Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sebanyak 50 rumah toko (ruko) di kawasan pertokoan di Jalan Jenderal Sudirman Tembilahan, Pekanbaru, Riau, Sabtu (6/2), hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 miliar.
Reporter Metro TV Idham Samana melaporkan, api mulai muncul pukul 10.00 WIB. Api baru bisa dipadamkan empat jam kemudian. Saat kebakaran, pedagang dan pembeli panik. Mereka berlarian menyelamatkan diri. Ada sejumlah pedagang yang berusaha menyelamatrkan dagangan.
Petugas pemadam kebakaran baru datang satu jam setelah api meluas. Sebelum petugas datang, warga beruaha memadamkan api dengan alat seadanya. Besarnya hembusan angin membuat api cepat menjalar dan membakar ruko lainnya. Ada delapan orang yang sempat terjebak api. Diduga, kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik. (DOR)
[URL="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscatvideo/nusantara/2010/02/06/99256/Puluhan-Ruko-di-Pekanbaru-Dilalap-Api/"]Sumber[/URL]
Disini saya mau ngasih sedikit revisi berita
Kejadian di Tembilahan, Jl. Jendral Sudirman, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Riau, bukan di Pekanbaru seperti yang ditayangin di MetroTV
Jarak Tembilahan - Pekanbaru masih sekitar 6 jam dengan perjalanan darat
Yang menjadi korban termasuk rumah teman-teman saya T_T
Semoga mereka diberikan ketabahan, besok saya mau pulang kampung :)
Dee ~ an Indonesian who wants to tell strories about life, book, travelling, cooking, food, photography, economy, politic, movie and love. Just read my story, hope you will like it. Let's begin and enjoy! ;)
Showing posts with label tembilahan. Show all posts
Showing posts with label tembilahan. Show all posts
Saturday, February 6, 2010
Monday, July 27, 2009
Bayi berkepala dua Indragriri Hilir
Masyarakat Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dihebohkan dengan kelahiran seorang bayi berkepala dua yang lahir pada hari Kamis (23/7). Saat ini, bayi dalam kondisi stabil dan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.
Seperti dilansir Antara, Jumat (24/7), masyarakat tampak berbondong-bondong dan berebut ingin menyaksikan dari dekat bayi tersebut di ruang perawatan anak RSUD Puri Husada. Anak pasangan Badrun (33) dan Nurhayati (23), warga RT 3 Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, lahir di RSUD Tembilahan melalui operasi sesar pada Kamis malam. Badrun yang sehari-harinya buruh tani ini membawakan istrinya ke Tembilahan menyusuri Sungai Indragiri dari kampungnya di Belantaraya setelah tenaga kesehatan di sana menyatakan bahwa istrinya itu harus dibawa ke rumah sakit.
Menurut Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan Rasul Alim, kasus bayi berkepala dua ini merupakan kasus pertama terjadi di Inhil. Pada saat dilahirkan, kondisi bayi dalam keadaan sehat. "Baru sekali ini terjadi di Inhil ada bayi berkepala dua," katanya.
Ia mengatakan, secara umum kondisi bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dalam keadaan sehat. Bayi yang belum diberi nama ini memiliki dua kepala, satu badan, dua tangan, dua kaki, satu ginjal, satu jantung, dua paru-paru, dan satu lubang anus. Saat lahir, bayi ini memiliki bobot 3.200 gram, dengan panjang 43 sentimeter.
"Sebenarnya ini kembar siam dengan kelainan, secara ilmu medis tidak mungkin dipisahkan. Namun, kita tetap berusaha memberikan penanganan terbaik bagi bayi ini," ungkap Rasul.
Wakil Bupati Inhil Rosman Malomo didampingi Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan melihat langsung dari dekat kondisi bayi kembar siam dan ibunya tersebut. "Ini merupakan kekuasaan Allah yang harus kita terima dengan kesabaran. Namun, kita sebagai manusia harus tetap berusaha bagi kebaikan bayi ini," ujar Rosman.
Ia menambahkan, setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Riau, hari ini juga bayi itu dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan dan penanganan selanjutnya.
Adapun Nurhayati, ibu bayi tersebut, mengatakan bahwa sebelum melahirkan ia tidak mendapatkan firasat apa pun terkait kehamilannya tersebut. Akan tetapi, saat itu, tenaga medis setempat menyatakan bahwa kemungkinan memang bayinya kembar. "Selama hamil saya pun tidak ada firasat apa-apa," ungkap Nurhayati.(tribun-timur.com)
Seperti dilansir Antara, Jumat (24/7), masyarakat tampak berbondong-bondong dan berebut ingin menyaksikan dari dekat bayi tersebut di ruang perawatan anak RSUD Puri Husada. Anak pasangan Badrun (33) dan Nurhayati (23), warga RT 3 Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, lahir di RSUD Tembilahan melalui operasi sesar pada Kamis malam. Badrun yang sehari-harinya buruh tani ini membawakan istrinya ke Tembilahan menyusuri Sungai Indragiri dari kampungnya di Belantaraya setelah tenaga kesehatan di sana menyatakan bahwa istrinya itu harus dibawa ke rumah sakit.
Menurut Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan Rasul Alim, kasus bayi berkepala dua ini merupakan kasus pertama terjadi di Inhil. Pada saat dilahirkan, kondisi bayi dalam keadaan sehat. "Baru sekali ini terjadi di Inhil ada bayi berkepala dua," katanya.
Ia mengatakan, secara umum kondisi bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dalam keadaan sehat. Bayi yang belum diberi nama ini memiliki dua kepala, satu badan, dua tangan, dua kaki, satu ginjal, satu jantung, dua paru-paru, dan satu lubang anus. Saat lahir, bayi ini memiliki bobot 3.200 gram, dengan panjang 43 sentimeter.
"Sebenarnya ini kembar siam dengan kelainan, secara ilmu medis tidak mungkin dipisahkan. Namun, kita tetap berusaha memberikan penanganan terbaik bagi bayi ini," ungkap Rasul.
Wakil Bupati Inhil Rosman Malomo didampingi Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan melihat langsung dari dekat kondisi bayi kembar siam dan ibunya tersebut. "Ini merupakan kekuasaan Allah yang harus kita terima dengan kesabaran. Namun, kita sebagai manusia harus tetap berusaha bagi kebaikan bayi ini," ujar Rosman.
Ia menambahkan, setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Riau, hari ini juga bayi itu dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan dan penanganan selanjutnya.
Adapun Nurhayati, ibu bayi tersebut, mengatakan bahwa sebelum melahirkan ia tidak mendapatkan firasat apa pun terkait kehamilannya tersebut. Akan tetapi, saat itu, tenaga medis setempat menyatakan bahwa kemungkinan memang bayinya kembar. "Selama hamil saya pun tidak ada firasat apa-apa," ungkap Nurhayati.(tribun-timur.com)
Subscribe to:
Posts (Atom)