Showing posts with label burhan abe. Show all posts
Showing posts with label burhan abe. Show all posts

Sunday, November 8, 2009

Beautiful n health spa

Feeling drained due to hard work that saps your mind and energy? Perhaps it's time to pamper yourself with a spa treatment.

Spa is an abbreviation of solus per aqua, which means health by or through water. However, it has developed to include massage and other salon and body care treatments.

While in 15th century Egypt the spa was part of the world of doctors and medicine, the modern spa is synonymous with the beauty parlor and provides body and health care in great comfort. Spas offer holistic treatments that cover body massages, body scrubs, whitening masks, aroma therapy, milk baths and music.

Spa treatments usually take between one and a half and two hours for massage, body scrub, bathing and soaking in refreshing spices. Spa treatments have a lot of benefi ts as they smoothen, tighten, whiten and nourish the skin, relax the muscles and detoxify the body.

The spa in modern times is an oasis for women and men who crave beauty and health. Spa treatments are not exclusively for high-income earners but are also coveted by many middle income earners, although most may fi nd them beyond their budget. Spa treatments have indeed become a new lifestyle.

Many spas have mushroomed in the country's major cities, including one established by the Martha Tilaar Group, which operate many branches through a subsidiary, PT Cantika Puspa Pesona (CPP). The company now owns 68 spa centers both in Indonesia and abroad, such as in Greece, Japan and Ukraine, franchised or owned by the company under the name Salon & Day Spa.

To appear beautiful, attractive and fresh is the dream of every woman and this is the platform on which Martha Tilaar's business is based. It is able to harmoniously unite physical and inner beauty using the ancient Javanese practice of combining physical treatment with meditation and bio energy, which encompasses aroma and other therapies.

The Martha Tilaar Group offers various spa treatments, such as body scrub malih warni (change of skin color), Dewi Sri Spa, Sekar Sari Spa and Dara Putih aromatic milk spa.

"Apart from offering physical beauty, our spas also make the body fresh and more relaxed with aroma therapy," said one of the therapists.

Personalized service and a comfortable atmosphere are also offered by Reggia Spa Sanctuary, which is located in Kebayoran Baru, South Jakarta. It understands the unique and different needs of every individual and strives to meet their demands.

It specializes in the medical spa. It is very similar to most spas except that the therapists have basic medical knowledge. It is a solution for physical care using a non-surgical method and the world's premium brands, sophisticated technology and fi ve-star service to ensure customer satisfaction.

Unlike in the US and Europe, the medical spa concept is not very common in Indonesia.

"Supervision by professional doctors is required to monitor a customer's condition during and after treatment to see the progress of the treatment and to provide solutions should there be problems," said one of the doctors at such a medical spa.

Beauty treatment ala salon and a la hospital is nowadays inseparable in some spas. It is part of today's lifestyle. This is also provided by Susan Waine, which specializes in obesity, which all women in the world fear.

Susan Waine provides the most effective service and solution for obesity. If you want to slim down in areas around the stomach, thighs and arms, Susan Waine has the solution. It has a sophisticated analyzing machine made in Italy that can precisely analyze the physical care required by a customer.

Supported by a computerized system and renowned French and Italian products, Susan Waine provides slimming solutions without pain, or drastic loss of excessive fat or fl uid. Clients do not have to live on excessive or rigid diets that can have a negative effect on their health.

A professional trainer will personally guide you during your fi tness hours using the latest equipment so that there is no risk of pain or sprain. Susan Waine also has various classes, such as aerobics, yoga, tai chi, Pilates, hip hop, salsa and gymnastics for pregnant women. After a class, a customer is pampered with sauna and steam facilities.

As a one-stop treatment center, Susan Waine provides the most complete services for customers in Jakarta. After a workout, clients do not have to go home with wet hair because Susan Waine has a beauty and hair salon as well. Through the hands of a professional therapist using renowned French brands, the customer is once again fresh and in high spirits.


Contributor : Burhanudin Abe, The Jakarta Post

Friday, September 4, 2009

inner beauty

Cantik tidak melulu soal fisik. Ada yang lebih penting ketimbang penampilan lahiriah. Tapi mengapa perempuan Indonesia merasa kurang puas dengan tubuhnya?

Perempuan mana yang tidak ingin cantik, dan lelaki mana yang tidak ingin melihat perempuan cantik? Kloplah! Tidak heran kalau para wanita berlomba-lomba untuk mempercantik diri, baik itu dengan memilih busana yang menarik atau pun tata rias yang bisa memperindah penampilan. Termasuk memakai produk-produk yang masuk kategori health care, atau pun mengonsumsi berbagai makanan suplemen, misalnya.

Saya sempat heran ketika istri saya sangat fasih menyebut berbagai istilah-istilah, yang kadang-kadang mirip dengan istilah kedokteran. Ekstrak bengkuang, sea minerals, pro vitamin B5, squalene oil, chamomile extract, repair Q enzyme Q10, dan seterusnya. Semua itu ternyata unsur-unsur dalam kosmetik dalam urusan kecantikan, mulai zat dari memutihkan kulit, ekstrak yang menghaluskan, melembutkan kulit, hingga elemen yang menghambat penuaan dini. Sama fasihnya ketika anak kami lahir dengan menyebut AHA, DHA, Omega 3, dan lain-lain, yang katanya adalah unsur-unsur yang harus ada dalam susu bayi.

