mari kita goyang Ancol *emang-nya konser dangdut apee?! hahaha
Waktu pun berlalu, hari pun terus berputar *seeeet dah ngapain nyanyi segala
Back to topic, setelah perbincangan dengan teman maya yang belum pernah ketemu, schedule pun dirancang untuk ketemuan di Ancol demi The Cranberries!
Tanggal 23 July yang dinanti-nanti pun akhirnya datang juga. Naik taxi Transcab, Dee pun bergerak ke Ancol. Dengan driver yang pura-pura ga tahu jalan, cukup menyebalkan memang tapi mau gimana lagi, dapatnya gini supirnya :)
Akhirnya nyampe di Pantai Carnaval Ancol pukul 16.15, masih tak begitu ramai antrian di entrance gate. Seperti konser-konser biasanya, banyak sekali calo berkeliaran menawarkan tiket. Awalnya saya ignore saja mereka, namun tiba-tiba ada teman yang mau nyusul, jadi kita tidak punya satu tiket, alhasil saya pun ngobrol-ngobrol dengan calo selama menunggu mereka menginjakkan kaki di Ancol. Kurang lebih hampir sejam ngobrol dengan seorang bapak yang mengaku pekerjaannya untuk hidup berasal dari hasil uangnya berjualan tiket sebagai calo. Banyak kisah yang dapat diungkap disini, tapi sekarang bukan saatnya menceritakan tentang si bapak ini, ini hari untuk The Cranberries! Alhasil setelah mereka tiba di Ancol, kita membeli tiket dari salah satu calo, just 250,000 rupiah! dengan garansi masuk dan tiket di approve baru kita membayar harga tiketnya! What a good deal for us, dan tiketnya itu bisa dipakai. Yah kita yang udah beli preorder lebih mahal 100ribu lebih! hahahaha.. But gapapa demi The Cranberries.
Setelah menyantap siomay yang dibeliin dari Mangga dua Square, kita pun masuk ke entrance gate! Yeay! Akhirnya ketemuan juga ama temen maya yang udah lama saya kagum-kagumi karya2 fotonya! Yah perkenalkan, Daddy Tjeuw , seorang fotografer yang telah lama berkiprah sebagai fotografer professional. Karya-karyanya begitu apik dan total, baik didalam negri maupun dunia internasional.

Wah asik kan dipuji-puji dalam blog sini, kapan lagi coba dapat promosi gratis. Teman-teman yang silahkan intip aja hasil karya-nya di web-nya ko Daddy Tjeuw
Kita pun masuk ke venue, nyari WC yang jorok banget membuat Dee kehilangan semangat untuk buang air, total saya ga buang air kecil dari jam 5 sampai jam 3pagi! hahahha
Pukul 18.00, di stage Gudang Garam Intermusic, God Bless mulai menunjukkan batang hidungnya, membawakan hits2 mereka. Tapi buat kita yang tidak begitu mengenal God Bless, kita hanya ingin mengatakan God Bless 'You', aksi panggung yang terkesan terlalu dipaksa sebagai nostalgia, but mereka mencoba untuk tampil maksimal. Sayang, suara Ahmad Albar, mengendap ditengah deruan musik yang begitu apik.
Kita tak bergerak dari panggung GG Intermusic, demi mendapatkan spot terbaik saat The Cranberries tampil. Di kiri pangung, dan tidak paling depan. Dan terbukti spot itu sangat strategis. Terima kasih lagi kepada ko Daddy yang memilih spot yang bagus ini. Pukul 20.00 stage GG Intermusic udah mulai penuh tak bisa bergerak, semuanya menunggu The Cranberries altough yang perform masih Ed Kowalczyk of LIVE. Setelah bung Ed tampil, penonton tak bergerak sama sekali dari panggung, setia menunggu walaupun di panggung sebelah ada The Neon Trees sedang perform!
kondisi ini yang terjadi saat The Neon Trees tampil di panggung ujung sana, di Panggung Intermusic penonton tak bisa bergerak sama sekali, dan kita tak bisa bergerak ke kiri ataupun ke kanan, penuh sesak walaupun waktu masih menunjukkan pukul 21.30 sedangkan jadwal tampil the cranberries adalah pukul 23.00. Semua setia menunggu dan melihat persiapan panggung yang begitu berbeda untuk The Cranberries.
Tepat pukul 23.00, The Cranberries akhirnya muncul dipanggung. Teriakan penonton tak terbendung tak terkecuali kita! Wooooohoooooooo! semua penantian terasa lepas sudah, berjingkrak ria, teriak-teriakan dan bernyanyi bersama Doroles! Malam yang indah sekali dengan teman-teman baru yang asik sekali. I really have fun those night.
Performa Doroles yang ciamik melantunkan lagu selama satu jam diikuti dengan teriakan, nyanyian dari penonton yang tiada henti. Superb ambience! Best concert ever I had! Walaupun desak-desakan, saya benar-benar menikmati malam itu. Ah Doroles kau begitu apik malam itu! Tak terasa satu jam berlalu begitu saja, Doroles mengakhiri dengna lagu Dreams. My dreams come true! Watching The Cranberries live! hahhahaa
btw, ga ketemu temen-temen kantor disana, begitu crowded dan kita sudah tak bisa bergerak dari depan panggung, sinyal hape pun udah tak jelas rimbanya. Alhasil ga bisa saling menghubungi sampai akhir acara lagi :(
Preview perform The Cranberries untuk lagu Zombie (Maaf Poor Quality)
Java Rocking Land 2011 ini untuk The Cranberries, maaf untuk yang lain, dedikasi saya hanya untuk Cranberries. Buat ko Daddy Tjeuw yang bakalan nonton (again) di Singapore, i jealous on you! I want too, but unfortunately, i couldn't. Have fun there.. Sampai jumpa konser selanjutnya! *eh kalo maen ke Central Park kabar-kabari yah! hahahhaa
Friday, July 15, 2011
Heboh film MPAA yang segera masuk ke Indonesia
Dunia per-twitteran dan per-facebook-an Indonesia, tanggal 15 July 2011 heboh oleh tweet 21 cineplex yang menyatakan Film Transformer3 dan Harry Potter and Deathly Hollow Part 2 akan segera masuk ke Indonesia. Mereka mencantumkan kedua film tersebut ke list coming soon. Tapi jangan senang dulu, 21Cineplex memang suka bikin heboh, jadi kita harus melihat dan cukup bersabar saja untuk kepastiannya. Pihak blitz Megaplex lewat account twitter dan facebook menyatakan bahwa mereka belum berani memberi kepastian akan masuk atau tidak, tapi sedang diusahakan. Yah menurut saya itu yang paling logis, sejauh belum ada kepastian. Berikut adalah artikel question answering yang di-posting oleh pihak Blitz Megaplex
Dear movie freak, jangan terlalu heboh lah soal film-film holywood yang tidak dapat diimpor, toh tidak akan mengurangi kualitas hidup bila tak menonton film-film Holywood, dunia tak berakhir bila film tersebut tidaka da. So be wise.
[Q] Cinema 21/XXI said they're screening Harry Potter 7b + Transformers 3!! Will the movies play at blitzmegaplex, too?
[A] If it's an MPAA movie, and 21/XXI receives it, then blitz is guaranteed to receive it too. Why? MPAA movies cannot be given exclusively to 1 chain only. The distributor bringing in the movies must screen them with both 21 & blitzmegaplex
(Again: MPAA means movies whose worldwide distribution is handled by Warner Bros, Paramount, 20th Century Fox, Sony, Universal, and Disney.)
[Q] But, Cinema21/XXI has already put Harry Potter 7b and Transformers 3 on their coming soon list. How come you haven't?
