BEBERAPA hari terakhir nama Ruby Alamsyah sebagai pakar telematika sedang sangat populer. Pertama kali terdengar sebagai saksi ahli kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain oleh Antasari Azhar, kini dia muncul lagi memperagakan modus pencurian ATM ditelivisi. Tindakannya itu mengundang keresahan Roy Suryo, ‘ahli telematika’ yang lebih dulu populer, karena dianggap melanggar etika. Roy Suryo bahkan mengirim sms ke media yang isinya kurang lebih mempertanyakan kepakaran Ruby. Berikut bunyi smsnya:
Kuat dugaan Roy Suryo ‘balas dendam’ karena Ruby pernah mematahkan argumentasi Roy Suryo soal keaslian email yang dikirimkan Prita Mulyasari. Dan kebetulan perumus UU ITE juga mematahkan argumentasi Roy Suryo dari sisi legalitas.
Berawal dari permasalahan itu, muncul semacam pertanyaan siapa yang sebenarnya lebih ahli dari dua orang itu. Roy Suryo jelas lebih terkenal dan punya nama walaupun sebenarnya dia boleh dibilang Mendadak Pakar hanyalah lulusan ilmu komunikasi. Sementara Ruby Alamsyah kurang terkenal namun CV-nya penuh dengan segala hal tentang teknologi informasi. Biar lebih jelas mari kita lihat saja CV keduanya:
Roy Suryo:
Nama Lengkap : KRMT Roy Suryo Notodiprojo (terlahir : RM Roy Suryo Udoro)
Tempat, Tgl Lahir : Jogja, 18 Juli 1968
Pendidikan : Magister Perilaku dan Promosi, Program Pasca Sarjana UGM
Pekerjaan : Dosen Pasca Sarjana UGM & Konsultan Teknologi Komunikasi (Multimedia)
Hobby : Fotografi, Elektronika, Komputer & Otomotif
Alamat e-mail : roy@indo.net.id / roy@ugm.ac.id / roy@jogja.go.id
Nama Istri : Ririen Suryo, SH, CN, MH.
Nama Orang Tua : Prof Dr dr KPH Soejono Prawirohadikusumo SpS SpKJ (alm) & RAy Soeratmiyati Notonegoro (alm)
Posisi di Organisasi / Pekerjaan yang pernah dan sedang dijabat :
1. Ketua Kelompok bidang Fisika Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Padmanaba (1984-1985)
2. Ketua Panitia Peringatan 42tahun SMA Negeri 3 Padmanaba (1984)
3. Seksi Dokumentasi Dionisi Family Radio Unisi (1985-1990)
4. Ketua Publisia Photo Club Komunikasi UGM (1988-1990)
5. Ketua I Korps Mahasiswa Komunikasi Komako UGM (1990-1991)
6. Sekretaris Himpunan Seni Foto Amatir HISFA (1992-1994)
7. Anggota BPTIY (Badan Pengembangan Teknologi dan Inovasi Yogyakarta) (mulai 1996)
8. Sekretaris Panitia & Dokumentator Penobatan SP KGPAA Paku Alam IX (1999)
9. Anggota Dewan Penyantun GFJA (Galeri Foto Jurnalistik Antara) (mulai 2000)
10. Sekretaris Jendral Ikatan Alumni Komunikasi (Ikakom) UGM (mulai 2002)
11. Koordinator Alumnus Komunikasi dalam Keluarga Alumni Fisipol UGM (mulai 2003)
12. Anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Daerah Istimewa Yogyakarta (2004-2005)
13. Anggota Tim Interdep BPHN (Badan Pengembangan Hukum Nasional) (mulai 2005)
14. Pengurus PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) Pusat & Penasehat DIY (mulai 2005)
15. Penasehat MBCJ (Mercedes Bens Club Jogja) MB-Ina (mulai 2005)
16. Ketua Departemen Kominfo Bidang PPK DPP Partai Demokrat (mulai 2005)
17. Narasumber RUU-ITE (Cyberlaw) di Pokja Komisi I DPR-RI (mulai 2005)
18. Supervisor Website Resmi Kepresidenan RI: www.presidensby.info (mulai 2006)
19. Wakil Ketua FPSI (Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia) (mulai 2006)
Prestasi dalam Bidang Pekerjaan / Hobby yang pernah diraih :
1. Perancang Sistem Amplifier dan Komunikasi Sekolah ketika masih di SMP 5 (1981)
2. Peserta Tetap Pameran Foto Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) (1990-1998)
3. Juara I Lomba Foto Nasional Perkebunan Piala Menteri Pertanian (1995)
