Showing posts with label cantik. Show all posts
Showing posts with label cantik. Show all posts

Saturday, October 22, 2011

Stay Healthy, Enjoy Your Life

21 Oktober, tepat di hari ulang tahun cici kedua, setelah mengucapkan wish Birthday tiba-tiba mendapatkan kabar yang mengejutkan dari kampung. Tetangga saya, Ko Asiong, yang berumur kurang lebih 30an tahun, 32 kalo ga salah, meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Yah, cukup mengejutkan dengan track record kesehatan yang tidak terlalu mengkhawatirkan meninggal secara mendadak.

Penyempitan pembuluh darah menjadi penyebab utama setelah di otopsi. Yah, dikampung saya biasanya jarang sekali orang berpola makan sehat. Walaupun ikan mudah didapat, tapi terkadang jarang sekali orang yang suka mengkonsumsi sayur, disamping tidak terlalu enak, sayur juga mahal serta susah didapat.

Untungnya, sejak dari kecil saya mencoba untuk mengkonsumsi sayur disamping dorongan mama saya untuk selalu makan sayur, karena sayur itu baik untuk kesehatan. Setiap hari harus tersedia sayuran di meja makan, membeli sayur di sore hari merupakan ritual yang saya tunggu sejak kecil. Di kampung saya, sayur dibawa dari kota dan baru sampai di sore hari sekitar Pukul 15:00, bayangkan saja, jarang sekali kami mendapatkan sayur yang segar. Tapi, disinilah wujud bersyukur yang sebenarnya, dengan keterbatasan seperti ini kita masih bisa menikmati makanan yang kita inginkan.

Pola makan sehat mulai diterapkan sejak kecil. Ikan adalah menu utama setiap hari. Ayam jarang sekali didapatkan. Apalagi daging merah! Jarang sekali.. sebulan bisa tidak pernah makan daging merah sama sekali.. Ikan, udang, kepiting, cumi, telor adalah menu yang biasa terlihat dikampung. Walaupun sejak kecil sering makan ikan yang segar dari laut, sampai sekarang ikan masih menjadi daging favorit saya dibandingkan yang lainnya.

Walaupun menjadi anak kos di Jakarta, pola makan sehat tetap saya pertahankan. Disamping perut yang tidak toleran dengan makanan pinggir jalan yang terkadang jorok *maaf bukannya sok elit tapi memang perut ga toleran*. Menu sayur, daging harus selalu dikombinasikan setiap hari. Makanan instant sebisa mungkin dihindari. Goreng-gorengan harus disingkirkan.

Olahraga ringan secara teratur juga harus selalu dilakukan. Hal ini cukup vital untuk menunjang hidup sehat Anda. Setidaknya seminggu sekali jogging kecil selama 30-60menit akan membantu penyegaran badan dan otak Anda. Istirahat yang cukup, tidur yang teratur.

Altough badan Anda tidak bagus seperti model. Tidak cantik seperti aktris, atau merdu seperti penyanyi-penyanyi papan atas. Jalanin apa yang ada, yang penting tetap sehat, tetap fit dan tidak penyakitan.

So dear reader, please stay healthy, reduce your stress and enjoy your life!

Friday, September 4, 2009

inner beauty

Cantik tidak melulu soal fisik. Ada yang lebih penting ketimbang penampilan lahiriah. Tapi mengapa perempuan Indonesia merasa kurang puas dengan tubuhnya?

Perempuan mana yang tidak ingin cantik, dan lelaki mana yang tidak ingin melihat perempuan cantik? Kloplah! Tidak heran kalau para wanita berlomba-lomba untuk mempercantik diri, baik itu dengan memilih busana yang menarik atau pun tata rias yang bisa memperindah penampilan. Termasuk memakai produk-produk yang masuk kategori health care, atau pun mengonsumsi berbagai makanan suplemen, misalnya.

Saya sempat heran ketika istri saya sangat fasih menyebut berbagai istilah-istilah, yang kadang-kadang mirip dengan istilah kedokteran. Ekstrak bengkuang, sea minerals, pro vitamin B5, squalene oil, chamomile extract, repair Q enzyme Q10, dan seterusnya. Semua itu ternyata unsur-unsur dalam kosmetik dalam urusan kecantikan, mulai zat dari memutihkan kulit, ekstrak yang menghaluskan, melembutkan kulit, hingga elemen yang menghambat penuaan dini. Sama fasihnya ketika anak kami lahir dengan menyebut AHA, DHA, Omega 3, dan lain-lain, yang katanya adalah unsur-unsur yang harus ada dalam susu bayi.