[A] Usually we put movies in our coming soon list only after it's confirmed by the distributor. As of last night, the distributor has not updated us, and they haven't been able to give us a target release date.
[Q] So, is Harry Potter 7b and Transformers 3 coming soon, or not?
[A] We have checked directly with both the local distributor channels and the studios. The best they can say right now is that they're "working on it" but neither have been able to give us a target release date. That's the most accurate answer we can give.
[Q] Will you let us know when there's confirmed news?
[A] We always do. Follow our @blitzmegaplex timeline or our FB page. Or check our website blitzmegaplex.com for news and movie updates
Dear movie freak, jangan terlalu heboh lah soal film-film holywood yang tidak dapat diimpor, toh tidak akan mengurangi kualitas hidup bila tak menonton film-film Holywood, dunia tak berakhir bila film tersebut tidaka da. So be wise.
Labels:
21cineplex,
Blitz,
film,
holywood,
HP bakal tayang,
MPAA
Thursday, July 14, 2011
Libur Nasional 2012
Berikut hari Libur Nasional di tahun 2012:
1. 1 Januari, Minggu, Tahun Baru Masehi
2. 23 Januari, Senin, Tahun Baru Imlek 2563
3. 5 Februari, Minggu, Maulid Nabi Muhammad SAW
4. 23 Maret, Jumat Hari Raya Nyepi, tahun Baru Saka 1934
5. 6 April, Jumat, Wafat Yesus Kristus
6. 6 Mei, Minggu, Hari Raya Waisak tahun 2554
7. 17 Mei, Kamis, Kenaikan Yesus Kristus
8. 17 Juni, Minggu, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
9. 17 Agustus, Jumat, Hari Kemerdekaan RI
10. 19-20 Agustus, Minggu-Senin, Idul Fitri 1 Syawal 1433 H 11. 26 Oktober, Jumat, Idul Adha 1433 H
12. 15 November, Kamis, Tahun Baru 1434 H
13. 25 Desember, Selasa, Hari Raya Natal
Cuti Bersama di tahun 2012
18 Mei, Jumat, Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
21-22 Agustus, Selasa-Rabu, Cuti Bersama Idul Fitri
16 November, Jumat, Cuti Bersama Tahun Baru 1434 H
24 Desember, Senin, Cuti Bersama Hari Raya Natal
1. 1 Januari, Minggu, Tahun Baru Masehi
2. 23 Januari, Senin, Tahun Baru Imlek 2563
3. 5 Februari, Minggu, Maulid Nabi Muhammad SAW
4. 23 Maret, Jumat Hari Raya Nyepi, tahun Baru Saka 1934
5. 6 April, Jumat, Wafat Yesus Kristus
6. 6 Mei, Minggu, Hari Raya Waisak tahun 2554
7. 17 Mei, Kamis, Kenaikan Yesus Kristus
8. 17 Juni, Minggu, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
9. 17 Agustus, Jumat, Hari Kemerdekaan RI
10. 19-20 Agustus, Minggu-Senin, Idul Fitri 1 Syawal 1433 H 11. 26 Oktober, Jumat, Idul Adha 1433 H
12. 15 November, Kamis, Tahun Baru 1434 H
13. 25 Desember, Selasa, Hari Raya Natal
Cuti Bersama di tahun 2012
18 Mei, Jumat, Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
21-22 Agustus, Selasa-Rabu, Cuti Bersama Idul Fitri
16 November, Jumat, Cuti Bersama Tahun Baru 1434 H
24 Desember, Senin, Cuti Bersama Hari Raya Natal
Tuesday, July 5, 2011
Review Madre
4 Juli 2011, kejenuhan kerjaan kantor mulai menumpuk dengan semangat hampir redup akibat weekend yang terlalu cape. Yah.. Mengantuk lah yang terjadi dikantor. Ditengah kantuk yang mendera, tiba-tiba telpon berdering....
Dari orang yang saya tunggu-tunggu, kurir buku dari inibukudotcom! Akhirnya Madre-ku dianterin juga!
Buku yang telah ditunggu-tunggu, tak sabar untuk membacanya yang seharusnya telah ditangan dan telah dibaca, namun karena adanya kesalahan teknis dalam proses pengiriman, tanggal 4 Juli 2011 proses delivery dilakukan (seharusnya tanggal 1).
Jeng .. Jeng....
Konflik batin untuk segera membuka dan membaca Madre, tapi masih dikantor. Waktu pulang kantor pun ditunggu-tunggu, agar Madre segera diexplorasi.
Total sekitar 40 menit untuk membaca Madre, gejolak emosi bercampur aduk, lebih berantakan dibandingkan roti yg baru akan menjadi adonan. Yah Madre menceritakan tentang toko roti. Biang roti yang berusaha untuk hidup kembali, yang telah berusia 70 tahun dan mati suri selama 5 tahun, menghidupkan cerita-cerita yang telah lama mati suri. Menghidupkan harapan-harapan para jompo yang telah lama dikubur.
Tak terbantah, pesan-pesan sosial yang selalu dihantarken terasa begitu dekat. Pada part 'have you ever' dan 'Cinta dan Tuhan', pesan yang tersirat dibuat gamblang, sehingga akan diresapi sesuai dengan keyakinan dan ketahuan pembaca.
Part "layang-layang", menarasikan dua orang yang berbeda prinsip, beda pola tingkah, beda kehidupan berusaha untuk saling mengisi. Pencarian arti hidup, cinta dan persahabatan yang kompleks dibuat sederhana. Salah satu part yang patut untuk diresapi.
Sedangkan part-part lainnya, puisi-puisi prosa yang dengan pemilihan kata yang baik dan dalam.
Satu hal yang akan membuat tertegun, pemilihan kata yang pas dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar tak luput membuat kata demi kata mengalir dengan sempurna. Tapi tak ada gading yang tak retak, human error masih bisa kita lihat di halaman 145, terjadi typo, penggunaan kata yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan EYD. Selanjutnya akan dicoba kembali apa saja typo yang ada pada first print ini. Sejauh ini ada 3 yang telah dilaporkan pada sang maestro, mbak Dewi 'Dee' Lestari.
Setelah Filosofi Kopi kita diajak untuk menelaah lebih jauh teman sang kopi, Madre, roti yang memberikan inspirasi. Tak sabar menunggu lanjutan yang penuh kejutan yang akan di hadirkan sang Maestro.
Madre! Simple but deep inside.
Dari orang yang saya tunggu-tunggu, kurir buku dari inibukudotcom! Akhirnya Madre-ku dianterin juga!
Buku yang telah ditunggu-tunggu, tak sabar untuk membacanya yang seharusnya telah ditangan dan telah dibaca, namun karena adanya kesalahan teknis dalam proses pengiriman, tanggal 4 Juli 2011 proses delivery dilakukan (seharusnya tanggal 1).
Jeng .. Jeng....
Konflik batin untuk segera membuka dan membaca Madre, tapi masih dikantor. Waktu pulang kantor pun ditunggu-tunggu, agar Madre segera diexplorasi.
Total sekitar 40 menit untuk membaca Madre, gejolak emosi bercampur aduk, lebih berantakan dibandingkan roti yg baru akan menjadi adonan. Yah Madre menceritakan tentang toko roti. Biang roti yang berusaha untuk hidup kembali, yang telah berusia 70 tahun dan mati suri selama 5 tahun, menghidupkan cerita-cerita yang telah lama mati suri. Menghidupkan harapan-harapan para jompo yang telah lama dikubur.