4. Juara I Lomba Foto Pariwisata Nasional Piala Menparpostel (1996)
5. Juara II Lomba Foto Iptek Nasional Piala Menteri Riset & Teknologi (1997)
6. Juara II Lomba Foto Model Nasional di Unsoed Purwokerto (1998)
7. Perancang Sistem Videoconferencing, Intranet & Internet Polda DIY (1998)
8. Dosen Teladan II FSMR-ISI Yogyakarta (1999)
9. Penerima Anugerah IJTI sebagai Peneliti berprestasi di bidang Pendidikan (2000)
10. Penerima Golden-Award Kadin bidang Telematika-Writer (2001)
11. Host / Pembawa Acara Edutainment “e-lifestyle” di Metro-TV (mulai 2001)
12. Juara I Rally Foto & sekaligus Juara I Lomba Foto Model Fuji di Padang (2002)
13. Juara I Lomba Foto â€~Beauty at the Pool Side II’ di Semarang (2003)
14. Juara I Rally Foto Fuji di Bandung, Juara II di Jakarta & Harapan di Jogja (2003)
15. Penerima Telset Telematika Award dari Menteri Perhubungan Agum Gumelar (2003)
16. Penerima Penghargaan “Tokoh Digital 2004″ Hasil Pooling Pembaca TrendDigital (2004)
17. Penerima Penghargaan “Pria Berbusana Terbaik 2004″ dari YAPMI & YPI (2004)
18. Pemenang Nokia Fun Foto Rally di Jakarta Convention Center (2005)
19. Penerima Garuda Indonesia Achievement Award selaku Top-10 Frequent Flyer (2005)
20. Juara I PPMKI Rally Jawa Timur (Mercy 280e’86 – AB 8888 JN) (2005)
21. Penerima Telkomsel Achievement Award selaku Pelanggan setia (area Jateng-DIY) (2005)
22. Host / Pembawa Acara Edutainment “Orbit” (Obrolan IT) di TVRI Sta Pusat Jakarta (2006)
Pengalaman Khusus yang pernah ditangani:
1. Menganalisa Rekaman Suara Telepon Presiden Habibie & Jakgung Andi Ghalib (1997)
2. Menganalisa Rekaman Rapat Skandal Cessie Bank Bali (1998)
3. Mengaplikasikan Metode Searching via BTS dan CDRI (1999)
4. Menganalisa Foto dan Klise Presiden Gus Dur & Aryanti Boru Sitepu (2000)
5. Memberikan Arahan Teknis Pelacakan Telepon Buronan Tommy Soeharto (2001)
6. Pembicara Indonesia di Expert-Meeting Palais des Nations (Markas PBB), Geneva, Swiss (2002)
7. Dewan Pakar Tim RUU-ITE (Informasi & Transaksi Elektronik) (mulai 2003)
8. Saksi Ahli dalam berbagai perkara menyangkut Teknologi Komunikasi & Fotografi Digital (mulai 2003)
9. Saksi Ahli Judicial Review UU Penyiaran & Kasus KPU di Mahkamah Konstitusi (2004)
10. Dewan Juri Lomba Foto Digital Pertama (MURI) Indonesia di Ancol (2005)
11. Membongkar Sindikat Kasus Pencurian Barang-barang bagasi di Lion-Air (2005)
12. Membuat Dokumentasi “1th Tsunami dalam 2mp (Handphone) Camera” (2006)
13. Koordinator Relawan Komunitas Peduli Komunikasi Pasca Gempa Jogja & Merapi (2006)
14. Instruktur Dokumentasi Pengamat Pos Gunung Merapi (mulai 2006) (kem)
selanjutnya biografi Ruby Alamsyah
Ruby Alamsyah
Current
*Digital Forensic Analyst at Indonesian Police
*Infosec Consultant at PT Jaringan Nusantara
Past
* Senior Network Engineer at PT NTT Indonesia
* Network Engineer at PT Siemens Indonesia
* Senior Network Engineer at PT Metrodata Electronics Tbk
* Network Engineer at PT Infokom Elektrindo
* Network Engineer at PT Meganusa Lintasbuana (Meganet)
Education
* Universitas Indonesia
* Universitas Gunadarma
Summary
- Information Security Consultant
- Digital Forensic Analyst for Indonesian Police
- IT Security Trainer (Indonesia & Malaysia)
- 11 years in Internetworking & Security
-Member of International High Technology Crime
Association (HTCIA)
-Currently pursuing Master of Information Technology at
University of Indonesia
Specialties
Digital Forensic, Expert Witness, IT Security Trainer, Private Investigator, Internetworking.