Kita mencari informasi tentang berbagai hal untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Namun iklan di media rupanya mempunyai pengaruh yang lebih kuat, bahkan mendikte, apa sebaiknya yang kita konsumsi. Makanan apa yang menyehatkan, minuman yang menyegarkan, kosmetik apa yang bisa membuat cantik. Semuanya dengan janji-jani yang luar biasa. Ada shampo yang tidak hanya membersihkan rambut, tapi juga meluruskan. Sabun mandi tidak hanya membuat badan bersih, tapi mampu menjadikan secantik bintang film. Wow!

Cantik memang menjadi obsesi setiap perempuan. Saya mafhum ketika ada teman perempuan saya menyempatkan waktu untuk berlama-lama di salon. Tapi saya hanya bisa bengong, ketika teman perempuan yang lain membolos dari kantornya hanya karena punya janji dengan beauty therapist untuk melakukan facial treatment dengan menggunakan sinar laser agar kulit wajah mulus, padahal menurut saya wajahnya sudah mulus. So what gitu lho!

Katanya itu belum seberapa, karena kabarnya operasi plastik kini menjadi pilihan jalan pintas untuk menjadi cantik. Apalagi, ada contoh dalam tayangan TV asal AS yang kini ditayangkan di sini, The Swan. Program reality show itu menjaring peserta wanita yang tidak puas dengan dirinya. Dalam tiga bulan wanita-wanita yang berpenampilan biasa-biasa saja disulap menjadi manusia baru yang “lahir kembali”, bak model dengan tubuh ideal. Dengan para ahlinya, mereka dipermak secara mental, tapi terutama fisik. Lemak yang berlebihan di beberapa bagian tubuh disedot, kantung mata ditarik biar kencang, gigi dirapikan, bahkan hidup yang pesek bisa dipermak dengan operasi plastik.

Tidak banyak memang perempuan Indonesia yang mau “mempermak” tubunya habis-habisan. Paling tidak kalau dibandingkan dengan wanita-wanita negara tetangga di Asia, Jepang, misalnya, 39 persen wanitanya rata-rata sudah melakukan operasi plastik, Taiwan 40 persen, bahkan Korea Selatan 53 persen. Yang menyedihkan, kecantikan yang mereka idamkan, selain langsing dan berkulit putih, adalah hidung mancung, kelopak mata lebar, dan tulang pipi menonjol, yang nota bene seperti ras Kaukasia alias bule.

Untunglah, tidak semua perempuan Indonesia menilai bahwa kecantikan lahiriah saja yang harus diagung-agungkan. Dari survei baru-baru ini yang melibatkan 500 responden di sejumlah kota besar, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan, terungkap bahwa faktor batiniah ternyata lebih penting ketimbang kecantikan fisik semata.

Research International, sebuah lembaga penelitian independen, melakukan penelitian lebih dari 2.000 wanita Asia, termasuk Indonesia, juga menemukan fakta yang menggembirakan. Riset yang bertajuk “Kebenaran Sejati tentang Arti Kecantikan di Asia: Pandangan Wanita tentang Percaya Diri, Penampilan Tubuh, dan Penggambaran Media Massa” – yang pertanyaannya dirancang oleh Universitas Harvard, AS, bekerja sama dengan Dove, merek produk wanita –, menyimpulkan selain penampilan luar ada faktor lain yang lebih inner, yakni kehormatan, kebahagiaan, kepintaran, dan kebijaksanaan.

Yang menarik, perempuan Indonesia – fakta ini tidak ditemukan pada perempuan negara lain –, meletakkan aspek spiritual dan kepercayaan agama sebagai hal yang penting untuk merasa cantik. Ini jelas membanggakan. Seperti yang dikemukakan para pakar, bahwa inner beauty atau kecantikan dari dalam memang lebih penting bagi kaum Hawa. Cantik dengan penampilan fisik yang sempurna tapi tanpa tanpa sikap mental yang positif, pasti garing banget. Buat apa cantik kalau bloon? Ya nggak sih? Kata orang bijak, kecantikan sejati adalah perpaduan antara penampilan fisik dengan aura yang muncul dari dalam.

Itu sebabnya, Okky Asokawati menurut saya cantik meski hidungnya tidak mancung, karena memikili aura yang luar biasa. Tika Panggabean yang gemuk, Trie Utami yang mungil, Shanty yang berkulit gelap, adalah pribadi-pribadi yang memesona, karena mereka sangat pede dan merasa nyaman dengan segala yang mereka miliki, termasuk bentuk tubuhnya.

Ingin cantik memang manusiawi, tapi tidak pede dan selalu merasa kekurangan, jelas berlebihan. Dan celakanya, jutsru itulah yang kurang disadari kaum perempuan di Indonesia. Benarkah? Dalam penelitian di atas memang ditemukan bahwa hanya 1 persen wanita Indonesia yang merasa dirinya cantik. Apa boleh buat! (Burhanuddin Abe)