Tak terbantah, pesan-pesan sosial yang selalu dihantarken terasa begitu dekat. Pada part 'have you ever' dan 'Cinta dan Tuhan', pesan yang tersirat dibuat gamblang, sehingga akan diresapi sesuai dengan keyakinan dan ketahuan pembaca.
Part "layang-layang", menarasikan dua orang yang berbeda prinsip, beda pola tingkah, beda kehidupan berusaha untuk saling mengisi. Pencarian arti hidup, cinta dan persahabatan yang kompleks dibuat sederhana. Salah satu part yang patut untuk diresapi.
Sedangkan part-part lainnya, puisi-puisi prosa yang dengan pemilihan kata yang baik dan dalam.
Satu hal yang akan membuat tertegun, pemilihan kata yang pas dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar tak luput membuat kata demi kata mengalir dengan sempurna. Tapi tak ada gading yang tak retak, human error masih bisa kita lihat di halaman 145, terjadi typo, penggunaan kata yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan EYD. Selanjutnya akan dicoba kembali apa saja typo yang ada pada first print ini. Sejauh ini ada 3 yang telah dilaporkan pada sang maestro, mbak Dewi 'Dee' Lestari.
Setelah Filosofi Kopi kita diajak untuk menelaah lebih jauh teman sang kopi, Madre, roti yang memberikan inspirasi. Tak sabar menunggu lanjutan yang penuh kejutan yang akan di hadirkan sang Maestro.
Madre! Simple but deep inside.
Wednesday, June 8, 2011
人間菩提--醫療人文‧應節教育
人間菩提--醫療人文‧應節教育
Promoting Good Health on the Occasion of the Dragon Boat Festival
醫療人文愛無限
應節教育包素粽
啟善造福大悲心
分秒精進飄德香
德國繼黃瓜風暴後,現在找出大腸桿菌疫情的源頭,證嚴上人在今天志工早會開示,人類追求便利,過度發展,農作物不斷基因改良,也造成病菌的抗藥性。背後隨之而來就是「害」,唯有守護好心念,才能消弭災難。
德國傳出黃瓜遭到大腸桿菌汙染,科學家初步找出疫情源頭,是在生菜中的豆芽菜。人類追求便利,過度發展,農作物不斷基因改良,也造成病菌的抗藥性。
我們世間,假如急於利,那就是會害在後面,急功好利,這個很不好的事情,但是凡夫就是這樣,這就是凡夫習氣。
一年一度的端午節,慈濟醫療志業,分享素食,且低食物里程的粽子,讓人人健康過節。慈濟志工,也將粽子送進關懷戶的家中,或是到安養院,不分宗教,共同傳遞一分關懷與感恩。
慈濟人開始送粽子,這種不分宗教,大家都是共同一念心,我們要感恩,感恩修女、神父,感恩牧師,他們發揮愛心在照顧苦難人,這也都是一年一度可以表達出互相感恩的心。
慈濟志工推廣素食,呼籲人人回歸簡樸生活。宏觀天下,俄羅斯西伯利亞地區,森林野火持續蔓延;印度也傳出反貪腐的暴動。天災人禍,唯有守護好心念,才能消弭災難。
Promoting Good Health on the Occasion of the Dragon Boat Festival
醫療人文愛無限
應節教育包素粽
啟善造福大悲心
分秒精進飄德香
德國繼黃瓜風暴後,現在找出大腸桿菌疫情的源頭,證嚴上人在今天志工早會開示,人類追求便利,過度發展,農作物不斷基因改良,也造成病菌的抗藥性。背後隨之而來就是「害」,唯有守護好心念,才能消弭災難。
德國傳出黃瓜遭到大腸桿菌汙染,科學家初步找出疫情源頭,是在生菜中的豆芽菜。人類追求便利,過度發展,農作物不斷基因改良,也造成病菌的抗藥性。
我們世間,假如急於利,那就是會害在後面,急功好利,這個很不好的事情,但是凡夫就是這樣,這就是凡夫習氣。
一年一度的端午節,慈濟醫療志業,分享素食,且低食物里程的粽子,讓人人健康過節。慈濟志工,也將粽子送進關懷戶的家中,或是到安養院,不分宗教,共同傳遞一分關懷與感恩。
慈濟人開始送粽子,這種不分宗教,大家都是共同一念心,我們要感恩,感恩修女、神父,感恩牧師,他們發揮愛心在照顧苦難人,這也都是一年一度可以表達出互相感恩的心。
慈濟志工推廣素食,呼籲人人回歸簡樸生活。宏觀天下,俄羅斯西伯利亞地區,森林野火持續蔓延;印度也傳出反貪腐的暴動。天災人禍,唯有守護好心念,才能消弭災難。
Thursday, May 26, 2011
Ironi Pelestarian Lingkungan
Pelestarian Lingkungan. Mendengar tema ini, apa yang di pikiran anda?
Hemat Listrik, Hemat Air, Hemat Plastik, Daur Ulang Sampah, Efisiensi Pemanfaatan Energi dll.
Pelestarian dapat dilakukan oleh siapa saja, dimulai dari diri pribadi, kapan saja dan dimana saja. Semua tergantung oleh kepedulian kita masing-masing. Tidak seorang pun sebenarnya berhak 'mengatur' Anda bila Anda belum peduli dengan lingkungan, bumi yang kita tempati sekarang.
Kemajuan teknologi memang sebenarnya tak sejalan dengan pelestarian lingkungan. Dengan teknologi yang makin maju, kebutuhan masyarakat yang makin besar, lingkungan pun menjadi 'korban'. Selalu, kapanpun dimanapun lingkungan lah yang jadi 'korban' kemajuan teknologi. Sebenarnya kenapa hutan kita semakin gundul? Lahan hijau susah sulit terlihat?
- Ledakan jumlah penduduk, dengan jumlah penduduk yang semakin banyak, kebutuhan akan tempat tinggal pun akan semakin besar. Semua penduduk membutuhkan tempat tinggal yang menjadi kebutuhan pokok.
- Dengan lonjakkan penduduk yang tak terkendali, sampah yang dihasilkan pun tak bisa terelakkan juga akan semakin banyak. Sampah yang tak dapat didaur ulang juga semakin bertambah dan menumpuk, tak terurai dan tidak ditemukan solusi pemecahan untuk memanfaatkan sampah yang telah dihasilkan.
- Perkantoran, Mall, Pertokoan, Kompleks tempat tinggal merupakan salah satu faktor utama hilangnya lahan hijau di sekitar kita. Penduduk yang besar perlu tempat tinggal, perlu pekerjaan, perlu tempat hiburan, perlu tempat bersantai. Para pengusaha melihat peluang ini, walaupun sekarang para developer berlomba lomba memakai 'tag line' green building, tapi efek hilangnya lahan hijau juga tak akan terelakkan. Sejauh pemanfaatannya untuk kebutuhan orang banyak dan memang tak terelakkan lagi kalau penduduk membutuhkan public space yang lebih luas lagi.
-Perkebunan Sawit. Hutan-hutan bakau, perkebunan kelapa semua dibabat habis untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Loh? kan perkebunan, tetap ada lahan hijau-nya. *Mungkin sebagian dari Anda berpikiran demikian apalagi ada beberapa pihak yang meng-klaim Perkebunan kelapa sawit tidak merusak lingkungan, tidak lebih merusak dibandingkan orang yang menjadikannya sebagai mall, kompleks atau pertokoan*.
Perkebunan Kelapa Sawit yang menjamur dan mengekspansi di Sumatera dan Kalimantan merupakan salah satu faktor terbesar perusakan lingkungan di Indonesia. Tapi apa yang didapatkan oleh penduduk lokal? Nothing..