Kita mencari informasi tentang berbagai hal untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Namun iklan di media rupanya mempunyai pengaruh yang lebih kuat, bahkan mendikte, apa sebaiknya yang kita konsumsi. Makanan apa yang menyehatkan, minuman yang menyegarkan, kosmetik apa yang bisa membuat cantik. Semuanya dengan janji-jani yang luar biasa. Ada shampo yang tidak hanya membersihkan rambut, tapi juga meluruskan. Sabun mandi tidak hanya membuat badan bersih, tapi mampu menjadikan secantik bintang film. Wow!

Cantik memang menjadi obsesi setiap perempuan. Saya mafhum ketika ada teman perempuan saya menyempatkan waktu untuk berlama-lama di salon. Tapi saya hanya bisa bengong, ketika teman perempuan yang lain membolos dari kantornya hanya karena punya janji dengan beauty therapist untuk melakukan facial treatment dengan menggunakan sinar laser agar kulit wajah mulus, padahal menurut saya wajahnya sudah mulus. So what gitu lho!

Katanya itu belum seberapa, karena kabarnya operasi plastik kini menjadi pilihan jalan pintas untuk menjadi cantik. Apalagi, ada contoh dalam tayangan TV asal AS yang kini ditayangkan di sini, The Swan. Program reality show itu menjaring peserta wanita yang tidak puas dengan dirinya. Dalam tiga bulan wanita-wanita yang berpenampilan biasa-biasa saja disulap menjadi manusia baru yang “lahir kembali”, bak model dengan tubuh ideal. Dengan para ahlinya, mereka dipermak secara mental, tapi terutama fisik. Lemak yang berlebihan di beberapa bagian tubuh disedot, kantung mata ditarik biar kencang, gigi dirapikan, bahkan hidup yang pesek bisa dipermak dengan operasi plastik.

Tidak banyak memang perempuan Indonesia yang mau “mempermak” tubunya habis-habisan. Paling tidak kalau dibandingkan dengan wanita-wanita negara tetangga di Asia, Jepang, misalnya, 39 persen wanitanya rata-rata sudah melakukan operasi plastik, Taiwan 40 persen, bahkan Korea Selatan 53 persen. Yang menyedihkan, kecantikan yang mereka idamkan, selain langsing dan berkulit putih, adalah hidung mancung, kelopak mata lebar, dan tulang pipi menonjol, yang nota bene seperti ras Kaukasia alias bule.

Untunglah, tidak semua perempuan Indonesia menilai bahwa kecantikan lahiriah saja yang harus diagung-agungkan. Dari survei baru-baru ini yang melibatkan 500 responden di sejumlah kota besar, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan, terungkap bahwa faktor batiniah ternyata lebih penting ketimbang kecantikan fisik semata.

Research International, sebuah lembaga penelitian independen, melakukan penelitian lebih dari 2.000 wanita Asia, termasuk Indonesia, juga menemukan fakta yang menggembirakan. Riset yang bertajuk “Kebenaran Sejati tentang Arti Kecantikan di Asia: Pandangan Wanita tentang Percaya Diri, Penampilan Tubuh, dan Penggambaran Media Massa” – yang pertanyaannya dirancang oleh Universitas Harvard, AS, bekerja sama dengan Dove, merek produk wanita –, menyimpulkan selain penampilan luar ada faktor lain yang lebih inner, yakni kehormatan, kebahagiaan, kepintaran, dan kebijaksanaan.

Yang menarik, perempuan Indonesia – fakta ini tidak ditemukan pada perempuan negara lain –, meletakkan aspek spiritual dan kepercayaan agama sebagai hal yang penting untuk merasa cantik. Ini jelas membanggakan. Seperti yang dikemukakan para pakar, bahwa inner beauty atau kecantikan dari dalam memang lebih penting bagi kaum Hawa. Cantik dengan penampilan fisik yang sempurna tapi tanpa tanpa sikap mental yang positif, pasti garing banget. Buat apa cantik kalau bloon? Ya nggak sih? Kata orang bijak, kecantikan sejati adalah perpaduan antara penampilan fisik dengan aura yang muncul dari dalam.

Itu sebabnya, Okky Asokawati menurut saya cantik meski hidungnya tidak mancung, karena memikili aura yang luar biasa. Tika Panggabean yang gemuk, Trie Utami yang mungil, Shanty yang berkulit gelap, adalah pribadi-pribadi yang memesona, karena mereka sangat pede dan merasa nyaman dengan segala yang mereka miliki, termasuk bentuk tubuhnya.

Ingin cantik memang manusiawi, tapi tidak pede dan selalu merasa kekurangan, jelas berlebihan. Dan celakanya, jutsru itulah yang kurang disadari kaum perempuan di Indonesia. Benarkah? Dalam penelitian di atas memang ditemukan bahwa hanya 1 persen wanita Indonesia yang merasa dirinya cantik. Apa boleh buat! (Burhanuddin Abe)