Certifications :
GCIH, CHFI, LPT, CEI, CEH, MCSE
[Biografi Ruby memang masih sederhana, mungkin ada yang punya lebih
lengkap silahkan komentar ]
Dari biografi di atas bisa disimpulkan sendiri siapa yang lebih pakar. Prestasi Roy Suryo memang banyak namun sebagian besar adalah juara foto. Tidak ada yang menjurus pada kegiatan yang bisa mengantarkan dia menjadi seorang pakar telematika. Entah bagaimana dulu ceritanya kok dahulu dia bisa dipercaya menganalisa dan menjadi saksi ahli di berbagai masalah. Sekarang sih ga ada yang percaya lagi ^^
Dee ~ an Indonesian who wants to tell strories about life, book, travelling, cooking, food, photography, economy, politic, movie and love. Just read my story, hope you will like it. Let's begin and enjoy! ;)
Showing posts with label Roy Suryo. Show all posts
Showing posts with label Roy Suryo. Show all posts
Friday, January 29, 2010
Wednesday, January 27, 2010
Pakar IT "Setingkat" Roy Suryo
Alasan kenapa si “pakar IT” setingkat "ROY SURYO" tidak memiliki account facebook, twitter, blog, atau sejenisnya *terakhir ada liat dia memilki formspring.me, tapi geli sendiri bacanya, eneQ*
Jika sang pakar memiliki facebook maka :
- Facebook : isi wall nya akan penuh hujatan tak berperikemanusiaan terhadap dirinya, terjadi pencemaran nama baik dan dia tidak akan dapat menjerat siapapun dengan UU ITE yang pernah dia buat, karena tidak ada yang akan simpati terhadap dirinya, apalagi membuat gerakan 'Koin Untuk Sukro', malah dy akan semakin menghancurkan imagenya, para blogger dan facebooker akan membuat gerakan 'Sebutir Kacang Sukro untuk melempar Roy Suryo', tag-tag foto akan berisi foto-foto aduhai tentang dirinya, pakar pornomatika 68% metadata ini akan dihujani tag terutama dari kaskuser yang begitu cinta terhadap dirinya dengan database beritu foto tentang Roy Suryo, dia akan sangat terkenal! dan dita takut terkenal! LoL :hammer:
- Blog, sebenarnya Roy Suryo dahulu memiliki blog yang lumayan ramai pada awalanya, dengan menuliskan beberapa artikel yang tidak bisa diterjemahkan oleh masyarakat awam, cuma 'pakar setingkat RS lah yang bisa mengerti', dan sangat disayangkan di Indonesia tidak ada pakar seperti dirinya. Seiring perkembangan teknologi, semua orang berpikir dan mulai pinter, RS pun tergusur dari 'image Pakar IT Indonesia', tulisannya tidak ada yang diminatin, akhirnya dia enggan menulis. Feed comment akan penuh dengan junk, spam, scam, comment tak jelas, tak sesuai dengan topik. *Maybe ada yang jualan viagra, implant silikon*
- Twitter, sekali lagi Roy Suryo takut terkenal! dia sangat takut sekali. Bila dia memiliki akun twitter, semua cacian makian akan di reply kepada dirinya, semuanya status yang dia buat akan di retweet sehingga dia 'takut terkenal' akan kebobrokan dirinya. Dengan sistem hashtag yang begitu fenomenal RS 'takut terkenal' menjadi trending topics setiap harinya! Dia sungguh rendah hati untuk 'takut terkenal' :hammer:
Postingan diatas sebenarnya hanya lelucan dari Seorang blogger yang kurang kerjaan, Dee, yang ingin meneriakkan suara hati, mengapa seorang pakar 'setingkat' Roy Suryo bisa terkenal dan menjadi pakar telematika kepercayaan pemerintah pada masanya. He like a sh*t! LoL
Berikut pengakuan dari NdoroKakung di Twitter mengenai mengapa si RS tidak menulis lagi :