Pengusaha kelapa sawit dengan serakah membeli tanah dengan politik adu-domba dan 'kepolosan' penduduk lokal. Dengan di iming-imingi penghasilan yang 'lebih' dibandingkan perkebunan kepala, panen lebih cepat semua pun berpindah membuka lahan perkebunan kepala sawit setelah diberikan modal untuk 'mengganti' perkebunan lama mereka menjadi kelapa sawit. Ekspansi berlanjut ke hutan-hutan bakau hijau menjulang, dibabat dari yang masih muda hingga pohon yang telah berusia puluhan tahun. Tak heran kabut asap sering terjadi karena lahan gambut 'dibersihkan' dengan cara dibakar.
Masih teringat musim kemarau datang, ketika saya masih kelas 2-6 SD asap kiriman tak akan terelakkan selama 2bulan. Bila hujan tak kunjung turun, niscaya asap akan terus menjadi polutan di udara yang terhirup. Bunyi gergaji, dan dentuman pohon yang ditebang menjadi musik yang menemani kampung saya yang sunyi. Perlahan pohon kelapa mulai tergantikan dengan pohon-pohon kelapa sawit. Bila Anda masih merasa akibat penanaman kelapa dan kelapa sawit sama saja, silahkan tanya ke ahli perkebunan, pecinta lingkungan. Apa akibat dari perkebunan kelapa sawit :)
Sekarang, semua orang, perusahaan, dan yayasan berbondong-bondong mengklaim telah melakukan pelestarian lingkungan. Begitu juga Yayasan Buddha Tzu Chi, Pelestarian Lingkungan merupakan salah satudari 8 misi. Saya maybe bergabung dengan Tzu Chi sejak tahun 2009, tapi sebelum disini saya telah berniat mengemban misi sosial dan lingkungan sejak SMP. Aktif untuk membantu dan berorganisasi dengan tema 'sosial' dan lingkungan. Sebenarnya keterlibatan saya disini 'just ordinary', saya tidak berharap lebih dari apa yang telah saya lakukan.
Apapun yang saya dapat disini sama halnya dengan pengembangan diri saya dalam menjalankan hidup sesuai dengan kepercayaan saya. Tak ada hal yang baru, tapi disini merupakan salah satu wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki tujuan yang 'hampir' sama, tapi tak sepenuhnya sama, setiap manusia punya ego masing-masing, punya kepentingan masing-masing. Tagline sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan mungkin sudah tak asing lagi disini. Satu hal yang selalu menjadi ironi disini adalah SPONSOR utama.
Perusahaan Sinarmas merupakan donatur utama di Yayasan Tzu Chi Indonesia. Mengapa saya mengatakan ini sebagai ironi? Sinarmas merupakan salah satu perusahaan yang mengganti hutan hijau menjadi perkebunan kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan, tak terhitung luas area kelapa sawit dibawah naungan Sinarmas. Tak terhitung pula pohon yang selalu ditebang untuk kepentingan perusahan. Mereka berhasil meyakinkan para relawan bahwa perkebunan kelapa sawit tidak lebih merusak dibandingkan kegiatan perusakan alam yang lain. But, tidak untuk saya, sebagai orang yang tumbuh dan berkembang melihat hutan dirusak, saya tak akan terpengaruh. Perkebunan bekas kelapa sawit akan menjadi tanah tandus, keras dan tidak akan menjadi daerah serapan air, tanah perkebunan kelapa sawit juga bukan merupakan daerah resapan air, kalo ga percaya silahkan survey sendiri bagaimana dam yang dibuat untuk menahan air agar tidak mengenangi daerah perkebunan :)
Ironi memang, sebagai sponsor atau yang mensupport pelestarian lingkungan, mereka juga sebagai perusak lingkungan. Tapi tak bisa disalahkan sepenuhnya, begitulah perusahaan perlu mendapatkan keuntungan. Tanpa sponsor utama sebuah yayasan juga tak akan bisa bergerak sebagaimana mestinya. Jujur penanaman pohon baru yang dilakukan tidak sebanding dengan apa yang telah dirusak. :).
Sampai saat ini, saya tidak akan berdiri di barisan terdepan Tzu Chi selama kepentingan tertentu masih dilindungi oleh pihak - pihak tertentu yang berkepentingan. Kampanye-kampanye rancu yang membuat sesuatu menjadi 'blur'. Mari kita fokus benar-benar untuk melestarikan lingkungan, menyelamatkan bumi, menolakn perkebunan yang merusak lingkungan. I hope someday, Tzu Chi Indonesia bisa terlepas sponsor dari Sinarmas. Berdiri tegak paling terdepan untuk memerangi perusakan lingkungan.
Mungkin tulisan ini terlalu frontal, what's next? I just NATO? At least, i write this for inform something that you don't know. Saya bukan siapa-siapa dibandingkan mereka yang telah berbuat banyak dimanapun juga. Tapi sebagai orang yang berprinsip, inilah pilihan saya. Maybe ada yang beranggapan artikel ini bermaksud berpropoganda menyerang Sinarmas? Tak ada salahnya kok Anda berpikiran seperti itu, Anda yang punya pikiran, Anda berhak berpikir apa saja :) Inilah susahnya menjadi orang open-minded bukan? Kita tidak boleh membatasi siapapun juga :)
Sebenarnya tidak hanya menyerang Sinarmas, tapi contoh disini kita bisa lihat sebagai IRONI, disini kasus yang benar-benar saya tahu, saya menjadi salah satu orang yang melihatnya, tumbuh disekitar dan terlibat menjadi salah satu relawan. Kenapa saya menulis seperti ini, karena beberapa bulan yang lalu saya terkejut mendengar bahwa
"Perkebunan Kelapa Sawit tidak Merusak Lingkungan". Ingin rasanya saya langsung berteriak, You're LIAR! Tapi sebagai orang yang bertata krama, mempraktekkan budaya humanis, tak boleh men-judge. Just be open minded :)
Hemat Listrik, Hemat Air, Hemat Plastik, Daur Ulang Sampah, Efisiensi Pemanfaatan Energi dll.
Pelestarian dapat dilakukan oleh siapa saja, dimulai dari diri pribadi, kapan saja dan dimana saja. Semua tergantung oleh kepedulian kita masing-masing. Tidak seorang pun sebenarnya berhak 'mengatur' Anda bila Anda belum peduli dengan lingkungan, bumi yang kita tempati sekarang.
Kemajuan teknologi memang sebenarnya tak sejalan dengan pelestarian lingkungan. Dengan teknologi yang makin maju, kebutuhan masyarakat yang makin besar, lingkungan pun menjadi 'korban'. Selalu, kapanpun dimanapun lingkungan lah yang jadi 'korban' kemajuan teknologi. Sebenarnya kenapa hutan kita semakin gundul? Lahan hijau susah sulit terlihat?
- Ledakan jumlah penduduk, dengan jumlah penduduk yang semakin banyak, kebutuhan akan tempat tinggal pun akan semakin besar. Semua penduduk membutuhkan tempat tinggal yang menjadi kebutuhan pokok.
- Dengan lonjakkan penduduk yang tak terkendali, sampah yang dihasilkan pun tak bisa terelakkan juga akan semakin banyak. Sampah yang tak dapat didaur ulang juga semakin bertambah dan menumpuk, tak terurai dan tidak ditemukan solusi pemecahan untuk memanfaatkan sampah yang telah dihasilkan.
- Perkantoran, Mall, Pertokoan, Kompleks tempat tinggal merupakan salah satu faktor utama hilangnya lahan hijau di sekitar kita. Penduduk yang besar perlu tempat tinggal, perlu pekerjaan, perlu tempat hiburan, perlu tempat bersantai. Para pengusaha melihat peluang ini, walaupun sekarang para developer berlomba lomba memakai 'tag line' green building, tapi efek hilangnya lahan hijau juga tak akan terelakkan. Sejauh pemanfaatannya untuk kebutuhan orang banyak dan memang tak terelakkan lagi kalau penduduk membutuhkan public space yang lebih luas lagi.
-Perkebunan Sawit. Hutan-hutan bakau, perkebunan kelapa semua dibabat habis untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Loh? kan perkebunan, tetap ada lahan hijau-nya. *Mungkin sebagian dari Anda berpikiran demikian apalagi ada beberapa pihak yang meng-klaim Perkebunan kelapa sawit tidak merusak lingkungan, tidak lebih merusak dibandingkan orang yang menjadikannya sebagai mall, kompleks atau pertokoan*.
Perkebunan Kelapa Sawit yang menjamur dan mengekspansi di Sumatera dan Kalimantan merupakan salah satu faktor terbesar perusakan lingkungan di Indonesia. Tapi apa yang didapatkan oleh penduduk lokal? Nothing..
Pengusaha kelapa sawit dengan serakah membeli tanah dengan politik adu-domba dan 'kepolosan' penduduk lokal. Dengan di iming-imingi penghasilan yang 'lebih' dibandingkan perkebunan kepala, panen lebih cepat semua pun berpindah membuka lahan perkebunan kepala sawit setelah diberikan modal untuk 'mengganti' perkebunan lama mereka menjadi kelapa sawit. Ekspansi berlanjut ke hutan-hutan bakau hijau menjulang, dibabat dari yang masih muda hingga pohon yang telah berusia puluhan tahun. Tak heran kabut asap sering terjadi karena lahan gambut 'dibersihkan' dengan cara dibakar.
Masih teringat musim kemarau datang, ketika saya masih kelas 2-6 SD asap kiriman tak akan terelakkan selama 2bulan. Bila hujan tak kunjung turun, niscaya asap akan terus menjadi polutan di udara yang terhirup. Bunyi gergaji, dan dentuman pohon yang ditebang menjadi musik yang menemani kampung saya yang sunyi. Perlahan pohon kelapa mulai tergantikan dengan pohon-pohon kelapa sawit. Bila Anda masih merasa akibat penanaman kelapa dan kelapa sawit sama saja, silahkan tanya ke ahli perkebunan, pecinta lingkungan. Apa akibat dari perkebunan kelapa sawit :)
Sekarang, semua orang, perusahaan, dan yayasan berbondong-bondong mengklaim telah melakukan pelestarian lingkungan. Begitu juga Yayasan Buddha Tzu Chi, Pelestarian Lingkungan merupakan salah satudari 8 misi. Saya maybe bergabung dengan Tzu Chi sejak tahun 2009, tapi sebelum disini saya telah berniat mengemban misi sosial dan lingkungan sejak SMP. Aktif untuk membantu dan berorganisasi dengan tema 'sosial' dan lingkungan. Sebenarnya keterlibatan saya disini 'just ordinary', saya tidak berharap lebih dari apa yang telah saya lakukan.
Apapun yang saya dapat disini sama halnya dengan pengembangan diri saya dalam menjalankan hidup sesuai dengan kepercayaan saya. Tak ada hal yang baru, tapi disini merupakan salah satu wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki tujuan yang 'hampir' sama, tapi tak sepenuhnya sama, setiap manusia punya ego masing-masing, punya kepentingan masing-masing. Tagline sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan mungkin sudah tak asing lagi disini. Satu hal yang selalu menjadi ironi disini adalah SPONSOR utama.
Perusahaan Sinarmas merupakan donatur utama di Yayasan Tzu Chi Indonesia. Mengapa saya mengatakan ini sebagai ironi? Sinarmas merupakan salah satu perusahaan yang mengganti hutan hijau menjadi perkebunan kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan, tak terhitung luas area kelapa sawit dibawah naungan Sinarmas. Tak terhitung pula pohon yang selalu ditebang untuk kepentingan perusahan. Mereka berhasil meyakinkan para relawan bahwa perkebunan kelapa sawit tidak lebih merusak dibandingkan kegiatan perusakan alam yang lain. But, tidak untuk saya, sebagai orang yang tumbuh dan berkembang melihat hutan dirusak, saya tak akan terpengaruh. Perkebunan bekas kelapa sawit akan menjadi tanah tandus, keras dan tidak akan menjadi daerah serapan air, tanah perkebunan kelapa sawit juga bukan merupakan daerah resapan air, kalo ga percaya silahkan survey sendiri bagaimana dam yang dibuat untuk menahan air agar tidak mengenangi daerah perkebunan :)
Ironi memang, sebagai sponsor atau yang mensupport pelestarian lingkungan, mereka juga sebagai perusak lingkungan. Tapi tak bisa disalahkan sepenuhnya, begitulah perusahaan perlu mendapatkan keuntungan. Tanpa sponsor utama sebuah yayasan juga tak akan bisa bergerak sebagaimana mestinya. Jujur penanaman pohon baru yang dilakukan tidak sebanding dengan apa yang telah dirusak. :).
Sampai saat ini, saya tidak akan berdiri di barisan terdepan Tzu Chi selama kepentingan tertentu masih dilindungi oleh pihak - pihak tertentu yang berkepentingan. Kampanye-kampanye rancu yang membuat sesuatu menjadi 'blur'. Mari kita fokus benar-benar untuk melestarikan lingkungan, menyelamatkan bumi, menolakn perkebunan yang merusak lingkungan. I hope someday, Tzu Chi Indonesia bisa terlepas sponsor dari Sinarmas. Berdiri tegak paling terdepan untuk memerangi perusakan lingkungan.
Mungkin tulisan ini terlalu frontal, what's next? I just NATO? At least, i write this for inform something that you don't know. Saya bukan siapa-siapa dibandingkan mereka yang telah berbuat banyak dimanapun juga. Tapi sebagai orang yang berprinsip, inilah pilihan saya. Maybe ada yang beranggapan artikel ini bermaksud berpropoganda menyerang Sinarmas? Tak ada salahnya kok Anda berpikiran seperti itu, Anda yang punya pikiran, Anda berhak berpikir apa saja :) Inilah susahnya menjadi orang open-minded bukan? Kita tidak boleh membatasi siapapun juga :)
Sebenarnya tidak hanya menyerang Sinarmas, tapi contoh disini kita bisa lihat sebagai IRONI, disini kasus yang benar-benar saya tahu, saya menjadi salah satu orang yang melihatnya, tumbuh disekitar dan terlibat menjadi salah satu relawan. Kenapa saya menulis seperti ini, karena beberapa bulan yang lalu saya terkejut mendengar bahwa
"Perkebunan Kelapa Sawit tidak Merusak Lingkungan". Ingin rasanya saya langsung berteriak, You're LIAR! Tapi sebagai orang yang bertata krama, mempraktekkan budaya humanis, tak boleh men-judge. Just be open minded :)
Thursday, May 5, 2011
Suku Duano - "Menongkah" Surfing Lumpur
Concong merupakan kampung halaman tercinta, dengan berbagai sumber daya yang berlimpah namun teknologi yang terbatas. Hidup dekat dengan alam, bersahabat dengan alam dan tidak merusak alam. Tak ada kendaraan bermotor yang merusak segarnya udara, hutan hijau, langit biru dan angin laut menjadi santapan setiap hari.