"Baiklah akan kubuka rahasia kenapa mas pakar itu tak bikin blog dan menulis di media massa lagi, padahal dulu dia rajin kirim artikel karena tulisan dia mbulet susah dimengerti. aku dulu sering susah payah menyuntingnya tak banyak media yg sudi menerima kiriman artikelnya. Lalu mungkin dia sadar bhw memang tak bakat menulis dia tampaknya sadar, kata2-nya dan koleksi gambarnya yg -- waktu itu cukup eksklusif -- lebih mampu menarik perhatian jurnalis maka jadilah dia narasumber khususnya utk masalah IT dan mendapat predikat pakar telematikamakanya, sampai sekarang pun dia ogah bila disuruh nulis lagi biarpun dibayar mahal karena pasti ketahuan jeleknya dan terlihat kelemahannya. Sekian dulu acara buka-bukaan ttg mas pakar. Nantikan buka-bukaan berikutnya ... :D"
Lelucon Malam ini selesai, Good nite :)
Jika sang pakar memiliki facebook maka :
- Facebook : isi wall nya akan penuh hujatan tak berperikemanusiaan terhadap dirinya, terjadi pencemaran nama baik dan dia tidak akan dapat menjerat siapapun dengan UU ITE yang pernah dia buat, karena tidak ada yang akan simpati terhadap dirinya, apalagi membuat gerakan 'Koin Untuk Sukro', malah dy akan semakin menghancurkan imagenya, para blogger dan facebooker akan membuat gerakan 'Sebutir Kacang Sukro untuk melempar Roy Suryo', tag-tag foto akan berisi foto-foto aduhai tentang dirinya, pakar pornomatika 68% metadata ini akan dihujani tag terutama dari kaskuser yang begitu cinta terhadap dirinya dengan database beritu foto tentang Roy Suryo, dia akan sangat terkenal! dan dita takut terkenal! LoL :hammer:
- Blog, sebenarnya Roy Suryo dahulu memiliki blog yang lumayan ramai pada awalanya, dengan menuliskan beberapa artikel yang tidak bisa diterjemahkan oleh masyarakat awam, cuma 'pakar setingkat RS lah yang bisa mengerti', dan sangat disayangkan di Indonesia tidak ada pakar seperti dirinya. Seiring perkembangan teknologi, semua orang berpikir dan mulai pinter, RS pun tergusur dari 'image Pakar IT Indonesia', tulisannya tidak ada yang diminatin, akhirnya dia enggan menulis. Feed comment akan penuh dengan junk, spam, scam, comment tak jelas, tak sesuai dengan topik. *Maybe ada yang jualan viagra, implant silikon*
- Twitter, sekali lagi Roy Suryo takut terkenal! dia sangat takut sekali. Bila dia memiliki akun twitter, semua cacian makian akan di reply kepada dirinya, semuanya status yang dia buat akan di retweet sehingga dia 'takut terkenal' akan kebobrokan dirinya. Dengan sistem hashtag yang begitu fenomenal RS 'takut terkenal' menjadi trending topics setiap harinya! Dia sungguh rendah hati untuk 'takut terkenal' :hammer:
Postingan diatas sebenarnya hanya lelucan dari Seorang blogger yang kurang kerjaan, Dee, yang ingin meneriakkan suara hati, mengapa seorang pakar 'setingkat' Roy Suryo bisa terkenal dan menjadi pakar telematika kepercayaan pemerintah pada masanya. He like a sh*t! LoL
Berikut pengakuan dari NdoroKakung di Twitter mengenai mengapa si RS tidak menulis lagi :
"Baiklah akan kubuka rahasia kenapa mas pakar itu tak bikin blog dan menulis di media massa lagi, padahal dulu dia rajin kirim artikel karena tulisan dia mbulet susah dimengerti. aku dulu sering susah payah menyuntingnya tak banyak media yg sudi menerima kiriman artikelnya. Lalu mungkin dia sadar bhw memang tak bakat menulis dia tampaknya sadar, kata2-nya dan koleksi gambarnya yg -- waktu itu cukup eksklusif -- lebih mampu menarik perhatian jurnalis maka jadilah dia narasumber khususnya utk masalah IT dan mendapat predikat pakar telematikamakanya, sampai sekarang pun dia ogah bila disuruh nulis lagi biarpun dibayar mahal karena pasti ketahuan jeleknya dan terlihat kelemahannya. Sekian dulu acara buka-bukaan ttg mas pakar. Nantikan buka-bukaan berikutnya ... :D"
Lelucon Malam ini selesai, Good nite :)
Subscribe to:
Posts (Atom)