Desa Concong Luar, mungkin sebagian orang belum pernah mendengarnya. Tak akan terlihat di peta sama sekali, satu desa di kecamatan Concong Kabutapen Indragiri Hilir, Riau. Sebagai gambaran, dari Jakarta ada 3rute untuk mencapai daerah Concong Luar.
- Opsi Pertama via Pekanbaru, Jakarta-Pekanbaru by plane, dari Pekanbaru dilanjutkan dengan perjalanan darat kurang lebih 7jam menuju ke Tembilahan. Dari Tembilahan naik Speed Boat dari pelabuhan di dekat Masjid Al huda setiap jam 1 siang dengan waktu tempuh 1.5-2jam.
- Opsi Kedua via Batam, Jakarta-Batam by plane, dari Batam dilanjutkan dengan naik Speed Boat sekitar 5-6jam langsung ke Concong di hari-hari tertentu saja. Seminggu ada 4 boat yang langsung ke Concong. (Rute ini baru dibuka di tahun 2011). Sebelumnya yah harus naik ferry ke Tembilahan dan dilanjutkan dengan naik boat.
- Opsi Ketiga via Jambi, Jakarta-Jambi by plane, dari Jambi perjalanan darat ke Tembilahan 6jam kemudian dilanjutkan dengan naik boat di pelabuhan dekat Al-huda. Katakan saja mau ke Concong.
Sekian perkenalan tentang Concong, next perkenalan tentang suku Duano dan tradisi "menongkah" aka surfing lumpur.
Papan luncur atau “Tongkah” merayap di atas lumpur yang menyembul ketika laut surut. Saat itu pula, Imi (9) sang anak Duano, memiliki harapan bisa panen kerang dari ceruk dan lubang di lumpur itu.
IMI dan enam ribu jiwa warga Suku Duano (data terakhir Dinsos Inhil, red) lainnya yang termasuk dalam kategori Komunitas Adat Terpencil (KAT) senantiasa bergelut dengan laut, bibir sungai, lumpur dan beting, meski yang mereka lewati ini sebenarnya lebih berbau tradisional. Aroma berbeda ini semakin mencolok ketika harus dibandingkan dengan pola hidup masyarakat umum yang jauh dari amisnya bau lumpur.
Memang, di beberapa bagian masyarakat Duano, perkembangan mampu mengubah beberapa sendi kehidupan mereka. Namun secara umum, mereka tetap melakoni apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka sejak ratusan tahun lalu hingga kini.
Apa yang dilakukan Imi di permukaan lumpur, pantai Desa Concong Luar, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, adalah aktivitas rutin. Gerakannya meliuk-liuk mirip sekali dengan pemain ski di hamparan salju.
Dengan lutut menempel pada punggung tongkah, tangan bocah ini terlihat begitu cekatan bergerak. Setiap lubang dan cekungan di pantai yang diyakininya sebagai lubang kerang, moluska yang tinggi gizi dan bernilai ekonomi, diobok-oboknya.
Tradisi inilah yang kemudian berkembang dan dikemas menjadi even budaya “Menongkah” yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Inhil dan sudah dikenal secara luas.
Ya, menongkah kerang rutin dilakukan Imi bersama dengan puluhan warga lain ketika air laut sedang surut. Biasanya pada musim pasang dalam dan pantai tidak dapat ditongkah, merupakan masa dimana kerang berkembang biak, hingga nanti setelah surut kembali fauna pantai itu pun menyembul.
Hasil menongkah kerang di pantai, selanjutnya dikumpulkan pada sebuah perahu kecil dan kemudian dibersihkan. Setelah itu dijual kepada penampung. Uangnya dipergunakan untuk membeli beras, dan jika berlebih ditabung sedikit untuk keperluan hidup lain. Ada juga di antara Suku Duano yang menjual sendiri hasil tangkapannya di Tembilahan, ibu kota Kabupaten Inhil, dengan cara memajangnya. Biasanya ini bisa ditemukan di Parit Sebelas, Tembilahan.
Ada juga kalangan Duano yang menjaring ikan dan memancing serta memasang bubu. Semua dilakukan secara sederhana. Tetapi untuk kalangan Duano yang bermukim di Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Reteh, kebanyakan telah mempergunakan perahu bermesin dan tingkat kehidupanya cukup baik.
Satu kemajuan yang sudah terlihat nyata sekarang pada Suku Duano adalah kebiasaan menetap di daratan. Berbeda ketika pada 1980-an lalu dimana suku tersebut lebih merasa nyaman hidup di atas perahu. Kini Imi, bersama dengan orangtuanya sudah tinggal di gubuk hasil bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Inhil.
Secara keseluruhan, Suku Duano yang terdapat di Kabupaten Inhil menyebar di beberapa kecamatan di pesisir seperti Tanah Merah, Reteh, Mandah, Kateman, Concong dan Kuindra. Tingkat pendidikannya rata-rata masih sekolah dasar, dan dari data sementara baru terdapat sekitar 10 orang yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang S1.
Terdapat satu orang yang telah menyelesaikan pendidikan S2, yakni Hasmawi, Sag. MM. dan saat ini menjadi PNS di lingkungan Pemkab Inhil. Tokoh-tokoh masyarakat Duano seperti Hasanuddin, Hasmawi, Ir. Sarpan Firmansyah sangat berharap perhatian yang serius dari Pemkab Inhil agar kehidupan suku tersebut dapat ditingkatkan.
”Lautan merupakan sumber penghidupan kami, tetapi sedihnya kemampuan ekonomi warga Duano saat ini sangat terbatas dan tingkat pendidikan masih rendah. Semuanya masih bersandar pada pola tradisional,” terang Hasanuddin, yang juga pengurus Keluarga Besar Duano Riau Cabang Inhil ini.
Di lain pihak, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Sosial tiap tahunnya tetap menyiapkan program yang sifatnya pemberdayaan. Bantuan tongkah dari bahan fiber yang kokoh dan kuat sudah diberikan. Demikian juga dengan alat tangkap nelayan seperti motor pompong telah dialokasikan.
Itu semua, menurut Kadis Sosial Drs. Mohd Zaini, MPd. sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Suku Duano. ”Selain itu kita juga berupaya membantu warga Duano yang putus sekolah dengan program pembinaan agar memiliki keahlian hingga dapat dipergunakan untuk mencari nafkah dan meningkatkan taraf hidupnya,” tegas Zaini.
Kini, tongkah fiber sudah di tangan masyarakat Suku Duano, dan dari alat yang meluncur di lumpur itulah diharapkan akan menghasilkan butiran-butiran beras agar mereka bisa bertahan hidup.
Sumber : www.riaupos.com, pengalaman hidup tinggal bersama mereka :)
Desa Concong Luar, mungkin sebagian orang belum pernah mendengarnya. Tak akan terlihat di peta sama sekali, satu desa di kecamatan Concong Kabutapen Indragiri Hilir, Riau. Sebagai gambaran, dari Jakarta ada 3rute untuk mencapai daerah Concong Luar.
- Opsi Pertama via Pekanbaru, Jakarta-Pekanbaru by plane, dari Pekanbaru dilanjutkan dengan perjalanan darat kurang lebih 7jam menuju ke Tembilahan. Dari Tembilahan naik Speed Boat dari pelabuhan di dekat Masjid Al huda setiap jam 1 siang dengan waktu tempuh 1.5-2jam.
- Opsi Kedua via Batam, Jakarta-Batam by plane, dari Batam dilanjutkan dengan naik Speed Boat sekitar 5-6jam langsung ke Concong di hari-hari tertentu saja. Seminggu ada 4 boat yang langsung ke Concong. (Rute ini baru dibuka di tahun 2011). Sebelumnya yah harus naik ferry ke Tembilahan dan dilanjutkan dengan naik boat.
- Opsi Ketiga via Jambi, Jakarta-Jambi by plane, dari Jambi perjalanan darat ke Tembilahan 6jam kemudian dilanjutkan dengan naik boat di pelabuhan dekat Al-huda. Katakan saja mau ke Concong.
Sekian perkenalan tentang Concong, next perkenalan tentang suku Duano dan tradisi "menongkah" aka surfing lumpur.
Papan luncur atau “Tongkah” merayap di atas lumpur yang menyembul ketika laut surut. Saat itu pula, Imi (9) sang anak Duano, memiliki harapan bisa panen kerang dari ceruk dan lubang di lumpur itu.
IMI dan enam ribu jiwa warga Suku Duano (data terakhir Dinsos Inhil, red) lainnya yang termasuk dalam kategori Komunitas Adat Terpencil (KAT) senantiasa bergelut dengan laut, bibir sungai, lumpur dan beting, meski yang mereka lewati ini sebenarnya lebih berbau tradisional. Aroma berbeda ini semakin mencolok ketika harus dibandingkan dengan pola hidup masyarakat umum yang jauh dari amisnya bau lumpur.
Memang, di beberapa bagian masyarakat Duano, perkembangan mampu mengubah beberapa sendi kehidupan mereka. Namun secara umum, mereka tetap melakoni apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka sejak ratusan tahun lalu hingga kini.
Apa yang dilakukan Imi di permukaan lumpur, pantai Desa Concong Luar, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, adalah aktivitas rutin. Gerakannya meliuk-liuk mirip sekali dengan pemain ski di hamparan salju.
Dengan lutut menempel pada punggung tongkah, tangan bocah ini terlihat begitu cekatan bergerak. Setiap lubang dan cekungan di pantai yang diyakininya sebagai lubang kerang, moluska yang tinggi gizi dan bernilai ekonomi, diobok-oboknya.
Tradisi inilah yang kemudian berkembang dan dikemas menjadi even budaya “Menongkah” yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Inhil dan sudah dikenal secara luas.
Ya, menongkah kerang rutin dilakukan Imi bersama dengan puluhan warga lain ketika air laut sedang surut. Biasanya pada musim pasang dalam dan pantai tidak dapat ditongkah, merupakan masa dimana kerang berkembang biak, hingga nanti setelah surut kembali fauna pantai itu pun menyembul.
Hasil menongkah kerang di pantai, selanjutnya dikumpulkan pada sebuah perahu kecil dan kemudian dibersihkan. Setelah itu dijual kepada penampung. Uangnya dipergunakan untuk membeli beras, dan jika berlebih ditabung sedikit untuk keperluan hidup lain. Ada juga di antara Suku Duano yang menjual sendiri hasil tangkapannya di Tembilahan, ibu kota Kabupaten Inhil, dengan cara memajangnya. Biasanya ini bisa ditemukan di Parit Sebelas, Tembilahan.
Ada juga kalangan Duano yang menjaring ikan dan memancing serta memasang bubu. Semua dilakukan secara sederhana. Tetapi untuk kalangan Duano yang bermukim di Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Reteh, kebanyakan telah mempergunakan perahu bermesin dan tingkat kehidupanya cukup baik.
Satu kemajuan yang sudah terlihat nyata sekarang pada Suku Duano adalah kebiasaan menetap di daratan. Berbeda ketika pada 1980-an lalu dimana suku tersebut lebih merasa nyaman hidup di atas perahu. Kini Imi, bersama dengan orangtuanya sudah tinggal di gubuk hasil bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Inhil.
Secara keseluruhan, Suku Duano yang terdapat di Kabupaten Inhil menyebar di beberapa kecamatan di pesisir seperti Tanah Merah, Reteh, Mandah, Kateman, Concong dan Kuindra. Tingkat pendidikannya rata-rata masih sekolah dasar, dan dari data sementara baru terdapat sekitar 10 orang yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang S1.
Terdapat satu orang yang telah menyelesaikan pendidikan S2, yakni Hasmawi, Sag. MM. dan saat ini menjadi PNS di lingkungan Pemkab Inhil. Tokoh-tokoh masyarakat Duano seperti Hasanuddin, Hasmawi, Ir. Sarpan Firmansyah sangat berharap perhatian yang serius dari Pemkab Inhil agar kehidupan suku tersebut dapat ditingkatkan.
”Lautan merupakan sumber penghidupan kami, tetapi sedihnya kemampuan ekonomi warga Duano saat ini sangat terbatas dan tingkat pendidikan masih rendah. Semuanya masih bersandar pada pola tradisional,” terang Hasanuddin, yang juga pengurus Keluarga Besar Duano Riau Cabang Inhil ini.
Di lain pihak, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Sosial tiap tahunnya tetap menyiapkan program yang sifatnya pemberdayaan. Bantuan tongkah dari bahan fiber yang kokoh dan kuat sudah diberikan. Demikian juga dengan alat tangkap nelayan seperti motor pompong telah dialokasikan.
Itu semua, menurut Kadis Sosial Drs. Mohd Zaini, MPd. sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Suku Duano. ”Selain itu kita juga berupaya membantu warga Duano yang putus sekolah dengan program pembinaan agar memiliki keahlian hingga dapat dipergunakan untuk mencari nafkah dan meningkatkan taraf hidupnya,” tegas Zaini.
Kini, tongkah fiber sudah di tangan masyarakat Suku Duano, dan dari alat yang meluncur di lumpur itulah diharapkan akan menghasilkan butiran-butiran beras agar mereka bisa bertahan hidup.
Sumber : www.riaupos.com, pengalaman hidup tinggal bersama mereka :)
Friday, April 29, 2011
i wanted to write a poem
I wanted to write a poem for you,
To tell you how I feel,
To tell you : you are my angel,
My new best friend.
You worry about me and care,
My shoulder is wet from your tears,
You notice things.
You're funny, caring, lovable,
Like magnum ice cream and a comfy hug.
I wanted to write a poem for you,
To tell you what you mean to me.
But no words could describe,
No words could be the rhytm.
I wish I was more than just one of the guys.
Is this just a teeny bopper crush?
I wanted to write a poem for you,
To tell you that being with you make me happier,
Happier than disco music,
Than Rihanna, Beyonce or Lady gaga.
I wanted to write a poem for you,
To tell you.. Friend forever,
To tell you I'll always be there..
Maybe we can be together again.
Do you know I love your look? Your personality?
Do you know I love the way you are? Your attitude?
Do you know I love your hugs? Your smile?
I wanted to write a poem for you
To tell you how I feel
But the words wouldn't rhyme at all,
Just like Magnum Gold Ice Cream.
To tell you how I feel,
To tell you : you are my angel,
My new best friend.
You worry about me and care,
My shoulder is wet from your tears,
You notice things.
You're funny, caring, lovable,
Like magnum ice cream and a comfy hug.
I wanted to write a poem for you,
To tell you what you mean to me.
But no words could describe,
No words could be the rhytm.
I wish I was more than just one of the guys.
Is this just a teeny bopper crush?
I wanted to write a poem for you,
To tell you that being with you make me happier,
Happier than disco music,
Than Rihanna, Beyonce or Lady gaga.
I wanted to write a poem for you,
To tell you.. Friend forever,
To tell you I'll always be there..
Maybe we can be together again.
Do you know I love your look? Your personality?
Do you know I love the way you are? Your attitude?
Do you know I love your hugs? Your smile?
I wanted to write a poem for you
To tell you how I feel
But the words wouldn't rhyme at all,
Just like Magnum Gold Ice Cream.
Friday, April 15, 2011
Hilang Arah, Hilang Pegangan
Dharmayana.. Organisasi mahasiswa beragama Buddha Universitas Tarumanagara. Satu-satunya organisasi agama Buddha yang legal dan didukung oleh kampus. Sarana mahasiswa luar daerah, bersama mengembangkan Buddha Dhamma.
Pernah terjun dan terlibat walaupun tak berdiri didepan menyetir pergerakan langkah Dharmayana, mau ga mau merasa gerah dengan apa yang terjadi sekarang. Bukannya melangkah maju, jalan ditempat saja mereka tak sanggup, perlahan berjalan mundur, semakin mundur. Jauh dari apa yang di cita-citakan, jauh dari tujuan.
Yah, tak memungkiri, gw pernah gagal disini, gw melalaikan kewajiban gw disini. Kecewa, bentuk kekecewaan yang terjadi saat itu. Maybe salah cara mengapresiasikannya, tapi sudah terjadi penyesalan pun tak berguna. Segala macam tugas yang gw kerjain tetap tersimpan dalam hard drive, tidak di-submit, tak diapa2in lagi. Yah, wujud kecewa dengan apa yang terjadi saat itu. Citra diri hancur disana, sungguh tak peduli. They don't know how to communicate, just haha hihi hoho hehe.. I can't satisfied..
Skripsi, love story, Family problem terakumulasi, lebih baik ga memusingkan mereka yang tidak menghargai dan peduli dengan diri kita. Sia-sia menyumbangkan energi untuk perjuangan yang tak diharapkan mereka. Tak sesuai arah langkah, pandangan lagi, altough i'm the bastardman there.. I really don't care at the time. How about now? Yeah i really don't care too..
Masih memakai nama organisasi Agama Buddha, tak bisa jaga mulut, jaga sikap, jaga gesture, terkadang sungguh tak sopan di tempat publik. Tak ada lagi mengembangkan Buddha Dhamma, yang ada nongkrong sana nongkrong sini, jalan2 kesana kemari. Iya mungkin ada kunjungan ke vihara tiap minggu, iya vihara itu2 doang, sudah bukan lagi pengembangan Dharmayana, tapi kepentingan pribadi. Coba ke vihara yang berbeda-beda, random visit, jangan cuma satu vihara, atau semuanya diajak menjadi umat tetap di vihara tertentu tersebut. Yah alter ego itu muncul karena kemelekatan, senang di satu vihara. Kunjungan vihara tujuan awalnya untuk mengajak, belajar cara kebaktian yang berbeda-beda, sumber informasi. Kalo kunjungan tetap di satu vihara? Apa bedanya kalian dengan umat vihara tersebut?
Berisik dan annoying hal yang mendeskripsikan ketika 'mereka' berkumpul. Basa basi ga penting, sikap tak terkontrol dan tak sopan.. Mungkin itu gambaran terbaik yang saya dapatkan :) Wasting time.. Now, Blackberry, syndrom nya baru menjamur sekarang, dan please be SMART. Kalian annoying banget sejak pada BB-an. NORAK, CHILDISH, BASI, dan sungguh sangat mengganggu..
So, jika masih ngaku volunteer Dharmayana, ubah diri dari sekarang, ubah sikap, udah cara pandang. Jangan mau disetir ama siapapun, jangan berkoloni, berpolitik. Hargai semua orang, jaga diri, mulut apalagi. Cukuplah saling menunggu, berisik dan tidak tepat waktu. Mulai tunjukkan kualitas, efektifitas.. Ga suka pernyataan gw? Yah terserah kalian kalau tak merasa atau tak mau berubah. Mau ngatain gw tidak lebih baik dari kalian? Yah terserah juga, itu pendapat pribadi semua orang kok, boleh-boleh aja.. I just do what i want, what i trust.. its my faith.. i don't care anybody..
Have you read that i don't care, i don't publish it, you guys read it from here or just gossiping? panic? shock therapy?
If you read it from this blog, don't message me again, don't BBM me..
I'm already DONE.
Pernah terjun dan terlibat walaupun tak berdiri didepan menyetir pergerakan langkah Dharmayana, mau ga mau merasa gerah dengan apa yang terjadi sekarang. Bukannya melangkah maju, jalan ditempat saja mereka tak sanggup, perlahan berjalan mundur, semakin mundur. Jauh dari apa yang di cita-citakan, jauh dari tujuan.
Yah, tak memungkiri, gw pernah gagal disini, gw melalaikan kewajiban gw disini. Kecewa, bentuk kekecewaan yang terjadi saat itu. Maybe salah cara mengapresiasikannya, tapi sudah terjadi penyesalan pun tak berguna. Segala macam tugas yang gw kerjain tetap tersimpan dalam hard drive, tidak di-submit, tak diapa2in lagi. Yah, wujud kecewa dengan apa yang terjadi saat itu. Citra diri hancur disana, sungguh tak peduli. They don't know how to communicate, just haha hihi hoho hehe.. I can't satisfied..
Skripsi, love story, Family problem terakumulasi, lebih baik ga memusingkan mereka yang tidak menghargai dan peduli dengan diri kita. Sia-sia menyumbangkan energi untuk perjuangan yang tak diharapkan mereka. Tak sesuai arah langkah, pandangan lagi, altough i'm the bastardman there.. I really don't care at the time. How about now? Yeah i really don't care too..
Masih memakai nama organisasi Agama Buddha, tak bisa jaga mulut, jaga sikap, jaga gesture, terkadang sungguh tak sopan di tempat publik. Tak ada lagi mengembangkan Buddha Dhamma, yang ada nongkrong sana nongkrong sini, jalan2 kesana kemari. Iya mungkin ada kunjungan ke vihara tiap minggu, iya vihara itu2 doang, sudah bukan lagi pengembangan Dharmayana, tapi kepentingan pribadi. Coba ke vihara yang berbeda-beda, random visit, jangan cuma satu vihara, atau semuanya diajak menjadi umat tetap di vihara tertentu tersebut. Yah alter ego itu muncul karena kemelekatan, senang di satu vihara. Kunjungan vihara tujuan awalnya untuk mengajak, belajar cara kebaktian yang berbeda-beda, sumber informasi. Kalo kunjungan tetap di satu vihara? Apa bedanya kalian dengan umat vihara tersebut?
Berisik dan annoying hal yang mendeskripsikan ketika 'mereka' berkumpul. Basa basi ga penting, sikap tak terkontrol dan tak sopan.. Mungkin itu gambaran terbaik yang saya dapatkan :) Wasting time.. Now, Blackberry, syndrom nya baru menjamur sekarang, dan please be SMART. Kalian annoying banget sejak pada BB-an. NORAK, CHILDISH, BASI, dan sungguh sangat mengganggu..
So, jika masih ngaku volunteer Dharmayana, ubah diri dari sekarang, ubah sikap, udah cara pandang. Jangan mau disetir ama siapapun, jangan berkoloni, berpolitik. Hargai semua orang, jaga diri, mulut apalagi. Cukuplah saling menunggu, berisik dan tidak tepat waktu. Mulai tunjukkan kualitas, efektifitas.. Ga suka pernyataan gw? Yah terserah kalian kalau tak merasa atau tak mau berubah. Mau ngatain gw tidak lebih baik dari kalian? Yah terserah juga, itu pendapat pribadi semua orang kok, boleh-boleh aja.. I just do what i want, what i trust.. its my faith.. i don't care anybody..
Have you read that i don't care, i don't publish it, you guys read it from here or just gossiping? panic? shock therapy?
If you read it from this blog, don't message me again, don't BBM me..
I'm already DONE.
Subscribe to:
Posts (Atom)